
1 Tahun kemudian. Cyka menghadiri sebuah pesta pernikahan salah putra rekan kerja Risky mereka hadir ke pesta itu bersama kedua anaknya, Richa yang saat ini sudah berumur 6 tahun dan Revan 2 tahun, tak lupa Zion dan Rehan juga ikut.
Awalnya mereka berniat meninggalkan anak-anaknya tapi siapa yang bisa menang melawan rengekan sang putri yang meminta untuk ikut.
Kedua pengantinnya adalah pasangan dokter, yang bekerja di rumah sakit ternama di jakarta.
Richa yang semakin besar dan lincah tak dapat lepas dari pandangan mereka, karena anak itu bisa aja berlari kesana kemari dan tak butuh waktu lama Richa melepaskan genggamannya dari sang putri karena harus memperbaiki gaunnya yang terinjak sepatunya anak itu sudah menghilang entah kemana.
" Mas.. Richa ", ucap Cyka yang tak menemukan putrinya di sampingnya, seketika Risky dan Zion ikut panik sama seperti Cyka.
" Ahh, putriku itu, tuhan dari mana sipat suka kaburnya itu menurun ", gumam Risky.
" Apa ? mas bilang apa ? jadi menurut mas dia begitu karena menuruni sipat ku ? ", kesal Cyka.
" Sayang.. apa yang kau katakan, kau tau bukan itu maksudku ", jelas Risky panik.
" Tapi cuma aku kan yang sering kabur sebelumnya jadi wajarkan mas menujukan tuduhan itu padaku ?", kesal Cyka semakin menjadi.
" Waah mereka mulai lagi, aku bersyukur mama mu tidak ada disini atau papa juga akan mengalami hal yang sama seperti papi Risky ", ucap Zion.
__ADS_1
Keduanya memang semakin sering berdebat karena hal-hal sepele, dan masalah terbesarnya adalah tentang anak-anak mereka, yah seperti itu lah kehidupan rumah tangga, hal itu merupakan bunga-bunga kehidupan.
" Cyka.. sayang menurutku ini bukan saat yang tepat untuk ini, pertama temukan kakak dulu, oke, kita lanjutkan ini di rumah, orang-orang juga mulai memperhatikan kita ", ucap Risky menyadarkan Cyka.
Keduanya langsung berpencar mencari keberadaan sang putri.
" Aah.. pusing ", Zion dan Rehan memengan keningnya dan menggeleng-geleng dengan kompak.
" Ini alasanku tidak ingin membawanya, kapan anak ku itu bisa berhenti membuatku khawatir sih", gumam Cyka.
" Ehem, ehem..", terdengar suara dehemaan dari atas podium. Terlihat pasangan pengantin sudah berdiri di sana dengan cantik dan tampannya, " Selamat malam semuanya, sebelum saya menyampaikan kata sambutan kita, terlebih dulu kita ingin memperkenalkan tamu istimewa kita malam ini ", ucap si pengantin wanita, " Ayo cantik, kemarilah, bukankah kau bilang ingin mengataka sesuatu ", lanjut si pengantin wanita mempersilahkan seseorang untuk naik ke atas podium.
" Papa.. itu kakak ", tunjuk Rehan ke atas podium, Zion langsung kaget melihat ponakannya itu sudah di dandani layaknya seorang pengantin kecil, semua orang pun bersorak, dan memberikan tepuk tangan.
" Mami.. papi.. kakak disini ", ucapnya yang membuat Cyka dan Risky terkejut, " Apa kakak cerlihat cantik seperti pengantin ?", tanya Richa.
" Rehan, papa itu milikku, jadi berhenti memintanya mengendongmu selalu, papa Zion itu akan jadi suami kakak nanti saat Richa besar ", ucapnya dengan lantang, semua orang pun begitu takjub melihat keberanian anak umur 6 tahun itu.
" Em.. jadi Richa akan menikahi papa Zion saat besar nanti, lalu apa papa Zion nya ada di sini cantik ?", tanya si pengantin wanita, Richa pun mengangguk antusias.
__ADS_1
" Untuk papa Zion calon suami gadis kecil kita ini bisakah anda naik ke podium ", panggil si pengantin pria.
Zion menyerahkan Rehan pada Cyka dan melangkah naik ke atas podium, Zion memjongkok dan menatap Richa sambil tersenyum, Richa mendekatkan wajahnya lalu mencium pipi Zion, seketika tepuk tangan pun melai memenuhi ruangan kembali, Zion menggendong Richa dan membawanya turun dari podium, sebelum turun Zion meminta maaf pada pasangan pengantin itu.
" Apa kakak cantik papa ?", tanya Richa popos pada Zion.
" Tentu, di tempat ini tidak ada yang secantik putri papa, bahkan pengantinnya juga kalah dengan kakak", jawab Zion.
" Kalau gitu papa akan menikah dengan kakak kan ?", tanya gadis itu polos.
" Em.. saat kakak besar maka papa akan menjawabnya ", ucap Zion.
" Janji !", Richa mengangkat tangannya mengajak janji kelingking, dan Zion pun menurutinya.
" Apa kau sesuka itu pada papa Zion sayang ?", tanya Fakhri yang ternyata juga hadir di perta itu.
" Fakhri, kamu.. juga di undang ?", tanya Risky.
" Tentu, pengantin pria salah satu sahabat papa saya ", jawab Fakhri.
__ADS_1
Mereka pun mulai fokus mendengarkan sambutan dari pasangan pengantinnya sampai selesai, sedangkan Richa tak berencana melepaskan Zion, dia terus menempel pada Zion.