Ku Hanya Ingin Dicintai

Ku Hanya Ingin Dicintai
Kenyataan pahit.


__ADS_3

Di dalam kamar


" Mas.... ayo bagun, kamu harus masuk ke kantor kan ?", bujuk Cyka membangunkan Risky. Namun suaminya itu cuma membalik tubuhnya dan menggeliat.


" Ayo dong sayang, bagun mas... ", paksa Cyka lagi.


" Aggghmm,, aku tidak akan ke kantor istriku, jadi biarkan aku tidur 5 menit lagi, hmm...", Jelas Risky dengan suara seraknya khas orang bangun tidur.


" Mas... ini udah lebih dari semunggu lho kamu gak masuk kerja, kasian maa Zion kan yang harus ngurusin kerjaan kamu, belum lagi dia harus ngurusin Rehan", Kesal Cyka.


Risky akhirnya membuka matanya dan langsung melihat wajah kesal dari sang istri.


Oh yatuhan, apa karena lagi hamil, istriku jadi terlihat menyeramkan saat marah. Batinnya.


" Di kantor keadaannya terkendali kok sayang, jadi gak perlu khawatrin kantor hmm, kemarilah ", panggil Risky seraya me rentangkan kedua tangannya, layaknya minta di peluk.


Cyka pun menurut dan langsung naik ke atas tempat tidur dan berbaring di sampingnya berbabtalkan lebgan Risky.


Risky mendekap erat Cyka.


" Ini menyenangkan ", ucap Risky seraya mencium kening Cyka.


" Mas yakin... !", tanya Cyka.


" Hmm ! apanya ?", tanya Risky bingung.

__ADS_1


" Aku tau kenapa mas tidak mau pergi kemana pun bahkan ke kantor, mas takut terjadi sesuatu lagi padaku dan Richa kan ?", Ucap Cyka.


" Hmm.... Aku akan melindungi kalian mulai saat ini, tidak akan ku biarkan siapa pun menyentuh milikku ", Tegas Risky.


" Aku bersyukur mas mau mekakukan itu untukku dan putri kita, tapi mas saat ini aku dan Richa sudah baik-baik aja dan aman jadi mas tidak perlu lagi merasa khawatir ", jelas Cyka.


" Aku tau kau tidak baik-baik saja Cyka... setiap malam kau bermimpi buruk, kejadian hari itu masih terus menghantui dirimu kan ?", tanya Risky.


" Walau begitu, semuanya akan baik-baik aja mas.... karena mas ada bersamaku, dan anak-anak kita akan memberiku kekuatan, rasa takut ini akan segera menghilang sayang ", Ucap Cyka seraya mendongakkan kepalanya.


Yang pada akhirnya Risky pun mulai terusik batinnya, yang tergoda dengan wangi tubuh Cyka, dengan seketika master X nya langsung bereaksi.


Cyka yang menyadari itu, malah berpikir nakal ingin mempermainkan Risky. Risky semakin mendekatkan wajahnya saat bibir keduanya hampir bersentuhan tiba-tiba Cyka bangun.


" Kamu mau kemana hah ! ", Risky menariknya dan langsung menindihnya, " Setelah membuatnya bangun kau mau kabur istriku, kau tau ini sangat menyakitkan kan, kalau tidak di keluarkan ", Ucapnya dengan suara yang mulai serak.


" Tapi sayang, Richa akan menangis kalau aku...", ucapannya langsung terpotong karena Risky sudah membungkam mulutnya.


" Bibi akan mengurus putri kita sayang, dan kau harus melayani suami mu ini, jika kau tidak ingin melihatku gila", Ucap Risky yang mulai melucuti Cyka, Risky mel^mat habis bibir Cyka, dan Cyka pun mengikuti permainan suaminya itu.


Lalu keduanya pun memulai pagi itu dengan sentuhan lembut satu sama lain.


******


Di rumah sakit.

__ADS_1


Ruang perawatan Riana.


Dua hari setelah Riana sadar.


***Flesback


" Akibat bentutan keras saat mengalami kecelakaan mrngakibatkan kerudakan pada rahin nyonya Riana, jadi untuk menyelamatkan nyawanya terpaksa mengangkat rahimnya, dan itu pun atas persetujuan dari suami nyonya Riana sendiri*** ",


BRUKK !!


Mama Risky ambruk, dia terkejut mendengar kenyataan pahit tersebut. Riana mengamuk pada Zion karena memberi ijin pengankatan rahim tanpa ijin darinya.


Riana melempar Zion dengan gelas minuman hingga di bagian dahinya terluka, Zion hanya pasrah di perlakukan seperti itu oleh sang istri, dia memcoba memahami Riana karena saat itu sedang terpukul.


Di saat yang sama polisi melakukan pemeriksaan dan mengatakan akan menahan dirinya setelah keluar dari rumah sakit, yang akhirnya membuat mamanya murka, dan mendatangi rumah Risky hari itu.


Hari ini Zion dan Rehan menjenguk Riana, Namun Riana masih tetap bersikap dingin pada keduanya, jangankan menjawab panggilan sang anak, bakhan melihatnya pun Riana tak sudi.


" Mama.... mama...", panggilan Rehan tak di gubris bahkan walau anak itu terus menangis seraya merentangkan tangannya minta di gendong olehnya.


" Ria... tolong jawab putramu sekali saja !", Mohon Zion dengan suara rendah.


" Pergi lo, dari hadapan gue, dan bawa anak sialan lo itu dari sini ", usirnya dengan begitu kasar.


" Huaaahh... aku pikir dengan musibah yang lo hadipan ini setidaknya kamu bisa sedikit berubah dan menyesal dengan tidakan burukmu itu, Tapi aku lupa siapa dirimu Ria... bahkan jika langit runtuh pun, kau tidak akan mungkin bisa berubah ", Celetuk Zion yang langsung meninggalkan ruangan itu dengan kesal.

__ADS_1


__ADS_2