Ku Hanya Ingin Dicintai

Ku Hanya Ingin Dicintai
Kesalah Pahaman


__ADS_3

Cyka tiba di kediaman keluarga Tuan Joenathan. Sebuah rumah bak istana, gedung besar itu hanya di huni oleh putra satu-satunya ya itu Fakhri Medwin.


" Masuk lah. " suruh Fakhri pada Cyka.


Saat serang pelayan membantu Cyka membawakan koper ke dalam rumah, Cyka masih terus saja tercengang menatap ke seluruh penjuru ruangan.


" Bi... tolong antar kan Nyonya Cyka ke kamarnya. " Titah Fakhri pada seorang pelayan yang bekerja di sana.


" Baik Tuan muda. " jawab pelayan tersebut.


' Apa ? Nyonya, dia baru saja menyebitku nyonya ? apa maksudnya itu !' Batin Cyka.


Saat Falhri ingin beranjak keluar, Cyka menghentikan langkahnya.


" Tunggu dulu." Ucap Cyka.


Fakhri berbalik, " Ada apa ?" tanyanya datar.


" Apa maksudmu berkata seperti itu ?" Cyka bertanya dengan ragu-ragu. Ia benar-benar tidak paham dengan ucapan Fakhri yang menyebutnya nyonya dan juga sikap dinginnya yang tanpa alasan.


" Perkataan yg mana ?"


" Nyonya, saya bukan nyonya rumah ini, kau tau itu kan ? dan lagi, kenapa kau terus saja bicara tak sopan padaku ?" Ucap Cyka terdengar sedikit lebih tegas.


Fakhri tersenyum tipis, seakan tersirat ejekan dari senyuman tersebut


" Berhentilah berpura-pura polos, nyonya Cyka. " celetuk Fakhri, " Setelah mengoda pria tua yg sudah memiliki putra yang usianya hampir sama denganmu, tapi sekarang kau malah berpura-pura sok suci, dengan tampang menyedihkanmu itu. " Kata-kata Fakhri sangat sulit di pahami.


' Menggoda pria tua, berpura-pura, apa maksudnya dia berpikir aku sudah menggoda Papanya ?' Batin Cyka


' Aku paling benci wanita sepertimu. " Batin Fakhri.


Fakhri berbalik dan berencana melangkah keluar.


" Tapi aku tidak menikahi Papamu. " Ucap Cyka sedikit berteriak. Ia membaringkan putrinya yang sedang tertidur di sofa.

__ADS_1


" Aku dan paman joe tidak memiliki hubungan yang seperti kau bayangkan. " Lanjut Cyka.


" Kau bercanda, lalu anak itu ?...."


" Dia adalah putriku, bukan putri Papamu. " timpal Cyka menghentikan kalimat yg ingin di ucapkan Fakhri.


" Paman Joe hanya seseorang yg memiliki hati yg mulia, ia telah menyelamatkanku dan juga putriku. Percayalah hubungan kita hanua sebatas itu. " Jelas Cyka panjang lebar, berharap Fakhri akan memahami ucapannya dan berhenti salah paham padanya.


*******


Di rumah Risky.


BRAK!


" Apa kau bercanda denganku ? " bentak Risky pada Zion dan beberapa orang bawahannya yg ia tugaskan untuk melacak keberadaan Cyka.


" Temukan dia segera, atau aku akan menghabisi kalian semua. " dengan mata berapi-api Risky melototi ketiga laki-laki tersebut " Apa yg kalian tunggu, keluar dan temukan dia secepatnya. " titah Risky.


" Baik Tuan. " Ucap ketiga orang itu kompak.


BRAK!


Selama 4 tahun terakhir emosinya selalu meledak-ledak, tak ada yg mampu menjinakkannya, saat marah apa pun bisa ia lakuan.


" Jika dia benar Cyka, dan dia benar ada di kota ini.... gue yakin kita akan segera bisa menemukannya. " ujar Zion.


" Jadi lo pikir gue salah liat dan cuma berhalusinasi !" Ucap Risky dengan mendelikkan matanya menatap Zion.


" Bukan itu maksud gue, Kiy. "


" Keluar, gue mau sendiri, sebaiknya lo awasi pekerjaan orang-orang tidak berguna itu. " celetuk Risky pada sahabatnya itu.


" Oke..." jawab Zion singkat.


' Aku akan menemukanmu, apa pun yg terjadi, akan ku bawa kembali kau dalam hidupku. ' Batinnya seraya mengepalkan tangannya.

__ADS_1


******


" Nyonya muda, makan malamnya sudah siap. " ujar pelayan rumah tangga tersebut.


" Baiklah. " jawab Cyka, " Oh, tunggu sebentar!"


" Iya, nyonya. "


" Siapa nama bibi ?" tanya Cyka sopan.


" Saya bi, Sanah nyonya. "


" Bi, tolong jangan memanggil saya nyonya lagi, karena saya bukan nyonya dirumah ini, jadi bibi bisa panggil saya nona Cyka aja. " jelas Cyka.


" Baik, nona. " jawab bi Sanah sopan.


" Mami..." panggil Richa seraya mengucek-ucek matanya.


" Hemm, kamu udah bangun ? ya udah kita turun bersama untuk makan malam. Aduh... anak mami ternyata semakin besar sekarang. " ucap Cyka sambil mengecup pipi putrinya


" Mau bibi yg gendong saja non Richanya ?" timpal bi Sanah.


" Tidak bi, biar sama saya aja. "


" baiklah Nona. "


Di meja makan, Cyka celinhak celinguk, mencari keberadaan sang pemilik rumah.


" Bi, Tuan Fakhri belum pulang ?" tanya Cyka pada sang pelayan.


" Belum Nona, tidak perlu khawatir tentang tuan muda, nona, karena dia memang jarang makan malam dirumah. " jelas bi Sanah.


" Kenapa gitu bi ?"


" Semenjak Nyonya meniggal dan tuan juga sangat jarang ada dirumah jadi tuan muda sudah tak mau makan malan dirumah. " jawab bi Sanah.

__ADS_1


Mendengar penjelasan bi Sanah, Cyka sedikit merasa prihatin pada Fakhri, karena pada dasarnya sikap Cyka adalah seorang penyayang dan penuh perhatian.


__ADS_2