Ku Hanya Ingin Dicintai

Ku Hanya Ingin Dicintai
Kemarahan Mamanya.


__ADS_3

Cyka mendekati putri dan suaminya yang saat ini sedang bermain di ruang tamu bersama Rehan.


" Mami.... ", Richa langsung berlari begitu melihat sang ibu.


" Anak mami lagi main apa sayang ?", Cyka yang langsung menggendong putrinya itu ikut duduk di sofa dan bermain dengan mereka.


Cukup lama Cyka mrmandangi suaminya itu sang terlihat begitu bahagia.


' Cukup banyak waktu yang sudah ku sia-siakan, aku meninggalkan sosok ini tanpa berpikir panjang, maaf mas...'.


" Apa setiap hari suamimu ini terlihat semakin tampan sayang ?",


Deg.


Risky balas menatapnya.


" Jika kau terus menatapku begitu, aku mungkin tidak akan bisa lagi menahannya ", Ujar Risky sedikit menggodanya.


' Jadi maksudnya dia benar-benar menahannya ', Cyka tertawa.


" Oooh... Kau bahkan tertawa !!".


" Jadi... kau akan terus menahanya sayang ?", Cyka mendekatkan wajahnya, semakin dekat, lebih dekat.


Cup.


Sebuah ciuman lembut pun mendarat di bibirnya. Risky yang sudah beberapa hari ini menahan keinginannya bercinta akhirnya menyerah juga dengan godaan yang di lakukan Cyka.


" Ini adalah ulahmu sayang, kau mengusik macan yang beberapa hari ini terus ku jinakkan ",


" Hmm.....", Risky langsung mengangkat tubuhnya dan seraya menaiki anak tangga keduanya terus saja saling beradu bibit.

__ADS_1


" Bi.... tolong temani anak-anak ", Teriak Risky pada bi Ita yang saat ini ada di dapur.


Saat bi Ita bergegas berlari kr ruang tamu bi Ita sempat melihat adegan panas majikannya itu.


" Haaahhh.... kayaknya kedua orang ini tidak pernah merasa puas", Celetuk bi Ita dengan senyuman lebar, " Wajar aja sih, mengingat selama 4 tahun Aden terus saja menahan diri, laki-laki yang sudah menikah, yang sudah pernah bercinta tidak akan mudah baginya bertahan, tapi Aden bener-bener pria sejati, jarang-jarang kan ada yang seperti itu ", Bi Ita merasa bangga pada bajikannya itu.


" Punya putri yang cantik, dan sebentar lagi akan ada anak lagi, keliarga ini akan jadi lengkap ", Lanjut bi Ita.


Ting tong


" Hmm, siapa yang datang, apa Den Zion ", bi Ita bergegas membukakan pintu, " Ahh...", Erang bi Ita akibat di dorong oleh mamanya Risky.


" Dimana Risky ?", Tanya Ibunya Risky tersebut dengan wajah marah, " Dimana dia", Bentaknya, yang akhirnya membuat Richa dan Rehan menangis.


" Nyonya aden ada di kamarnya ", Jawab si bibi ragu-ragu yang langsung memeluk kedua anak-anak itu.


" Mami.... ?", Tangisan Richa semakin kencang.


" Jangan menangis non, bibi disini ", bi Ita coba menenangkan kedua anak itu.


Pintu terbuka dengan paksa.


Risky dan Cyka yang sedang berada di bawah selimut saat ini tanpa memakai apa pun sontak terkejut dengan kedatangan mamanya secara mendadak.


" Mama... ", Sepontan bangun dan menarik selimut menutupi tubuhnya.


" Ibu.. ", ucap Cyka yang langsung ketakutan.


Cyka seperti merasa di pergoki sedang berselingkuh dengan suami orang.


" Kalian, beraninya kalian bersenang-senang di atas penderitaan putriku ", Ucap mamanya dengan suara tinggi.

__ADS_1


Risky yang sudah memakai celanya langsung menarik mamanya keluar dari dalam kamar tersebut.


' Huh ! ini memalukan, bagai mana bisa mertuaku melihatku seperti itu ', Cyka mulai memakai pakaiannya seraya mengutuk dirinya sendiri.


" Apa yang mama lakukan ?",


PLAKK !


" Beraninya kau melaporkan adikmu ke polisi, hanya karena wanita sialan itu ",


" Ma.... Cukup, aku masih menghotmati mama selama ini, tapi aku tidak bisa lagi mendengar mama menyebut istriku ibu dari anak-anakku seperti itu ",


" Kalau kau tidak terima, apa kau juga akan memenjarakan ibumu sendiri, wanita yang sudah mengandung dan melahirkanmu ?", Bentaknya.


" Karena itu selama ini aku diam saja, walau mama sudah sering menyakitiku aku diam saja, dan terus memberi mama kesempatan untuk berubah ", Ucapnya dengan menahan amarah.


" Tapi kau sudah mengecewakanku Kiy selaku ibumu, wanita hina itu adalah biang segalanya ",


" Jangan membawanya dalam masalah ini, apa yang kulakukan pada Riana saat ini itu karena ulahnya sendiri ",


" Tutup mulutmu, kau lupa dia itu adikmu darah dagingmu ",


" Justru itu, aku masih menahan diriku tidak sampai mrnghukumnya dengan berat, karena dia memiliki darah yang sama denganku, tapi apa yang di lakukannya sudah keterlaluan, dia hampir mencelakai putiku dan juga putranya sendiri, apa mama sadar itu ",


" Dia melakukan itu karena wanita hina itu ", balasnya yang tak mau kalah dalam berargumen.


" Aku bilang cukup ma... jangan menyebut istriku seperti itu lagi", Bentak Risky yang akhirnya emosinya pecah.


PLAKK !


" Ini adalah peringatanku, cabut laporanmu tentang adikmu segera, atau aku tidak akan tinggal diam ",

__ADS_1


Mamanya langsung pergi dari sana, Risky mengusap kasar wajahnya, kepalanya seakan hampir pecah, alasannya bukan hanya karena stres aja melainkan jasrat yang tak sempat di tumpahkan sebelumnya.


" Mas... ", Risky berbalik dan melihat wajah sendu istrinya itu, dengan senyum tipis Risky menariknya dalam pelukanya.


__ADS_2