Ku Hanya Ingin Dicintai

Ku Hanya Ingin Dicintai
Pencangkokan.


__ADS_3

Tok tok.


Fakhri masuk.


" Apa dia sudah tidur ?" Tanya Fakhri dengan suara sedikit berbisik. Cyka menggangguk pelan, " Bicaralah denganku diluar". Ajaknya, lalu mereka pun keluar bersama.


Keduanya duduk di kursi tunggu.


" Apa kau sudah memberi tahunya ?". Cyka menggeleng, " Kau tau seperti apa keadaan putrimu saat ini kan ? dia butuh melakukan transplantasi secepatnya".


" Bagaimana kamu bisa tau". Cyka terkejut Fakhri bisa mengetahui hal itu.


" Aku orang dewasa Cyka, bahkan tanpa aku bertanya pada dokter pun aku tau apa yang di butuhkan putrimu saat ini, dan kemarin dokter juga memberitahuku keadaan putrimu saat ini semakin memburuk".


" Aku tau".


" Jika kau tau apa yang membuatmu ragu seperti ini, bukankah ini tujuan mu kembali ?".


" Hmm".


" Lalu, kenapa kau tidak mengatakan padanya dan memintanya untuk menyrlamatkan putrimu, apa karena kau membencinya, lalu bagai mana dengan Richa, apa rasa bencimu bahkan membuatmu rela mengorbankan dia".


" Tentu saja tidak, dia adalah alasan satu-satunya aku masih bertahan hidup samapi saat ini, dia adalah nyawaku, dia napasku".


" Kalau begitu tunggu apa lagi, minta ayahnya untuk menyelamatkannya, kau tidak mungkin bisa mencuri sumsum tulang belakang lnya tanpa mengatakan padanya kan ?".


" Aku hanya butuh waktu".


" Tapi putrimu tidak punya waktu, keegoisanmu membuatnya sangat menderita, dia terus saja merasakan sakit di sekujur tubuhnya setiap detik Cyka".

__ADS_1


" Aku akan segera melakukan pemeriksaan kecocokan". Ucap Risky yang tiba-tiba sudah berdiri di samping mereka berdua, " Kau bisa membenciku selamanya, dan aku akan menerima hukumanku, kau bisa melakukannya bahkan setelah kita menyelamatkan putri kita".


Dengan linangan air mata Cyka terus menatap Risky penuh kebencian, Risky mendekat lalu menghapus air matanya.


" Atas kesalahan yang kulakukan padamu dan putriku, aku akan menebusnya sampai akhir hanyatku". Cyka semakin terisak dadanya semakin sesak mendengar ucapan Risky.


Risky menariknya dalam pelukannya. " Maaf sayang, aku pasti akan menyelamatkan putri kita, jadi bersabarlah sebentar lagi, kau bisa menghukumku setelah itu, hmm". Cyka semakin terisak seraya memukul tubuh Risky yang tak terasa sakit, namun Risky semakin menegrratkan pelukannya.


********


Setelah hasil pemeriksaan keluar dan di nyatakan cocok, dokter langsung menjadwalkan waktu untuk melakukan operasi pencangkokan sumsum tulang belakang.


Salsa menggenggam tangan mungil putrinya sebelum masuk ke dalam ruang operasi. Anak itu bahkan tak merasa takut atau menangis.


" Anak mami memang sangat pintar dan kuat, mami akan ada di sini sayang, jadi Richa jangan takut ok, My love my honey". Ucap Cyka seraya mencium pipi putri tercintanya.


Anak itu hanya tersenyum sambil melambai padanya, untuk anak seumuran Richa dia memang tergolong cerdas.


" Semuanya akan baik-baik saja, jangan khawatir". Ucapnya memberikan kekuatan pada Cyka, kendatinya yang seharusnya Cyka lah yang mengatakan itu padanya, karena yang akan berjuang hidup dan mati adalah dirinya." Berhentilah murung, apa kau menghawatirkanku". Godanya melayangkan senyuman mengoda.


" Jangan mati, kau harus bertahan hidup". Risky tertawa ringan.


" Tentu saja, aku masih ingin hidup bersama kalian".


Pembicaraan berakhir dan Risky pun langsung di bawa ke ruang operasi.


Dengan rasa khawatir Cyka terus menunggu di depan ruang operasi di temani Fakhri dan juga Zion.


Dia terus saja mondar mandir tak tenang.

__ADS_1


" Tenang lah, mereka pasti akan baik-baik saja". ucap Zion sambil menepuk pundak Cyka. " Kau harus duduk jika tidak ingin jatuh pungsan". Cyka menuruti saran Zion lalu duduk di kursi tunggu.


Dia menggenggam kedua tangannya. " Tuhan, tolong selamatkan mereka, jangan sampai terjadi sesuatu pada salah satunya pun". Cyka memejamkan matanya sambil terus berdoa.


4 jam sudah berlalu Cyka semakin khawatir karena dokter belum juga keluar dan operasi tak kunjung selesai, sudah berkali-kali Cyka bertanya pada Zion mau pun Fakhri.


" Kenapa lama sekali ? apa terjadi sesuatu pada meraka ?". Cyka terlihat sangat khawatir.


" Tenanglah, kau harus tenang, mereka pasti baik-baik saja ". ucap Fakhri coba membuat Cyka tenang.


Krekk!


Dokter keluar dengan cepat Cyka mendekatinya.


" Bagai mana dokter, apa putriku baik-baik saja ?".


Wajah dokter terlihat murung mebuat Cyka dan semua orang sedikit panik.


" Dokter kenapa diam saja..". Lanjut Cyka.


" Ada apa dokter, apa terjadi sesuatu ? bicaralah ?". timpal Zion.


Dokter menarik napasnya dalam-dalam lalu menghembuskannya secara perlahan.


" Tenanglah, putri anda baik-baik saja". Seketika Cyka hampir terjatuh namun di topang oleh Zion.


" Syukurlah" Seru semua orang bersamaan.


" Namun.. ada kabar buruk lainnya".

__ADS_1


Kalimat yang di ucapkan dokter tersebut membuat semua orang kembali panik.


__ADS_2