Ku Hanya Ingin Dicintai

Ku Hanya Ingin Dicintai
Final.


__ADS_3

Sampai Zoya dan Juan tak terlihat lagi baru Mia menepis tangan Fakhri.


" Kenapa menatapku begitu ? tolong jangan salah paham oke, aku tidak tertarik padamu sama sekali, emm anggap saja ini sebuah balasan atas bantuanmu sebelumnya ", jelas Mia mengklarifikasi.


" Apa aku mengatakan sesuatu, kau memanggilku sayang", ujar Fakhri.


" Aisss apa kau harus mengulangi kata-kata itu, kau tau aku mengatakannya karena kasian ama lo ", ucap Mia.


" Kasihan ? kenapa ?", tanya Fakhri.


" Kau masih bertanya, aku lihat kau tidak menyukainya, wuah tapi wanita itu tebal muka juga ya, udah salah seenaknya aja minta maaf dan ngajak balikan dengan gampangnya ", kesal Mia.


" Terus kenapa kamu yang kesal ?", tanya Fakhri bingung.


" Itu karena menurutku dia nyebelin, kalau salah ya seharusnya dia minta maaf dong, memohon kek nangis kek, bukan malah menyudutkan orang lain, pake bilang lo masih cinta lagi sama dia, wuahhh mukanya tebal banget kayak aspal ", kesal Mia.


" Dan dari mana lo tau kata-kata dia itu salah ?", tanya Fakhri.


" Huh ! ya itu karena gue pikir, oh jadi bener lo masih cinta sama dia ? serius !", tanya Mia penasaran. Namun Fakhri malah tertawa melihat kekocakan wanita itu.


" Aisss.... lo mainnin gue ya ?", Mia duduk dengan rasa kesal.


" Lo tenang aja, yang lo bilang itu bener kok, gak ada cinta lagi di hati ku saat ini ", jelas Fakhri.


" Untuknya ?", tanya Mia.


" Emm... untuk nya dan untuk siapa pun ", jawab Fakhri.


" Hmm !", Bingung Mia.


Fakhri menatap Mia cukup lama sampai wanita itu merasa tidak nyaman dan salah tingkah.


" Apa arti tatapanmu itu, jangan bilang lo udah jatuh cinta sama gue cuma karena bantuan kecilku barusan ", ujar Mia.


" Ahahahaha... Kau ini benar-benar luar biasa ", ucap Fakhri, " Em... mungkin lo bener, mungkin gue udah jatuh cinta sama lo !", goda Fakhri.


" Huh !!", kejut Mia.


" Wo wo wo... Biasa aja kagetnya, itu bisa aja terjadi kan ? kalau kau bisa terus jadi wanita yang baik seperti ini ", ujar Fakhri.


" Lo ngelesek gue hah !", celetuk Mia.

__ADS_1


" Apa kau mau menjadi istriku ?", tanya Fakhri tiba-tiba.


" Apa ? apa kau bercanda ! lagi-lagi lo mengatakan itu seenaknya, lo pikir aku ini cewek apaan ", kesal Mia.


" Jadi kau juga ingin seperti wanita lainnya, mendapatkan lamaran dengan romantis ?", tanya Fakhri.


" Apa kau pikir aku berbeda ?", celetuk Mia.


Fakhri tertawa melihat tingkah wanita itu.


*******


Di kediaman keluarga Risky.


Di pagi hari.


Cklek.


" Huaaaa... mami, mami... huaaa ", Richa masuk kedalam kamar orang tuanya sambil menangis.


Suara tangisan putrinya itu membangunkan keduanya.


" Ada apa sayang, kenapa kau bangun sepagi ini dan menangis !", Cyka langsung bangun dan memeluk putrinya itu.


" Berhentilah menangis sayang, kau bisa membangunkan adikmu sayang", bujuk Cyka yang langsung menggendongnya dan coba menenangkannya.


" Hikk hikk...", Richa menangis sampai terisak.


" Tidak papa mami di sini sayang, apa kau mimpi buruk ?", Tanya Cyka dan sang putri pun mengangguk, " Yasudah jangan takut, kalau begitu tidar bersama mami dan papi juga Revan saja ya sayang ", Ajak Cyka yang seketika Richa pun berhenti menangis.


Akhirnya mereka pun tidur ber'empat di atas kasur yang sama, Risky memeluk Revan dan Cyka memeluk Richa.


******


Di pagi harinya.


" Mas...mas... ayo bangun, ini sudah siang, bahkan anak-anak sudah bagun dari tadi, masak kalah sama anak-anak sih mas...", Cyka berusaha membengunkan suaminya itu.


" Eheemm...", Risky menggeliat dan enggan untuk bangun.


