Ku Hanya Ingin Dicintai

Ku Hanya Ingin Dicintai
Richa yang imut


__ADS_3

Pukul 22.00


Cyka tak juga bisa tidur, ia merasa sangat gelisah, sedangkan putrinya sedang tertidur lelap sambil memeluk erat tububnya.


Cyka mengacup kening Richa, seketika air matanya menetes, mengingat anak malang itu tidak akan pernah bisa mendapatkan kasih sayang dari sosok seorang ayah.


" Maaf, Sayang, Mami janji sama kamu, apa pun yang terjadi akan Mami pastikan Richa pasti hidup dengan baik dan bahagia. " Bisik Cyka setaya mengeratkan pelukannya, ia membelai kepala putrinya.


' Apa pun yg terjadi, Mami nggak akan biarkan Richa tau atau pun ketemu dengan laki-laki itu. ' batin Cyka.


Dari luar Cyka mendengar suara mobil baru saja memasuki pekarangan rumah


' Apa, itu Fakhri baru pulang. ? tadi dia pergi tanpa mengatakan apa-apa, atau mungkin di masih salah paham padaku ?' batin Cyka yang masih belum mengerti isi pikiran putra Tuan Joenathan tersebut.


Karena merasa tidak tenang Cyka keluar dari kamar lalu berjalan menuju arah dapur. Ia melihat seseorang sedang membuka lemari es tanpa menghidupkan lampu.


' Apa itu Fakhri ?'


Dengan hati-hati Cyka melangkah.


Burrrrrrr....


" Ahhh..." jerit Cyka.


Sebuah semburan air mengenai wajahnya. Saat Fakhri berbalik dan mendapati Cyka berdiri tepan di depannya membuatnya sangat terkejut tanpa sadar air yg masih ada di dalam mulutnya yang belum sempat ia telan tersembur keluar.


Mendengar teriakan Cyka Fakhri dengan cepat mencari saklar listrik dan menyalakannya.


" Apa yg kau lakukan ?" tanya Fakhri pada Cyka yg masih tetap menutup matanya.


Fakhri mengambil sebuah serbet yang ada di atas meja dan memberikannya pada Cyka.

__ADS_1


" Seharusnya aku yg bertanya, apa yang kau lakukan disini ?" tanya Cyka balik setelah membersihkan wajahnya yang sangat basah, akibat semburan air dari mulut Fakhri.


" Aku sedang minum. " jawab Fakhri singkat.


" Lalu kenapa tidak menyalakan lampunya ! dan juga, apa kau pikir aku tanaman yg butuh di siram " Celetuk Cyka terdengar sedikit kedal.


' Siapa suruh kau tiba-tiba nongol, seperti hantu. Siapa yang tidak terkejut jika melihatmu seperti ini ' Batin Fakhri.


" Maaf, itu sudah jadi kebiasaan, jadi aku lupa sudah ada penghuni lainnya di rumah ini. " dalih Fakhri.


' Maksud lo, gue hantu gitu, seenaknya aja nyebut gue, penghuni. ' gerutu Cyka


Cyka terlihat cemberut dan menundukkan wajahnya.


" Lalu apa yang kau lakukan disini ?" Tanya Fakhri sedikit merendahkan nada bicaranya.


" Hem.... Oh itu, aku juga ngerasa haus dan ingin mengambil air minum. " jawab Cyka gelagapan.


Cyka mengangguk pelan, lalu mengambil air dari dalam lemari es.


Saat Fakhri masih menaiki beberapa anak tangga lalu ia berbalik kembali menatap Cyka.


" Kau, lain kali jangan keluar memakai pakaian seperti itu, kau bisa membuat orang lain serangan jantung. " ujarnya sebelum akhirnya melanjutkan langkahnya.


Cyka mengerutkan keningnya. " Apa barusan dia takut, karena mengira aku hantu ?" ucap Cyka sambil tersenyum tipis seperti mengejek tingkal pengecut laki-laki bertubuh kekar dan tinggi tersebut.


' Aku tidak menyangka, orang seperti dia tau rasa takut juga. ' Cyka belum puas mengejek Fakhri, bahkan di dalam pikirannya pun masih melakukan hal tersebut.


******


Pagi hari pukul 7.30

__ADS_1


Cyka sedang menyuapi Richa sarapan, tiba-tiba terlihat Fakhri sedang menuruni anak tangga, saat Cyka menatapnya ingatan tentang kejadian semalam tergambar kembalu dengan jelas di pikiran Cyka.


Lalu tanpa sadar ia tersenyum kembali. Fakhri yang merasa sedang di perhatikan oleh seseorang merasa risih dan akhirnya ia menoleh ke arah ruang tamu dan sorot matanya berhenti di tatapan Cyka.


Karena merasa tertangkap basah oleh Fakhri, Cyka dengan cepat memalingkan wajahnya menghindari tatapan Fakhri.


Tak, tak, tak.


Suara langkah kaki Fakhri berhenti di samping Cyka, karena menyadari itu ia mendongak menatap laki-laki tersebut.


" Apa yang akan mau lakukan ?" tanya Fakhri tiba-tiba


" Apa ?" tanya Cyka bingung.


Fakhri duduk di sofa yang posisinya berhadapan dengan Cyka.


" Kau, datang kesini, dan tinggal dirumah ini, pasti punya tujuan kan ? " lanjut Fakhri.


" Tentu saja. " jawab Cyka terdengar sangat tegas dan serius.


" Lalu, apa yg di katakan apa itu benar ?"


" Memang paman Joe bilang apa ?"


" Kalau kau akan bekerja di perusahaan kita sebagai sekertarisku. " jelas Fakhri.


" Hemm, itu benar. " tegas Cyka.


" Hahaha..." tiba-tiba Fakhri tertawa saat melihat Richa bertingkah lucu dan menggemaskan.


Richa sangat serius melihat acara televisi yang ada di ruang tamu, televisi berukuran besar itu sedang menampilkan acara hewan-hewan lucu yang sedang menari dan bernyanyi, karena Richa adalah anak yangg cerdas dan cepat tanggap, ia mengikuti gerakan hewan-hewan tersebut. Hingga membuat semua orang yang melihatnya pasti tertawa karena tingkah lucunya.

__ADS_1


__ADS_2