
Cyka tiba di kediaman keluarga Tuan Joenathan. Sebuah rumah bak istana, gedung besar itu hanya di huni oleh putra satu-satunya ya itu Fakhri Medwin.
" Masuk lah. " suruh Fakhri pada Cyka.
Saat serang pelayan membantu Cyka membawakan koper ke dalam rumah, Cyka masih terus saja tercengang menatap ke seluruh penjuru ruangan.
" Bi... tolong antar kan Nyonya Cyka ke kamarnya. " Titah Fakhri pada seorang pelayan yang bekerja di sana.
" Baik Tuan muda. " jawab pelayan tersebut.
' Apa ? Nyonya, dia baru saja menyebitku nyonya ? apa maksudnya itu !' Batin Cyka.
Saat Falhri ingin beranjak keluar, Cyka menghentikan langkahnya.
" Tunggu dulu." Ucap Cyka.
Fakhri berbalik, " Ada apa ?" tanyanya datar.
" Apa maksudmu berkata seperti itu ?" Cyka bertanya dengan ragu-ragu. Ia benar-benar tidak paham dengan ucapan Fakhri yang menyebutnya nyonya dan juga sikap dinginnya yang tanpa alasan.
" Perkataan yg mana ?"
" Nyonya, saya bukan nyonya rumah ini, kau tau itu kan ? dan lagi, kenapa kau terus saja bicara tak sopan padaku ?" Ucap Cyka terdengar sedikit lebih tegas.
Fakhri tersenyum tipis, seakan tersirat ejekan dari senyuman tersebut
" Berhentilah berpura-pura polos, nyonya Cyka. " celetuk Fakhri, " Setelah mengoda pria tua yg sudah memiliki putra yang usianya hampir sama denganmu, tapi sekarang kau malah berpura-pura sok suci, dengan tampang menyedihkanmu itu. " Kata-kata Fakhri sangat sulit di pahami.
' Menggoda pria tua, berpura-pura, apa maksudnya dia berpikir aku sudah menggoda Papanya ?' Batin Cyka
' Aku paling benci wanita sepertimu. " Batin Fakhri.
Fakhri berbalik dan berencana melangkah keluar.
" Tapi aku tidak menikahi Papamu. " Ucap Cyka sedikit berteriak. Ia membaringkan putrinya yang sedang tertidur di sofa.
__ADS_1
" Aku dan paman joe tidak memiliki hubungan yang seperti kau bayangkan. " Lanjut Cyka.
" Kau bercanda, lalu anak itu ?...."
" Dia adalah putriku, bukan putri Papamu. " timpal Cyka menghentikan kalimat yg ingin di ucapkan Fakhri.
" Paman Joe hanya seseorang yg memiliki hati yg mulia, ia telah menyelamatkanku dan juga putriku. Percayalah hubungan kita hanua sebatas itu. " Jelas Cyka panjang lebar, berharap Fakhri akan memahami ucapannya dan berhenti salah paham padanya.
*******
Di rumah Risky.
BRAK!
" Apa kau bercanda denganku ? " bentak Risky pada Zion dan beberapa orang bawahannya yg ia tugaskan untuk melacak keberadaan Cyka.
" Temukan dia segera, atau aku akan menghabisi kalian semua. " dengan mata berapi-api Risky melototi ketiga laki-laki tersebut " Apa yg kalian tunggu, keluar dan temukan dia secepatnya. " titah Risky.
" Baik Tuan. " Ucap ketiga orang itu kompak.
BRAK!
Selama 4 tahun terakhir emosinya selalu meledak-ledak, tak ada yg mampu menjinakkannya, saat marah apa pun bisa ia lakuan.
" Jika dia benar Cyka, dan dia benar ada di kota ini.... gue yakin kita akan segera bisa menemukannya. " ujar Zion.
" Jadi lo pikir gue salah liat dan cuma berhalusinasi !" Ucap Risky dengan mendelikkan matanya menatap Zion.
" Bukan itu maksud gue, Kiy. "
" Keluar, gue mau sendiri, sebaiknya lo awasi pekerjaan orang-orang tidak berguna itu. " celetuk Risky pada sahabatnya itu.
" Oke..." jawab Zion singkat.
' Aku akan menemukanmu, apa pun yg terjadi, akan ku bawa kembali kau dalam hidupku. ' Batinnya seraya mengepalkan tangannya.
__ADS_1
******
" Nyonya muda, makan malamnya sudah siap. " ujar pelayan rumah tangga tersebut.
" Baiklah. " jawab Cyka, " Oh, tunggu sebentar!"
" Iya, nyonya. "
" Siapa nama bibi ?" tanya Cyka sopan.
" Saya bi, Sanah nyonya. "
" Bi, tolong jangan memanggil saya nyonya lagi, karena saya bukan nyonya dirumah ini, jadi bibi bisa panggil saya nona Cyka aja. " jelas Cyka.
" Baik, nona. " jawab bi Sanah sopan.
" Mami..." panggil Richa seraya mengucek-ucek matanya.
" Hemm, kamu udah bangun ? ya udah kita turun bersama untuk makan malam. Aduh... anak mami ternyata semakin besar sekarang. " ucap Cyka sambil mengecup pipi putrinya
" Mau bibi yg gendong saja non Richanya ?" timpal bi Sanah.
" Tidak bi, biar sama saya aja. "
" baiklah Nona. "
Di meja makan, Cyka celinhak celinguk, mencari keberadaan sang pemilik rumah.
" Bi, Tuan Fakhri belum pulang ?" tanya Cyka pada sang pelayan.
" Belum Nona, tidak perlu khawatir tentang tuan muda, nona, karena dia memang jarang makan malam dirumah. " jelas bi Sanah.
" Kenapa gitu bi ?"
" Semenjak Nyonya meniggal dan tuan juga sangat jarang ada dirumah jadi tuan muda sudah tak mau makan malan dirumah. " jawab bi Sanah.
__ADS_1
Mendengar penjelasan bi Sanah, Cyka sedikit merasa prihatin pada Fakhri, karena pada dasarnya sikap Cyka adalah seorang penyayang dan penuh perhatian.