Ku Hanya Ingin Dicintai

Ku Hanya Ingin Dicintai
Pemecatan


__ADS_3

Hari ini Cyka mulai kembali bekerja. Ia menyiapkan baju yang akan di pakai suaminya ke kantor. Selesai bersiap-siap ia turun ke bawah duluan.


" Pagi bi " Sapa Cyka pada bi Ita.


" Pagi, non." Jawab bi Ita.


Bi ita tersenyum melihat wajah nona mudanya itu sangat berseri-seri.


' Jika nona Cyka se cantin ini, tentu saja aden tidak bisa pergi lama-lama ' batin bi Ita.


Tak lama kemuadian Risky turun lalu mendekati Cyka, sebelum duduk ia malah mencium pipi Cyka tanpa perduli bi Ita sedang berdiri di hadapan mereka.


" Mas, "


" Oh ya, bi duduk lah dan makan bersama kita. " Ajak Cyka pada sang pelayan.


" Tapi non! " tolak bi ita, merasa tak enak.


" Ayo lah bi,," paksa Cyka.


Bi Ita melirik Risky yang sedang asik menyantap makanannya.


" Aw, Sakit. " rintih Risky yang tiba-tiba mendapatkan cubitan cinta dari istrinya. Cyka memberi isyarat dengan matanya.


" Duduk lah bi, tidak perlu sungkan, bibi turuti saja kemauan istriku ini. " ujar Risky.


Selesai sarapan mereka berangkat ke kantor bersama.


Saat ini Zion sudah berada di ruangannya.


" Jadi, apa keputusan kamu sekarang ?" tanya Zion.


" Sudah tidak ada jalan lagi selain melepaskannya. " ujar Risky


" Apa kamu bercada, bagaimana bisa kau mengatakannya semudah itu." kata Zion dengan suara meniggi.


" Sejak awal aku juga tidak pernah ingin menjadi penerusnya, jadi tinggal di lepaskan saja. " jelasnya penuh percaya diri.

__ADS_1


" Apa kamu sudah gila, lalu setelah itu apa ? kau mau memulai bisnis mu sendiri dari awal begitu? " ucap Zion asal bicara.


" Kau benar, itu ide yang bagus. " Ia malah mendapat ide dari sang sahabat.


" Lalu, apa istri lo udah tau hal ini ?" tanya Zion, yang yakin kalau dia pasti belum mengatakan apa pun pada Cyka.


" Aku akan memberitahunya hari ini. "


Saat cyka tiba di ruang kerjanya, semua orang terlihat aneh, semua orang terus menatapnya.


" Ada apa, Mbak ?" tanya nya pada Lirra.Lirra mendesah.


" Kita cuma penasaran aja, apa kabar itu benar ! Kalau pak Direktur sudah di ganti dan sudah di pecat ? " tanya Lirra ragu-ragu."


" Apa ? Apa maksudnya di pecat, apa seorang Derektur juga bisa di pecat, siapa yang bisa memecatnya ?" kata Cyka terlihat bingung.


" Tentu saja pemilik perusahaan, Ayah pak Derektur sendiri. " Jelas Lirra


" Apa ?" Matanya terbelalak. Dengan cepat ia berlari menuju ruangan sang suami.


Brakkk


" Sayang " panggil Risky terkejut.


Tatapan Cyka begitu penuh amarah.


" Bagai mana bisa, Mas tidak mengatakan apa pun padaku. " katanya sambil meletakkan sebelah tangannya di pinggang.


Zion yang memahami situasinya akhirnya berinisiatip untuk keluar. Zion menutup pintunya.


' Bukankah sudah kukatakan menikah itu merepotkan, kehilangan harta tidak sebanding dengan amukan istrimu. ' celetuk Zion dalam hati.


" Sayang, tenanglah. " Risky menarik Cyka untuk duduk di sofa.


Risky menundukkan kepalanya.


" Tidak apa-apa, apa nya yang tidak apa-apa. Di pecat! Mas di pecat?" ucap Cyka menahan amarahnya.

__ADS_1


" Jawab aku, Mas, apa semua ini karena aku, Benar kan? semua ini terjadi kerena keluarga, Mas nggak suka sama aku kan ?" Kata Cyka dengan mata-mata yang sudah berkaca-kaca.


Risky menatap mata istrinya.


" Kau tau, Sayang, sejak awal aku memang tidak pernah menginginkan semua ini, kekayaan, jabatan.Semua ini bukan hal yang aku pilih sendiri dengan keinginanku. Jadi aku hanya ingin mengembalikan hal yang sejak awal memang bukan milikku. " Jelasnya panjang lebar.


" Tapi, Mas...."


" Tidak bisakah kau percaya padaku ? Selama kau bersamaku itu sudah cukup untuk ku, hanya dirimu miliku di dunia ini. " katanya sambil menghapus air mata yang sudah mengalir di pipi istrinya.


" Jangan khawatir, kita tidak akan jatuh miskin, percayalah. " Goda Risky.


" Mas,,," Akhirnya Cyka tersenyum lagi.


🎶🎶🎶


Saat Cyka sedang asik dengan pekerjaannya, tiba-tiba sudah berdiri seorang cewek cantik seperti bule. Cyka mendongak menatap cewek yang berpostur tinggi itu.


" Apa kau yang bernama Cyka. ?" Tanya cewek cantik itu.


" Iya, Mbak ini siapa ?" Tanya Cyka.


' Bagimana wanita ini bisa tau namaku ' batinnya.


" Kau, Ikut lah bersamaku, aku perlu bicara denganmu. " nada bicaranya begitu dingin. walau terlihat lebih muda namun cara bicranya sangat tidak sopan.


Cyka mengikuti langkahnya hingga memasuki sebuah ruangan. Wanita itu duduk menyilangkan kakinya seperti seorang ratu. Ia bahkan tak mempersilahkan Cyka untuk duduk.


Ia menatap tajam Cyka.


Brukk


Wanita itu melempar sebuah amplop ke atas meja yang di hadapanku.


" Bukalah. " perintahnya.


Cyka meraih amplop itu lalu membukanya.

__ADS_1


Degg


Jantungnya seakan hampir berhenti berdetak.


__ADS_2