" Sayang, ayo bangun...", paksa Cyka.

__ADS_1


" 5 menit lagi, sayang..", rengeknya yang masih malas untuk bangun.


" Mas... Aaahh", Cyka di tarik kembali ke atas kasur dan di peluk erat oleh Risky, " Mas apa yang kau lakukan ?", Tanya Cyka sambil berusaha melepaskan diri.


" Aku hanya sedang memeluk istriku, jangan bergerak, tetaplah seperti ini, sebentar saja sayang ", ucap Risky seraya mengeratkan pelukannya.


" Mas apa keadaan mama sekarang sudah baik-baik saja ?", tanya Cyka.


" Hmm...", Jawab Risky singkat.


Selama 2 tahun ini sudah beberapa kali mama Risky datang dan mengamuk, namun Cyka trus mencoba mendekatkan diri padanya, dia terus minta maaf walau tidak tau apa kesalahannya, dan 2 hari yang lalu ada kabar kalau mama Risky masuk rumah sakit, Cyka mengajak Risky untuk menjenguknya namun Risky menolaknya.


Cup.


Risky mengecup kening Cyka, lalu Cyka pun mendongak, dia tersenyum pada suaminya itu, walau belum mendapatkan restu dari keluarga Risky, Cyka berusaha menjalani kehidupannya sebaik mungkin, demi anak-anak dan laki-laki yang ada di sampingnya itu.


Risky merenggangkan pelukanya, ditatapnya lekat wajah istrinya itu. Di belainya dengan lembut wajah mungil Cyka, kemudian ia mendekatkan wajahnya ke Cyka. Semakin lama semakin dekat sebuah ciuman lembut mendarat di bibir Cyka.


Cyka pun membalas ciuman suaminya itu, ciuman yang begitu dalam namun tetap terasa begitu lembut. Lama mereka hanyut dalam ciuman itu seakan tak ingin saling melepaskan. Namun adegan itu pun berakhir saat Cyka kehabisan oksigen, dan Cyka juga menghentikan tangan suaminya itu saat meraba perut bagian bawahnya.


" Ingat mas, anakmu masih sangat kecil, dan aku tidak ingin hamil lagi ", ucap Cyka.


" Apa ? tapi kenapa sayang ? kita bisa memilikinya bahkan lebih banyak lagi sayangku, toh kekayaan kita tidak akan habis untuk membesarkan anak-anak kita sayang", ucapnya seraya mulai mencium leher Cyka hingga meninggalkan bekas tanda miliknya.


" Kau bercanda hah ! apa kau lupa apa yang kau katakan saat dirumah sakit, kau bilang tidak akan memintaku melahirkan lagi, kau bahkan menangis tersedu-sedu saat melihatku kesakitan di ruang persalinan, mas bahkan hampir membunuh dokter yang ingin membantuku bersalin, kau tidak ingin pria mana pun menyentuhku, karena itu kau mengamuk dan memukul dokter itu, apa kau masih ingin melihatku melahirkan anakmu ", jelas Cyka, mengingatkan Risky pada peristiwa 1 tahun lalu saat Cyka melahirkan Revan.


" Kau benar, aku tidak akan biarkan laki-laki mana pun berani menyentuhmu, walau itu dokter sekali pun ", kesal Risky.


Cyka tertawa, " Mas ingat, saat aku ngidam, aku bahkan melarang mas masuk kedalam kamar selama 1 minggu dan saat itu mas mengamuk meminta dokter untuk mencarikan obat terbaik agar aku bisa sembuh, kau bahka membentak mas Zion memintanya menghubungi dokter dari luar negeri, haih... masih ingin punya anak lagi ?", tanya Cyka.


" Jadi apa yang harus ku lakukan ? ", tolak Risky.


" Emm, yang jelas aku tidak ingin punya anak lagi. Sudah cukup bagiku dengan memiliki Richa dan Riyan. Kita berikan seluruh kasih sayang cinta kita untuk kedua buah hati kita itu, hmm!!", jelas Cyka.


Risky pun tersenyum lebar, ia merasa sangat bahagia, ia menarik Cyka kembali dengan erat. " Lalu apa bisa kita lanjutkan lagi ?", tanya Risky yang mulai menciumi leher Cyka.


" Tidak bisa sayang, anak-anak sudah menunggu kita untuk sarapan, mas harus bangun dan mandi", ucap Cyka yang langsung pergi dari tempat tidur.


" Cyka... ", rengeknya manja.


" Cepat mas...", paksa Cyka.

__ADS_1


Risky pun langsung menurut, dan masuk ke kamar mandi, selagi Risky mandi Cyka mempersiapkan baju untuk suaminya lalu turun kebawah membantu bi Ita menyiapkan sarapan.


__ADS_2