
Cyka yang duduk di samping putrinya terus menggenggam tangannya seraya sesekali membelai wajahnya.
" Ma..mi.." Richa sadar lalu mengangkat kedua tangannya meminta di gendong.
" Iya sayang, anak mami akhirnya bangun juga, putri mami sangat pintar". Cyka memeluk putrinya dengan sangat erat, seraya mebelai rambut panjangnya.
Tanpa Cyka sadari Risky sudah berdiri di belakangnya.
" Pa..pi..". Cyka terkejut mendengar putrinya mengucapkan kata itu.
Cyka berbalik matanya terbelalak mendapati Risky sedang berdiri dibelakangnya dengan sorot mata terkejut juga.
" Apa yg kamu lakukan disini ?".
" Apa dia baru saja menyebut.."
" Pa..pi, icha ua pa..pi". ucap gadis kecil itu terbata-bata masih kurang jelas. Ia bahkan minta di gendong olehnya.
Saat Risky ingin meraih nya sontak ia menarik kembali tangannya sambil menatap Cyka.
" Boleh aku memeluknya ?" tanya Risky dengan suara rendah.
Sebebarnya hatinya berat, namun melihat putrunya yang begitu antusias ingin di gendong olehnya, membuatnya tak tega. Ia hanya mengangguk memberi ijin, Cyka bergeser dari tempatnya.
" Apa kau mengenali pa..pi ?" terdengar suaranya sedikit serak seperti menahan tagis.
Matanya mulai berkaca-kaca. Begitu pun Cyka.
Dia menyesali banyak hal, rasa bersalah karena membiarkan Cyka melewati hari-hari tersulitnya selama ini tanpa dirinya di samping istrinya itu, belum lagi dalam keadaan Richa yang sakit parah seperti itu.
" Maaf karena papi tidah bersamamu selama ini, sayang, papi pantas di hukum untuk itu".
" Wah ternyata putri cantik sudah bangun". ucap dokter yang sudah masuk, " Biar dokter ganteng periksa dulu ya sayang". Dokter mulai memeriksa keadaannya.
" Ma..mi.." Ia minta di gendong olehnya. Cyka langsung memeluknya.
" Bagai mana keadaan nya dokter?". Tanya Risky.
" Syukurlah keadaannya sudah membaik, kita tunggu hingga besok sampai keadaannya benar-benar membaik baru bisa pulang".
__ADS_1
" Baiklah dokter".
Setelah dokter pergi Risky geli melihat Cyka dan Richa sedang asik tertawa saling bercanda. Richa terlihat sangat menggemaskan saat tertawa.
Tiba-tiba Richa batuk-batuk membuat Risky dan Cyka panik.
" Ayo minum sayang, bukankah Mami sudah bilang jangan tertawa berlebihan dulu".Omelnya.
" Apa dia baik-baik saja ?".
" Hmm" jawab Cyka seadanya.
Setelah putrinya tidur kedua orang itu keluar.
" Bicaralah denganku ". Risky menarik tangannya.
" Jangan sekarang, aku sedang tidak ingin bicara denganmu".
*******
Risky sedang fokus dengan leptopnya saat Zion masuk keruangannya.
" Bereskan pekerjaannya terlebih dulu baru kita bicara". Zion hanya mengangguk pasrah mengikuti perintah atasannya itu.
" Risky.." Mia yang tiba-tiba masuk tanpa mengetuk pintu.
" Apa kau tidak punya sopan santun !". celetuk Zion namun tak di hiraukan oleh Mia.
" Jangan menggangguku, sudah berapa kali ku katakan aku tidak ingin melihatmu".
" Kenapa kau melakukan itu, kenapa harus wanita itu, dia bahkan menggandeng pria lain di hadapanmu, lalu kenapa kau terus saja mengejar wanita sialan itu".
" Mia.." Bentak Zion
BRAKK!
Risky memukuk meja lalu menatap Mia geram.
" Jika kau buka lagi mulut kotormu itu aku akan menghabisimu, jika kau berani menghina wanitaku lagi akan ku pastikan kau menyesal selamanya". Zion tak pernah melihat tatapan Risky yang seperti ini begitu pun Mia, " Kau.. jika bukan karena ulahmu istriku tidak akan mengalami hal mengerikan dan menderita sendirian selama 4 tahun ini, jadi selama aku masih menjadi manusia lenyap lah dari hadapanku untuk selamany". Tegas Risky.
__ADS_1
" Kau dengar itu, sebaiknya kau kelauar sekarang ". tambah Zion.
" Kau akan menyesali tindakanmu hari ini Risky.." ancam Mia seraya bergegas keluar dengan kesal.
' Kali ini akan ku pastikan wanita sialan itu lenyap untuk selamanya ' gerutu Mia yang sudah berdiri di luar ruangan.
" Aku tidak mengerti dengan gadis itu, dia seperti tidak punya harga diri sama sekali".
" Kau pikir dia masih memilikinya ?". Celetuk Risky.
" Lalu apa yang harus kita lakukan ? sepertinya dia serius dengan ancamannya, aku cuma khawatir terjadi sesuatu pada Cyka seperti sebelumnya".
" Aku tidak akan membiarkan itu terjadi, akan kupastikan mereka tetap aman ".
" Mereka ?" Zion mengulangi, " Apa maksudnya mereka?". Zion terlihat bingung.
" Hmm, Cyka dan putrinya".
" Hah... kamu bilang apa ? putrinya maksut kamu dia punya seorang putri ?".
" Hmm".
" Jadi, dia benar-benar sudah menikah ?".
" Tidak".
" Tidak, maksud kamu.. ayolah coba bicara dengan jelas agar aku bisa mengerti".
" Putrinya bersamaku ".
" Haah... Serius lo ? tunggu... tunggu dulu, jadi maksud kamu Cyka melahirkan anakmu?".
" Hmm".
" Jadi saat dia meninggalkanmu dia sedang hamil, dengan guncangan seoerti itu putri kalian tetap bertahan ? Cyka bahkan melahirkannya, Wuah.... gila lo Kiy, jadi itu alasannya kenapa dai begitu membencimu, jika aku menjadi dirinya aku juga akan mengutukmu jadi batu".
" Aku tidak tau dia sedang hamil saat itu".
" Jangan kan dirimu, aku yakin dia juga tidak tau hal itu saat itu, kalian bahkan belum menikah sampai seminggu". Risky memijat pelipisnya, " Jadi apa yang akan kamu lakukan sekarang ? apa dia sudah memaafkanmu ?". Risky menggeleng.
__ADS_1