
Hai kakak kakak yang cantik, selamat datang di bab yang baru, sebelum membaca mohon jempolnya nge like dulu ya, dan tinggalkan jejak di kolom komennya. Terima kasih, sehat selalu semuanya.
*❄❄❄❄ Jika kamu merasa tidak bisa mengucapkan kata kata yang baik, perkataan sopan dan juga tidak menyakiti hati maka pilihan terbaik adalah diam. ❄❄❄❄
🎈🎈🎈🎈🎈*
Risky sudah menunggu Cyka di depan hotel, lalu tak lama kemudian Cyka pun keluar dari gedung hotel tersebut. Cyka melihat Risky sedang berdiri disamping mobilnya, lalu ia pun mendekatinya dengan rasa enggan. Andai saja ia tidak mengiakan ajakan laki laki itu ia pasti lebih memilih untuk makan siang bersama Lirra dan Keysa. Dengan begitu ia tidak perlu merasakan situasi canggung seperti saat ini.
" Masuklah..." Ujar Risky setelah dia membukakan pintu mobilnya.
Risky akan menyetir sendiri, mereka hanya akan makan berdua, Cyka masuk kedalam maobil setelah menutup pintu mobil Risky pun langsung ikut masuk kedalam mobil. Risky pun langsung melajukan mobilnya ke jalan raya.
Di dalam mobil Cyka terlihat sangat gugup tidak sekalipun dia mencoba melirik kearah Risky, sedangkan Risky sudah berkali kali melirik nya.
" Kau tidak perlu segugup itu, aku tidak akan melakukan hal aneh padamu..." ucap Risky mengejutkan Cyka. " Kita cuma mau makan, jadi kau bisa bernapas dengan normal Cyka." tambah Risky, dia mentebut nama Cyka dengan entengnya. Cyka merasa semakin gugup saat Risky menyebut namanya.
" B--Baik pak." jawab Cyka gugup. Walau Risky memintanya untuk tidak gugup namum apa yang bisa ia lakukan, saat ini situasinya mengharuskan dia untuk gugup walau ia tidak menginginkannya.
" Apa ada makanan khusus yang ingin kau makan?" tanya Risky
" Apa?" tanya Cyka terkejut sampai membuatnya menoleh ke arah Risky.
Dia bingung kenapa Risky malah bertanya padanya, bukankah dia yg mengajak nya keluar makan kenapa malah bertanya Cyka ingin makan apa.
" Aku bertanya, apa yang ingin kamu makan?" Risky memperjelas pertanyaannya.
" Kenpa bapak bertanya pada saya?" Tanya Cyka bingung.
" Karena kau yang akan makan bersamaku, lalu aku harus bertanya pada siapa lagi kalau bukan kamu" ujar Risky, sambil menatap Cyka.
" Tapi bukankah bapak yang mengajakku makan, lalu bukankah seharusnya bapak yang menentukan kita akan makan apa." seru Richa ragu ragu.
" Karena kali ini aku ingin kita makan, menu pilihanmu." Jawab Risky.
" Apa maksudnya dengan kali ini? Apa bapak bermaksud akan makan siang lagi denganku setelah hari ini?" Tanya Cyka mengutarakan isi pikirannya.
" Tentu saja." Jawab Risky enteng.
" Apa?" entah berapa kali Cyka sudah mengatakan hal itu, kata ( Apa ) Seakan sudah menjadi kata baku dalam mulutnya. Risky hanya tersenyum kecil melihat reaksi bingung Cyka.
" Itu benar, karena mulai hari ini kau harus selalu menemaniku makan siang. Kau dan aku akan makan siang bersama setiap harinya." Tegas Risky.
" Apa? Tapi kenapa pak?" Tanya cyka dengan tatapan yang penuh tanda tanya. Cyka merasa semakin bingung, kenapa tiba tiba Risky mengatakan kalau mereka akan selalu makan siang bersama.
__ADS_1
"Em, anggap saja itu adalah bayaran dari kesalahan yang sudah kau lakukan."
" Tapi pak."
"Alasan lainnya karena saya tidak suka makan sendiri." ucap Risky
" Jika bapak tidak suka makan sendiri, bukan kah bisa di temani orang lain, dan kenapa harus saya pak"
" Siapa orang lainya? " tanya risky.
" Siapa saja, kenapa tidak di temani sekertaris bapak saja kenapa harus saya." jelasnya
" Hmm, jadi artinya kau menolak?"
" Tidak, bukan begitu..."
" Kalau begitu, ku anggap kau setuju." Tegas Risky.
" Apa? Saya gak bilang setuju juga pak. Hanga saja ini terlalu.."
"Satu hal lagi, saya gak suka makan dengan seorang pria." Tangkas Risky memotong ucapan Cyka.
Kalau gak suka sama pria, makan saja wanita lain. Kenapa harus aku sih.
