Ku Hanya Ingin Dicintai

Ku Hanya Ingin Dicintai
Rasa yg tak dapat di bohongi.


__ADS_3

Cyka yang melihat darah menetes dari tangan Risky sontak terkejut lalu menariknya untuk ia priksa.


" Apa yang kau lakukan ? apa kau sudah gila ?


Namun Risky menepis tangannya.


Ia menatap mata Risky yang sudah memerah.


' Dia menangis ! kenapa ? apa dia sedang mencoba menipuku lagi ?'


" Apa kau ingin mengobati luka ini ? Dibandingkan luka kecil ini yang bisa sembuh dengan segera, kau !! kau sudah menorehkan luka di dalam sini Cyka...."


Risky tertawa ia mulai kehilangan akal.


" Dan luka itu tidak akan bisa sembuh dengan mudah. " lanjutnya dengan mencengram lengan Cyka.


" Lalu....?"


" Selama 4 tahun kau menghilang, tak sedetik pun aku bisa melupakanmu, walau semua orang mengatakan kau sudah tiada, namun hati ini !! hati ini tetap berbisik menagtakan kau akan kembali. "


" Kenapa, kau masih berharap aku kembali ? bukankah wanita itu ada bersamamu ? bukankah..."


" Tidak ada wanita lainnya Sayang, hanya kamu satu-satunya wanita dalam hidupku. "


" Cukup mas, aku tidak ingin membicarakan ini lagi. "


Ia melepaskan pegangan Risky yang sedari tadi terus mencengram bahunya.


" Cyka !!" Suara Fakhri terdengar dari kejauhan.


" Pak... " Cyka membalik badannya menatap Fakhri yang berdiri tak terlalu jauh dari mereka saat ini.


Risky menghapus air matanya, lalu berbalik menatap ke arah yang sama, ia berdiri dengan tegap, di hadapan rekan bisnisnya tersebut.


" Kau baik-baik saja ?" tanya Fakhri seraya melangkah mendekatinya.


Ia melirik ke arah lantai yg terdapat bercak darah, seketika mimik wajahnya berubah.


" Iya pak, saya baik-baik saja. "


" Apa terjadi sesuatu pak Risky ?"


" Tentu saja tidak. " jawabnya dengan senyuman palsu seperti sebelumnya.


Karena Fakhri terus saja melihat ke arah lantai Risky mulai berpikir harus mengatakan sesuatu padanya agar tak terjadi salah paham.

__ADS_1


" Maaf pak Fakhri, karena saya sudah menahan sekertaris anda, saya baru saja terluka, saya hampir saja meminta bantuan padanya. "


Risky mengangkat tangannya menunjukkan lukanya padanya.


" Maaf pak Risky, tapi saat ini saya sudah sangat terlambat, saya harus membawa dia segera, mungkin anda bisa meminta bantuan kariawan anda yang lainnya. "


" Baiklah, sekali lagi sama mohon maaf. "


Risky menunduk pelan.


" Ayo kita pergi. "


" Baik pak. "


Risky hanya bisa merelakan wanita yang ia cintai pergi begitu saja bersama laki-laki lain.


' Tunggulah sebentar lagi sayang, akan ku pastikan kau kembali padaku apa pun yang terjadi. '


GREB*!


Risky mengepalkan tangannya, hingga mengeluarkan darah lebih banyak dari lukanya.


Sambil berjalan mengikuti atasannya ia menoleh melihat tangan Risky yang terluka. Ada rasa kepedihan di hatinya, rasa sakit yang seharusnya sudah tak ia rasakan lagi untuknya.


' Kenapa dadaku begitu sesak ?'


Di dalam mobil.


Cyka terus saja terdiam sepanjang perjalanan menuju kantor barunya saat ini.


" Apa kau mengenalnya ?"


" Uh ! siapa yang bapak maksud ?"


Fakhri mengejutkan lamunan Cyka karena tiba-tiba bertanya.


" Pak Risky Aditama ? apa kau mengenalnya ?"


" Tidak ."


" Kau yakin ?"


" Hmm..."


' Tatapan itu, hanya di tujukan pada orang yang sudah lama kita kenal. ' batin Fakhri.

__ADS_1


Saat dia melihat Cyka dan Risky tadi ia menyadari sesuatu, karena ia berdiri disana sudah cukup lama memeperhatikan keduanya.


Drrrrr drrrrr.


Hpnya berdering.


" Halo ! ada apa suster ? apa Richa baik-baik saja ?" Cyka panik karena yang menelponnya adalah suster yang saai ini sedang merawat putrinya.


" Apa yang terjadi ?" tanya Fakhri juga mulai panik.


" Mami... !" terdengar suara putri cantiknya memanggilnya.


" Hi, Hony ! ada apa sayang ! apa kau merindukan ibu ? "


" Eh. " jawabnya terdengar begitu menggemaskan.


" Anak mami sudah makan, dan minum obatnya ?"


" Eh, Mami..... Richa mau Mami. " Rengeknya yang menginginkan ibunya.


" Richa anak yang baik kan ! sekarang bermainlah dengan susternya dulu ya sayang sampai mami pulang, jangan nakal, ok cantik. "


Sebenarnya ia berat harus meniggalkan putrinya, apa lagi dengan kondisinya yang sedang sakit seeprti itu, namun tidak ada jalan lain, dia harus menghasilkan uang untuk kelangsungan hidup mereka dan demi biaya pengobatan putrinya juga.


Fakhri yg memperhatikan Cyka bicara dengan putrinya hanya tersenyum tipis, ia merasa lega karena tidak terjadi hal buruk dengan gadia kecil tersebut.


" Dia baik-baik saja ?"


" Iya, pak. Sepertinya dia hanya merindukan saya saja, ini pertama kalinya ia saya tiggalkan sendiri sejak saya keluar dari rumah sakit."


Tanpa sadar ia menagtakan dirinya pernah masuk rumah sakit.


" Keliar dari rumah sakit ? kenapa ? apa kau pernah sakit juga ?"


Sejenak Cyka mematung.


" Hmm. "


" Kau sakit apa ?"


" Aku pernah mengalami kecelakaan. " jawab Cyka yg pada akhirnya ia jujur juga.


" Kecelakaan seperti apa ?"


" Sebuah mobil menabrakku, hingga akhirnya aku terpaksa berada di rumah sakit selama 3 tahun lebih, sampai akhirnya aku bisa berjalan lagi. "

__ADS_1


' Apa yang sudah kau alami selama ini ? sebuah kecelakaan, seorang putri tanpa ayah, kau wanita seperti apa sebenarnya ?'


__ADS_2