
" Kau sudah tiba di Jakarta ?" Tanya Pria itu di balik telepon.
" udah paman, baru aja. " jawab Cyka di balik telepon.
" Saya sudah minta Fakhri untuk menjemputmu ke bandra, jadi tunggulah dia disana. " ucap pria itu lagi di balik telepon.
" Baik, Paman. " jawab Cyka singkat seraya memutuskan sambungan telepon.
" Mami...! Panggil putrinya yg baru saja terjaga dari tidurnya, Richa ada di pangkuannya sejak mereka keluar dari pesawat tadi.
" Richa udah bangun....? Apa Richa lapar ?"
" Hem, hem. " jawabnya dengan anggukan seraya mengucek ucek matanya.
" Baiklah, Mami ambil susu Richa dulu, tunggu sebentar, ya Sayang. " Saat Cyka masih merogoh isi tas yang husus berisi perlengkapan putrinya tiba-tiba sepasang kaki mendekatinya dan berdiri tepat di hadapannya.
Cyka menatap kaki itu lalu mendongak secara perlahan, ia melihat pria gagah dan tinggi sedang berdiri tepat di hadapannya.
" Anda yg bernama Nyonya Cyka... ?" tanya pria tersebut dengan wajah sinis, dingin dan wajah yang datar.
Cyka bangkit dengan menggendong Richa.
' Apa dia putra paman Joe ?' Batin Cyka.
" Kau Fakhri... ?" tanya Cyka ragu-ragu.
" Benar..." jawabnya singkat, lagi-lagi dengan nada yang tak enak di dengar.
Sejanak ia melirik putri yg ada di dekapan Cyka saat ini.
__ADS_1
' Apa ini putrinya denganmu.... ? ' batin Fakhri.
" Ikutlah denganku. " lanjut Fakhri, tanpa perduli dengan keadaan Cyka saat ini, ia bahkan tak membantunya membawakan koper milik Cyka.
' Ada apa dengannya, bukankah paman Joe bilang dia adalah anak yang baik, apa ini perlakuan anak yang baik. '
" Mami..." panggil Putrinya.
" Hemm. Richa lapar ya, Sayang. Oke Mamj akan berikan susunya saat kita tiba di mobil, oke Sayang. " ucap Cyka sambil mengelus rambut panjang putrinya.
" Aaaaa.... " rintih Cyka yg tak sengaja menabrak tubuh kekar pria yang tak sopan yang meniggalkannya begitu saja tanpa memikirkan kesulitan Cyka.
Srak!
Fakhri menarik koper dari tangan Cyka dengan sedikit kasar, walau terlihat tak perduli namun yang terlihat mungkin bukan yang sebenarnya.
' Dia niat bantu apa mau menyakitiku sih, bukannya dia lebih muda dariku ya, tapi sikapnya bener-bener nggak sopan. ' gumannya.
" Mulai hari ini kau di pecat. " bentar Risky pada supir yang mengantarkannya kebandara.
Kali ini entah apa kesalahan supir tersebut, entah berapa banyak supir dan kariawan yang ia pecat dalam satu bulan.
Tempramennya semakin hari semakin mengerikan, pemecatan kariawan bukan satu-satunya kelakuan buruk yang ia miliki, minum minum di bar, berkelahi dengan orang-orang yang berani menghalangi jalannya. Tak jarang pukulannya hampir menhabisi nyawa seseorang.
4 tahun terakhir setelah kepergian Cyka, duanianya semakin gelap, seakan sudah taka ada warna lagi di dalam hidupnya. Ia bahkan tega menghancurkan beberapa pebisnis lainnya yang menurutnya tak layak bekerja sama dengannya, termasuk milik keluarga Cyka, Saat ini keluarga Cyka sudah bangkrut akibat ulahnya.
Deg.
Saat matanya menangkap bayangan wajah yang senagat ia rindukan selama ini, ia melihat sosok istrinya sedang memasuki sebuah mobil berwarna hitam.
__ADS_1
Saat ia berusaha mengejarnya mobil itu sudah melaju dengan cepat. Ia menghentikan taksi yang lewat di depan mandara, lalu meminta supir taksi melajukan mobilnya dengan cepat mengejar mobil hitam yang ia yakini ada Cyka di dalamnya.
Di dalam mobil Falhri.
" Ini susunya, Sayang. " Cyka memberikan botol susu pada putrinya. " Minumlah dengan perlahan, kalau tidak Richa bisa tersedak. " ucap Cyka dengan lembut pada sang putri.
Cyka melirik Fakhri yang duduk di bangku depan di samping supir. Ia merasa bingung dengan sikap dingin yang di tinjukkan fakhri padanaya, ia benar-benar berbeda dengan gambaran yang di katakan Papanya.
Dalam taksi yang di naikki Risky.
" Apa kau tidak bisa mengemudikan mobilnya dengan cepat ?" bentak Risky pada supir taksi.
" Maaf tuan, ini ada di jalan raya, saya tidak bisa....." Sebelum supir taksi menyelesaikan kata-katanya Risky sudah memotongnya.
" Jika kau kehilangan jejak mobil itu, aku akan menghabisimu. " Ancama Risky, membuat supir taksi sudah tak mampu berkutik.
Saat ada lampu lalu lintas supir taksi berhenti karena lampu menunjukan tanda merah, sehingga mereka kehilangan mobil yang sedang di kejarnya.
Brak !
Risky memukul kaca mobil.
" Apa kau benar-benar ingin mati ?" Risky terlihat sangat geram, ia menarik kerah sang supir taksi.
" Maaf tuan, saya mohon lepaskan saya... " pinta supir taksi yang terlihat sudah sangat ketakutan.
BRAK!
Risky keluar dari dalam taksi dan membanting pintunya dengan kasar, tanpa memperdulikan bayaran supir taksi langsung melajukan mobilnya dan meninggalkan Risky di tepi jalan raya.
__ADS_1
Risky menelpon Zion.
" Temukan dia apa pun yang terjadi. "