
Richa asik bermain sampai malam.
" Ayo tidur sayang, ini sudah malam, anak mami tidak lelah". Richa tak menghiraukan ucapannya.
Drrrrrr drrrrr.
Suara hpnya berdering, Cyka langsung mengambil hp yang terletak di meja kecil samping tempat tidurnya.
" Hallo paman ?". Sapa Cyka pada Tuan Joenathan.
" Hallo Nak.. Apa kabar? ".
" Baik paman, paman bagaimana disana".
" Saya baik, Oh ya kabar tuan putriku bagaimana, apa keadaannya sudah membaik ?". Karena menyebut putrinya Cyka mengubah panggilan menjadi Video.
" Ayo sayang sapa Paman.." Cyka memperlihatkan gambar Richa yang sedang bermain dengan boneka berbynya.
" Hallo Cantik, wuah tuan putri terlihat semakin cantik ternyata". Melihat wajah tuan Joe di layar hp Richa langsung menyambar hp tersebut dari tangan ibunya.
Muuach.
Cyka terkejut Richa mencium layar hp, anak kecil manis itu seperti sedang mencium si penrlpon.
Terdengar tawa dari tuan Jeo yang terdengar sangat bahagia mendapatkan ciuman dari Richa.
" Terima kasih sayang, apa kau merindukan paman ?". Richa mengangguk kegirangan.
" Pa..pi..". Mendengar Kata yang di ucapkannya membuat tuan Joe tersenyum lebar.
" Kau sudah bertemu papimu Nak ?".
Kalimat itu terdengar sedikit aneh bagi Cyka.
" Apa dia sangat tampan?". Lanjut tuan Joe. Richa hanya terdiam karena sepertinya tak terlalu paham dengan pertanyaan tuan Joe.
" Bermainlah sayang, mami harus bicara pada paman sebentar". Cyka mengambil kembali hpnya dari tangan putrinya.
" Apa kau sudah bertemu dengannya ?". Cyka mengangguk, " Apa karena itu Richa terlihat sudah sangat segar dan tidak pucat lagi seperti biasanya".
" Iya paman, kita juga sudah melakukan pencangkokan pada Richa".
" Syukurlah, kalau ternyata tulang sumsumnya cocok pada Richa".
" Aku juga sangat bersyukur paman, akhirnya putriku bisa terselamatkan".
__ADS_1
" Lalu, bagaimana denganmu?".
" Hmm, ada apa denganku?".
" Apa kau juga sudah lebih baik, paman melihat kau lebih ceria sekarang nak".
" Tentu saja paman, putriku sudah baik-baik saja tidak ada hal yang lebih membahagiakan bagiku selain bisa melihatnya sembuh dari rasa sakitnya itu paman".
" Sungguh, hanya itu alasannya ".
" Hmm". jawab Cyka seadanya.
" Apa kesalah pahamannya sudah terselesaikan ?".
" Hah..".
" Cobalah jujur pada hatimu nak, apa dia benar-benar sudah tidak ada lagi di hatimu atau sebenarnya masih tersimpan rapi disana".
" Maksud paman ?".
" Paman tau kau terus saja mimandangi gambarnya setiap kali kau merindukannya".
" Itu, bagai mana pan bisa mengetahuinya ?".
" Maaf, soal itu paman tidak sengaja mengetahuinya, dan juga Richa paman yang memperkenalkannya pada papinya ".
" Benar, paman pernah memperlihatkan gambar itu padanya beberapa kali, dan memberitahunya kalau dia adalah papinya".
" Paman.. pantas saja, aku merasa bingung saat pertama kali mendengar Richa memanggilnya papi padahal baru melihatnya pertama kali ".
" Maaf, nak".
" Tidak paman, jangan minta maaf, Cyka malah sangat berterima kasih pada paman karena..".
" Sudah lupakan itu, kau sudah cukup berterima kasih padaku, aku melakukan semua ini iklas sekaligus menebus kesalahanku padamu nak ".
" Baiklah paman".
" Ya sudah, salam buat Fakhri".
" Hmm, kenapa paman tidak menghubunginya saja lansung".
" Jangan katakan itu, anak itu tidak suka bicara padaku, ada sedikit masalah di antara kami yang membuat jarak bagi kita".
" Paman.. bukankah setiap kesalah pahaman harus di luruskan agar tidak menjadi semakin buruk".
__ADS_1
" Mungkin tidak sekarang nak, paman akan bicara padanya suatu hari nanti".
" Baiklah kalau begitu".
Setelah panggilan terpuptus sejenak Cyka terdiam, bahkan dia tak menyadari putrinya sudah tertidur lalap.
' Sangat mudah memberikan nasihat pada orang lain, namun sulit untuk kita lakukan sendiri'.
*******
" Aiissss..". Risky terkejut saat melihat Zion ada di sampingnya, " Ya..". Risky menendangnya hingga terjatuh dari atas kasur.
" Aahh.." Erangnya karena merasa sakit di bagian bokongnya. " Ya.. gue ini bukan kuda ya, pake di tendang-tendang gitu, sadis banget sih lo sama sahabat sendiri juga".
" Sahabat sih sahabat tapi nggak pake meluk-meluk juga, berharapnya di peluk Cyka malah di peluk sama onta". Celetuknya membuat Zion memasang tatapan mengerikan.
" Apa.. apa lo, lagian kapan cih lo masuk ke kamar gue?".
" Tadi, udah hampir subuh".
" Terus kenapa harus masuk kamar ini, kamar lain kan banyak".
" Naluri, yang mengisaratkan kalau lo butuh pelukan dari seseorang".
BUGG.
Sebuah bantal melayang ke wajahnya.
" Dasar jablay".
" Jablay sahut jablay".
" Diem lo, keluar dari rumah ku secepatnya".
" Sadis benget sih lo kaka ipar".
Risky memejamkan matanya, dia paling tidak suka mendengar sebutan itu.
" Jadi, mau sampai kapan lo bertahan sama dia, setidaknya pikirkan perkembangan putramu, apa akan baik-baik saja jika dia memiliki ibu seperti Raina ".
" Jadi lo mau gue pisah sama dia".
" Jangan tanya itu padaku, tanyakan itu pada hatimu, Aku yakin lo tau apa yang paling di butuhkan putramu dan yang terbaik untuknya".
Perkataan Risky ada benarnya, bagi anak-anak prilaku dan contoh dari orang tua sangat lah berpengaruh besar dalam perkembangan hidupnya di masa depan.
__ADS_1
Contoh yang baik akan membuat anak itu menjdi baik pula, namun begitu juga dengan sebaliknya, perlaku buruk juga dapan di contoh dengan mudah oleh anak-anak itu.