Ku Hanya Ingin Dicintai

Ku Hanya Ingin Dicintai
Botol minuman.


__ADS_3

Setelah memastikan Risca tidur Cyka ingin kembali kekamarnya, namun karena merasa haus dia menuju dapur terlebih dulu.


Saat hendak mencari botol minuman di dalam lemari Cyka terkejut saat melihat ada beberapa botol minuman tersimpan di sana.


" Mas... kamu..", Cyka memejamkakn matanya karena kesal.


' Sejak kapan dia mulai munum-minum, bukankah dulu dia bilang sangat membenci minuman keras '.


Cyka berjalan ke lantai dua menuju kamarnya dengan membawa sebotol minuman tersebut.


Brak !


" Astaga...". Risky terkejut sambil memegangi dadanya, " Sayang, kenapa membanging pintu seperti itu ?". Cyka menghela napas kasar, lalu menatap tajam ke arahnya.


Dia mendekati Risky.


" Apa ini mas...?". Cyka mengangkat botol minuman itu dekat ke wajah Risky.


Deg.


' Oh tuhan, bagai mana bisa aku lupa menyingkirkan ini '.


Risky menelan ludahnya.


" Sayang itu...". Risky terbata-bata.


" Ini punya mas ?". Risky menggeleng, " Bukan ! lalu kalau bukan punya mas lalu punya siapa ?".


" Sayang, dengarkan aku".


" Em.. Aku sedang mencoba mendengarkan penjelasan mas". Nada bicaranya sangat dingin.


" Ehem.. itu.. itu".

__ADS_1


" Hm.. itu ?". Cyka mengulangi.


" Punya Zion, Ia itu punya Zion".


" Apa ? Mas Zion ?". tanya Cyka tak yakin.


' Sory yon, lo harus nyelamatin nyawa gue kali ini '.


*******


Di kediaman Zion.


Hacuuu... Zion bersin.


" Ada apa ini, tuben gue bersin, atau jangan-jangan ada yang ngibahin gue lagi".


" Argkk...". Terdengar teriakan dan barang di banting oleh seseorang di ruang tamu, Zion bergegas keluar.


" Lo tanya ada apa ? Ini semua adalah salah lo sama kak Risky". Bentaknya.


" Berhenti menyalahkan orang lain".


" Diam kamu". Bentaknya sambil menunjuk Zion dengan jari telunjukna, " Lo sama cewek sialan itu sama aja, kalian orang-orang dari kalangan bawah cuma pembawa sial bagi kami".


" Riana.. Cukup".


" Hahaha... lo baru aja bentak gue, lo ngebentak gue hah... berani lo sama gue.. hah !". Riana terus saja mendorong tubuh Zion dengan kepalan tangannya.


Karena sudah tidak tahan Zion pun mencengram tangannya.


" Gue bilang cukup". Zion masih mencoba menahan emosinya.


" Kenapa, kalau gue nggak mau berhenti lo mau apa hah...Dasar orang miskin dan pengecut".

__ADS_1


" Riana...!". Zion hampir memukulnya namun tertahan saat terdenga pintu kamar terbuka.


" Pa..pa..". pangil putranya yang tiba-tiba keluar.


" Kenapa berhenti, ayo pukul, pukul gue bilang". Bentak Riana sampai membuat Repan menangis.


" Keluar ". Riana terkejut mendengar Zion mengusirnya, ini pertama kalinya ia mendenagr hal itu dari mulut suaminya tersebut, " Apa lo nggak denger, gue bilang keluar dari rumah ini ".


Riana terlihat tersenyum sinis, Zion yakin dengan senang hati Riana pasti akan pergi dari rumah sederhana mereka tersebut, karena sejak awal itu lah yang di inginkanya.


" Ini sudah cukup bagiku, kesabaranku cukup sampai di sini Ria... jadi keluar dari rumah ini sekarang". tegasnya sekali lagi menyuruhnya untuk keluar.


Tentu saja tanpa pikir panjang dia pun langsung keluar dari dalam rumah tersebut.


Rehan yang masih terus menangis membuat hati Zion terluka dan merasa bersalah. Dia meraih putranya itu lalu memeluknya dengan erat berusaha membujuknya agar berhenti menangis.


" Maaf sayang, ini semua adalah kesalahan papa... jika bukan karena papa yang keras kepala kau tidak akan melihat semua ini, jika bukan karena kebodohan papa, kau pasti tidak akan terlahir dari ibu seperti dia".


Walau Zion sangat menyesali segalanya namun semua sudah terjadi, tak ada yang bisa di alkukannya lagi sekarang selain menerima kenyataan.


******


Cyka yang tak percaya dengan penjelasan Risky masih marak dan tidur membelakanginya.


' Huh, berharapnya dapat pelayanan khusus malam ini, tapi gara-gara minuman itu, aah.. gagal lagi kan dapat jatah, Gimana cara ngebujuknya sekarang '. Batinnya.


Dia ragu-ragu ingin memeluknya.


' Ahh... lupakan saja, lebih baik aku biarkan dia tenang dulu, tapi masalahnya..Ahhh pusing gue'.


Risky menagcak-acak rambutnya. Cyka yang belum tidur malah tersenyum tipis.


' Setidaknya mas harus di hukum sedikit kan ? siapa suruh bohongin aku'.

__ADS_1


__ADS_2