Ku Hanya Ingin Dicintai

Ku Hanya Ingin Dicintai
Anak kriminal.


__ADS_3

" Tapi wanita itu tidak menginginkan anaknya, kita bisa terus merawatnya dan menganggapnya anak kita sendiri kan ?", tegas Risky.


" Walau begitu, apa yang akan terjadi padanya saat dia dewasa, saat dia tau kalau ibunya ternyata seorang kriminal, menurut mas apa tanggapannya ", kekeh Cyka.


" Aku tetap tidak bisa melakukannya ", tolak Risky.


" Mas... lihat aku ", pinta Cyka, karena sejak tadi Risky memang terus membelakanginya, " Aku tau mas kecewa aku juga mas, tapi anak itu gak salah sayang dia tidak tau apa pun, setidaknya lakukan ini demi dirinya, aku tau mas khawatir sama aku dan anak-anak, tapi mas bisa cari cara lain kan untuk menghukumnya, mas juga tau kan tuhan juga sudah memberi hukuman padanya, jadi kita berharap aja dia bisa berubah mulai sekarang ", jelas Cyka.


Risky langsung menarik Cyka dalam pelukannya, " Aku berharap kau bukan wanita yang sebaik ini sayang, jadi aku tidak akan setakut ini, tapi kenyataannya karena hal ini lah aku begitu mencintaimu, wanitaku seorang malaikat berwajah manusia", Ucapnya seraya memberikan kecupan di keningnya.


" Ahh... iya, aku mau minta satu hal lagi mas... ", ujar Cyka.


" Hmm... apa lagi ?", tanya Risky bingung.


" Aku tau mas mungkin gak bakal suka ini, tapi mas... aku mau menjenguknya di...", kalimat Cyka terhenti.


" Lupakan itu, aku tidak akan mengijinkannya ", tegas Risky.


" Mas... setidaknya dengarkan aku dulu sampai selesai ", ujar Cyka manja.


" Haihhh, katakan !", Risky pasrah.


" Mas temani aku menemuinya, ada yang harus ku katakan padanya sayang, hmm !!", kekehnya.


" Apa kau tau tindakanmu ini sangat berbahaya dan bodoh Cyka... !", ucap Risky kasar.


" Mas... ", rengek Cyka.


" Oke, besok pagi aku antar kamu ke rumah sakit ", Risky mengalah.


Sore hari.


" Sore bi !", sapa Zion

__ADS_1


" Sore den Zion, mau jemput si kecil ya den ?", tanya bi Ita.


" Iya bi, dimana semua orang ?", jawab Zion.


" Papa.... ", panggil Rehan yang langsung berlari menghapirinya, Zion jongkok lalu memeluk putra tercintanya itu.


" Uuhhh anak papa pintar ", Zion langsung menggendongnya, terlihat Risky dan Cyka juga bersama putrinya mendekat.


" Hi Bro !", sapa Risky.


" Sore mas.. ", timpat Cyka.


" Sore...", jawab Zion ", hi tuan putri ", Zion mencubit pipi Richa.


" Ayo duduk mas... ", ujar Cyka.


" Bagai mana dengan kantor Yon ?", tanya Risky seraya mereka semua duduk.


Rehan duduk di pangkuan Zion, dan Richa duduk di pangkuan papinya. Sedangkan Cyka pergi ke dapur untuk menyiapkan minuman dan cemilan.


" Hmm ", jawab Risky datar.


" Kali ini mungikn akan sulit untuk kita, karena papa yang mengajukan rapat ini, apa kau sudah memikirkan jalan keluarnya ", tanya Zion serius.


" Hmm, aku pikir kau mungkin tidak akan menyukai ideku, tapi ini akan menjadi alat perlawanan yang layak untuk melawan papa ", tegas Risky.


" Oke, terserah lo aja ", ucap Zion.


Beberapa menit kemuadian Cyka kembali dengan membawa minuman dan cemilan.


" Ini minumannya mas...", ucap Cyka seraya meletakkan nampan di atas meja.


" Terima kasih sayang ", ucap Risky

__ADS_1


" Papa main ", minta Rehan.


" Baiklah, mainlah bersama Richa ", ucap Risky.


Kedua anak itu mulai bermain lagi, keduanya saling kejar-kejaran kesana kemari.


" Mas... bagai mana keadaan Riana saat ini ?", tanya Cyka. Zion tersenyum tipis.


" Kata dokter keadaannya sudah membaik, tapi sikap masih sama, pemarah dan emosian, dia bahkan masih menolak melihat putranya walau apa yang sudah terjadi padanya.


" Aku sudah menduga itu akan terjadi ", ucap Risky, " karena mama yang begitu memanjakannnya sejak kecil sehingga sikapnya jadi seperti itu, entah apa yang membuatnya jadi tidak memiliki hati seperti itu ", lanjut Risky mengusap kasar wajahnya.


Cyka menepuk punggug suaminya itu.


" Kita berharap aja mas suatu hari dia akan berubah, hmm !", ujar Cyka.


" Ahhh... aaaa... huaaaa... ", Rehan menangis.


Sotak mereka terkejut dan langsung berlari mendekati anak-anak.


" Rehan... ", seru ketiganya bersamaan.


" Ada apa sayang ?", Zion langsung mengankat putranya itu, dan melihat lututnya agak memar.


" Huaaaa... ", Richa ikut menangis.


" Uhhh anak mami, kenapa ikut menangis kan yang jatuh Rehan sayang ", Cyka memeluk puntrinya itu dan menepuk punggungnya.


" Jangan menangis sayang, kita akan mengobati Rehan oke", bujuk Risky.


Saat Cyka membersihkan lutut Rehan, Richa terus saja menangis, sedangkan Rehan sudah tak menangis, layaknya anak cowok.


" Apa sakit sayang ?", tanya Cyka, Rehan menggeleng, " anak pintar ", Cyka memeluknya.

__ADS_1


" Berhenti menahis, Rehan saja sudah tidak menangis, ayo peluk Rehannya sayang, biar sakitnya jadi hilang", ucap Cyka, dan kedua anak-anak itu pun langsung saling berpelukan.


Keduanya terlihat begitu mengemaskan.


__ADS_2