
Di dalam mobil.
Risky mengemudikan mobilnya menuju kantor Fakhri untuk mengantarkan Cyka, Wajahnya terlihat murung, ia tak mengatakan apa pun, Cyka yang melihat perubahan itu sedikit merasa tertekan.
" Mas...". Seru Cyka namun tak di respon olehnya, " Mas terlihat kesal, apa aku boleh tau alasanya ?".
Risky menghela napas, " Jangan khawatir aku baik-baik saja ", Menoleh sejenak, " Aku pasti akam segera membaik jadi kamu tenang saja sayang". lanjutnya dengan senyuman ringan.
" Aku berharap mas jujur padaku, agar aku bisa mengerti kenapa mas begitu tidak menyukai keputusannku".
"Mas cuma ingin terus bersama mu saja, entah itu di kantor atau pun di rumah". Dalihnya.
Cyka tertawa, " Aku sudah ada di sisimu sayang, aku akan selalu bersamamu, aku tidak akan pergi kemana pun meninggalkanmu mas", Risky menatap lekat Cyka, " Aku hanya bekerja sayang, Hmm!". lanjutnya menyakinkan.
Risky mengangguk, lalu ia menggengam tangan istrinya itu alih-alih menciumnya.
Tiba di depan kantor tempat Cyka bekerja.
" Terima kasih sayang". Ucap Cyka sebelum membuka pintu mobil.
" Ett...". Risky menghentikan gerakan Cyka yang mau keluar, " Kau akan pergi begitu saja ?". Cyka pura-pura bingung.
" Hmm !". Risky memonyongkan bibirnya.
" Ahh..", erangnya, " Sayang...".
Cup.
Cyka mencium pipinya lalu bergegas keluar dari dalam mobil, dengan senyum lebar. Risky masih mematung memegangi pipinya.
" Ini hanya sebuah ciuman di pipi tapi kenapa jantungku bisa berdebar seperti ini ?".
Tok tok.
Risky berbalik dan melihat Cyka sedang memintanya menutunkan kacanya.
" Ada apa ? apa masih ada yang tertinggal ?". tanya Risky namun di jawab dengan gelengan olehnya.
Cyka menarik dasinya.
Cup.
__ADS_1
" Aku mencintaimu mas....". Risky terkejut dengan perubahan sikap Cyka saat ini, yang mulai agresif seprti itu.
" Masuklah, aku akan menjemputmu saat pulang kerja". Ujar Risky.
" Ok, mas hati-hati di jalan". Pamitnya seraya melambaikan tangan.
Setelah mobil melaju cukup jauh Cyka pun melangkahkan kaki masuk ke gedung kantor.
*******
" Bagai mana keadaan Cyka dan putrimu saat ini ?". Tanya Zion.
" Hmm, mereka baik-baim saja".
" Syukurlah, Lalu Mia, apa yang akan kau lakukan padanya ". Risky tediam, " Kau tau wanita itu, pasti tidak akan berhenti sampai di sini ". Lanjut Zion.
" Hah... Tentu saja aku tidak bisa membiarkannya begitu saja".
" Lalu apa yang akan kau lakukan ?".
" Minta orang kepercayaan kita untuk menciri data rahasia perusahaan ayahnya".
" Apa ? lalu apa yang akan kau lakukan dengan itu ?". Zion terlihat terkejut, " Jangan bilang...". Zoin sudah bisa menebak isi kepala Risky.
" Tapi kau tau kan itu tidak mudah dan sangat beresiko ".
" Tentu saja, tapi ini sudah melewati batas kesabaranku, kau mengertikan !". Tegasnya, yang langsung di angguki oleh Zion.
" Lalu soal Raina... Aku sudah memecatnya dari jabatannya". Zion terlihat mengerti maksud bos sekaligus kakak iparnya itu.
" Aku mengerti".
" Kau bisa melepaskannya juga jika kau sudah tak sanggup mengimbanginya". Zion tertawa mendengar ucapan Risky.
" Gue bingung sama lo kiy, sejak awal kau tidak pernah mendukung hubunganku denagnnya".
" Karena aku masih berharap kau bisa mendapatkan istri yang lebih baik darinya Zion nyengir, " Lo tau sendiri kan sipatnya, wuah... aku yang kakaknya saja tak mampu mengimbangi keras kepalanya itu".
" Lo bener, tapi lo juga tau alasan ku menikahinya".
" Cinta lo sama dia itu buta Yon..".
__ADS_1
" Jangan menasehatiku, apa bedanya kau denganku", Risky menaikan alisnya, " Ter'obsesi sama saru cewek selama bertahun-tahun sama saja cinta buta namany".
" Hmm,,,, anggap saja kita sama-sama buta". Keduanya malah tertawa.
" Keluar lo, kerjain tugas lo". Usirnya.
" Aiss... ok gue keluar".
*******
Risky menjemput Cyka sepulang kerja, sebelum pulang kerumah Cyka mampir ke super market untuk membeli beberapa senek untuk putrinya, Risky yang menemaninya terus saja mengacaukan belanjaan yang di beli Cyka, Dia mengambil barang-barang dari rak-rak lalu menaruhnya di keranjang belanjaan yang ia dorong.
" Aw..", Cyka memukul lengannya.
" Kamu apa-apaan sih mas...".Celetuknya.
" Ayolah sayang, Richa pasti menyuakinya".
" Putrimu itu baru berusia 3 tahun, dia tidak bisa memakan itu".
" Oh ya, lalu kalau ini ?". Risky mengambil se kotak permen.
" Kau bercanda, dia bisa kehilangan semua giginya kalau makan permen sebanyak itu". Omelnya, namun Risky malah tertawa, " Hmm! kenapa mas tertawa ?".
" Melihatmu seperti ini, aku baru sadar ternyata istriku ini benar-benar sudah menjadi seorang ibu".
" Mas baru sadar itu ?". ledek Cyka dengan menaikkan sebelah alisnya.
Cup.
" Aw.., kok di pukul sih sayang?".
" Mas pantas mendapatkannya, mas tau kita ada dimana sekarang ".
" Hmm... jadi kalau di rumah boleh kita lanjutkan kan sayang". Godanya sambil merangkulnya dari belakang.
Gara-gara ulah agresifnya itu orang-orang yang datang berbelanja mulai berbisik-bisik.
" Mas... lepas nggak ?". pinta Cyka namun tak di hiraikannya.
" Oh, ya sayang, bagai mana kalau kita punya seorang putra juja".
__ADS_1
" Kita bisa lanjutkan pembicaraan ini di rumah sayang, jadi lepaskan aku ?". Ucap Cyka sedikit berbisik dan menyatukan giginya.
Karena takut Cyka semakin marah, akhirnya ia pun melepaskan kedua tangannya dari pinggang istrinya itu, Cyka berbalik dan melototinya, Dia malah nyegir legirangan karena sudah berhasil menggoda Cyka.