Ku Hanya Ingin Dicintai

Ku Hanya Ingin Dicintai
Rasa.


__ADS_3

Di kediaman Zion.


" Lepas kan aku".


Plakk.


Sebuah tamparan mendarat di pipi Zion.


" Jangan pernah berani mengatur hidupku". Zion menghela napasnya sambil menutup mata, " Sadar dirilah, kau itu bukan siapa-siapa".


" Aku sadar itu, tapi saat ini kau adalah istriku dan aku punya tanggung jawab atas dirimu".


" Hah.. tanggung jawab, berhentilah berpura-pura sebagai seorang suami tuan Zion yang terhormat". Riana menunjuk Zion dengan kasarnya.


" Cobalah untuk hidup lebih baik Ria.. jika tidak untuk ku setidaknya untuk putramu".


" Bulsiiit, sudah kutakan berulang kali aku tidak pernah menganggapnya jadi jangan gunakan dia sebagai alasanmu untuk menahanku". Zion menghela napas kasar.


" Aku peringatkan kamu Ria.. jangan pernah ikut campur lagi dalam hidup kakamu, sudah cukup kekacauwan yang kau perbuat padanya".


" Diam kamu.. apa pun yang ku lakukan itu bukan urusanmu ".


" Ma..ma.." Anak laki-laki 3 tahun itu berlari lalu memeluk kaki ibunya.


" Riana.....". Zion membentaknya karena menepis putranya sampai terjatuh, " Apa kau sudah gila, bisa-bisanya kau bersikap sekasar itu pada putramu.


" Sudah ku katakan aku tidak menyukainya, aku tidak suka sedikitpun dari dirinya, karenanya aku harus terjebak dengan pria sepertimu, anak itu adalah sebuah kesalahan dalam hidupku..".


" Tutup mulutmu". Zion hampir saja memukulnya namun tertahan kerena kehadiran pengurus rumah.


" Maaf tuan, biar bibi bawa aden ke dalam".


" Bahkan hewan saja akan menyayangi anaknya, jangan pernah lupa Ria, kesalahan itu ulahmu sendiri, jangan pernah melimpahkan kesalahhan yang kau perbuat pada orang lain, kali ini aku memaafkan mu namun jika.. sekali lagi kau bersikap kasar padanya maka kau akan tau sisi lain dariku". Untuk pertama kalinya seorang Zion meninggikan suaranya saat bicara, laki-laki yang selalu bisa menahan emosinya dengan baik pada akhirnya jika menyangkut seorang anak tidak akan bisa menahan emosi dengan mudah.

__ADS_1


" Jangan hanya bisa mengancamku, dasar brengsek.. Aarkkk..." Riana mengacak-acak rambutnya.


" Ini adalah salah wanita sialan itu, lihat saja akan ku hancurkan hidupnya hingga tak tersisa".


********


" Apa anak Mami ingin bermain ?". Sejak pagi Richa memang selalu rewel, walau tidak mrnangis ia terus saja merengek entah apa yang di inginkannya. " Tapi sayang, om dokternya bilang anak mami masih harus banyak istirahat, atau mau mami gendong saja, kita jalan-jalan sambil mami gendong ya ?".


" Pa..pi..". Cyka berbalik dan melihat Risky yang sudah berdiri di dekatnya, dengan senyum lebar.


" Apa yang kamu lakukan". Cyka melihat Risky sudah melepas hinpuanya, " Kenapa kau keluar tanpa hinpusnya". Risky mendekat, sontak Cyka mundur dan terduduk di tepi ranjang putrinya.


Risky mendekat dan semakin mendekat namun Cyka juga terus saja menjauh hingga wajah keduanya hampir berbenturan.


Deg.


Deg.


Cyka memejamkan matanya kesal.


" Aaww...". Cyka memukul lengan suaminya itu. " Lihat sayang, mami sepertinya kesal karena papi tidak menciumnya malah mencium Richa".


" Jangan bicara omon kosong, aku tidak seperti itu". Celetuk Cyka.


" Hmm, benarkah.. lalu kenapa kau terlihat kesal sayang ?".


" Aku tidak kesal".


Cup.


Risky memcium pipinya.


" Aww.." lagi-lagi Risky mengerang akibat pukulan Cyka, " Bukankah mami sangat seksi saat marah sayang ".

__ADS_1


" Berhenti bercanda".


" Aku merindukanmu..". Cyka sedikit terkejut, sejenak suasana menjadi hening.


Tok tok.


Dokter masuk.


" Apa anda sudah merasa lebih baik ?". Risky mengangguk, " Lalu tuan putri, apa sangat senang bisa bersama papi maminya ?"


" Apa dia sudah baik-baik saja dokter, kenapa dia sudah melepaskan hinpusnya ?". Risky tersenyum bahagia karena Cyka terus saja menunjukkan rasa khawatir padanya.


" Tenang saja suami anda sudah baik-baik saja, hari ini juga dia sudah bisa pulang, namun untuk sementara usahakan lukanya tidak terkena air dan ganti perbannya secara teratur".


" Baik dok". Ujar Cyka.


" Ok, sayang om dokter keluar dulu, nanti om datang lagi, permisi".


" Ia dokter terima kasih banyak". Ucap keduanya bersamaan.


Cukup lama Richa di dekapan Risky hingga anak itu tertidur, Cyka yang sedang mengupas buah melirik kearah anak dan suaminya ia langsung bangkit lalu mendekat.


" Dia sudah tidur, baringkan saja dia". Pinta Cyka lalu di angguki suaminya.


Cyka kembali ke sofa dan melanjutkan yang sedang ia kerjakan. Risky berdiri di hadapannya cukup lama.


" Kenapa menatapku begitu ?". Risky hanya tersenyum, " Apa kau sedang memikirkan hal aneh di kepalamu ?".


" Tidak".


" Lalu apa ?".


" Hmm....." Risky menunduk lalu mendekatkan wajahnya pada Cyka, kali ini dia tak menghindar karena berpikir Risky sedang mencoba mempermainkannya lagi.

__ADS_1


__ADS_2