"Karena itu kamu harus menemaniku makan..." Tegas Risky lagi.
" Kenapa saya?" tanya cyka lagi.
" Karena kamu seorang wanita." jawabnya
Dia ini sangat pintar menjawabku, percuma berdebat dengannya.
" Tapi pak...."
" Brhentilah bicara, kita sudah sampai." Ucap Risky menghentikan kata kata cyka. Seraya menepikan mobilnya di tempat parkir.
Mereka tiba di depan sebuah restoran mewah, Risky langsung turun dari mobil dan berjalan memutar untuk membukakan pintu mobil dan Risky melihat Cyka masih terlihat bengong bahkan belum juga melepaskan sabuk pengamannya.
" Mau sampai kapan kau terua bengong dan tidak keluar dari dalam sana" ucap Ricky.
Risky menunduk dan memasukkan kepalanya kedalam mobil beruaha melepaskan seatbelt Cyka. Wajah Risky berada sangat dekat dengan wajah Cyka yang hanya berjarak kira kira 2 centimeter. Seatbelt nya sedikit macet, sehingga Risky cukup kesulitan membukanya. Jangankan menjawab pertanyaannya, lagi lagi Risky membuat Cyka kesuliatan untuk bernapas. Aroma mint serta hangat napasnya menghempas sempurna keseluruh wajah Cyka. Karena sangat gugup Cyka tidak berani mengangkat wajahnya ia bahkan sampai menggigit bibir bawahnya. Hingga beberapa detik kemudian saat seatbelt terlepas Risky dan Cyka saling menoleh dan bibir Risky tidak sengaja menempel tepat di bibir Cyka.
Deg deg
__ADS_1
Jantung Cyka seperti berhenti berdetak, terlebih ketika Cyka replek melepas gigi dari bibir bawahnya. Karena terkejut mereka hanya terdiam beberapa saat, ketika keduanya tersadar, Risky langsung menjauh kan wajahnya dan berdiri, bahkan belakang kepalanya sampai kejedot sisi mobil.
Cyka merasakan panas di wajahnya, dan dia masih tetap terdiam di dalam mobil seakan nyawanya sudah tidak berada di tempatnya, tatapan Cyka kosong. Wajahnya merona bak udang rebus.
" Keluarlah..." Ucap Risky mengejutkan Cyka.
Cyka langsung keluar dari dalam mobil tanpa mengatakan apa apa. Cyka mengikuti langkah Risky memasuki restoran
Cyka memperhatikan suasana di dalam restoran tersebut yangg begitu mewah, ini pertama kalinya ia masuk ke dalam restoran semewah itu.
" Silah kan duduk nyonya, tuan." ucap seorang pelayan yang mempersilahkn keduanya untuk duduk. Di dalam restoran tidak terlalu banyk bengunjung. Hanya terlihat ada beberapa meja yang terisi dan terlihat jelas hanya orang kaya yang masuk ke dalam restoran itu.
Risky belum juga mendapatkan jawaban dari Cyka tentang apa yang ingin dia makan.
" Jadi makanan apa yang ingin kamu makan hari ini?" Risky kembali bertanya.
" Terserah bapak saja." Jawab Cyka.
" Kalau begitu hari ini kita makan pilihan ku saja." Seru Risky.
" Besok kita akan makan yang kamu mau, jadi mulai sekarang kamu harus mulai memikirkannya." Kata Risky menegaskan.
" Memikirkan apa?" Tanya Cyka bingung, Risky menatapnya, lalu ia pun mengerti apa maksus dari laki laki itu. " Baiklah..." jawab Cyka tanpa menyadari ucapannya sendiri.
Pikirannya masih pada kejadian di dalam mobil tadi, dia tidak percaya baru saja mencium bosnya itu.
Cyka berkali kali mendesah, sedangkan Risky sudah selesai memesankan makanan yang akan mereka makan siang ini.
Cyka tidak berani menatap Risky, tapi Risky malah turus saja menatapnya, dengan senyuman yg menggemaskan, melihat Cyka yang salah tingkah membuatnya semakin menikmati pemandangannya saat ini.
Saat Cyka mengankat kepala nya dan melihat Risky mata mereka pun saling bertemu, tiba tiba Rsky tersenyum padanya membuat Cyka lagi lagi merasakan panas di wajahnya.
Oh tuhan, apa yg terjadi padaku, kenapa jantungku berdetak sekencang ini? Tanya nya di dalam hati.
.
.
.
.
❄❄❄❄ Seperti halnya kamu menginginkan untuk bisa melihat mutiara yang berharga, maka kamu harus diam saat kamu mengetahui tidak mengetahui tanpa mengucapkan sepatah kata yang tidak berarti.❄❄❄❄
__ADS_1
Jangan lupa like dan komennya ya, kakak kakak yang cantik. Terimakasih, dan salam kasih dari Author, 😘😘😘😘