
Semua orang sudah meniggalkan gedung pernikahan. Mama Cyka dan Dharma juga sedang berpamitan akan segera pergi.
" Mama akan sering - sering menemuimu, mulai sekarang. " kata mamanya sambil memeluk Cyka.
Cyka menganggukkan kepalanya dengan semangat.
" Jangan khawatir, Aku dan mama akan berusaha membujuk Papa juga, Agar mau menerimamu kembali. " timpal Dharma.
" Tolong lakukan itu untuk kita. " Kata Risky.
" Saya ucapkan terima kasih, karena Ibu dan Kak Dharma mau menghadiri pernikahan kita berdua. " tambah Risky.
Risky tau pasti kenapa akhirnya mereka setuju untuk datang, namun demi melihat istri nya bahagia ia harus berpura pura tersenyum di hadapan mereka.
" Tidak perlu sungkan seperti itu, bukan kah sekarang kita sudah menjadi keluarga, jadi tidak perlu berterima kasih, bagai mana pun Cyka itu adalah keluarga kita, tidak ada yang bisa mengubah itu. " ujar Dharma. terdengar begitu menyentuh dan sempurna.
Risky melihat Cyka sangat bahagia. Senyuman terus terpancar di wajahnya
' Andai yang kau katakan itu tulus, maka itu akan sangat baik, tidak akan ku biarkan siapa pun menyakiti wanitaku, bahkan kalian sekalipun' batin Risky.
Supir melajukan mobil perlahan. Cyka menyandarkan kepalanya di bahu Risky.
" Kau lelah ?" tanya Risky.
" Hemm, tapi aku juga merasa sangat bahagia. " Kata Cyka sambil menggenggam tangan Risky.
__ADS_1
" Mas. "
" Hemm."
" Makasih untuk kado terindah yang mas kasih untuk ku hari ini, kau benar-benar mewujutkan impianku selama ini " Ujar Cyka.
" Bagus lah kalau kamu memang sangat bahagia. "
" Mas tau, dengan menjadi istrimu saja sudah merupakan hadia terindah yang kudapat seumur hidupku, sebelumnya tujuan hidupku adalah bisa mendapatkan kata maaf dari keluarga ku, bisa mendapatkan itu saja sudah cukup bagiku. " Air matanay menetes ketangan Risky.
Ia menatap Cyka dan mengusap air matanya.
" Itu artinya tuhan mengirimku padamu sebagai bonus dari hadiahmu. " ujar Risky.
Sabar ya Risky kecil, tunggu sampai di ranjang dulu sebentar lagi juga nyampe kok.
Cyka yang merasa mulai panas, menghentikan suaminya dengan memalingkan wajahnya. Risky juga tak melanjutkannya, ia sadar saat ini bukan waktu yang tepat.
Pak supir hanya bisa menelan selipannya dan berpura pura tak mendengar apa pun, ia juga tak berani melirik kaca spion depan yang jelas pasti bayangan keduanya terlihat di sana.
Tiba di rumah pak supir membukakan pintu mobil, lalu keduanya pun keluar, Risky tak mengenal kata lelah ia mengankat tubuh Cyka dengan kedua tangannya hinga sampai ke dalam kamar.
Perlahan ia meletakkan Cyka ke atas tempat tidur. Tanpa menunggu lama ia sudah berada di atas istrinya, saat ia ingin menciumnya Cyka menahan dada bidang sang suami dengan kedua tangannya.
" Tunggu mas. " kata Cyka terbata bata.
__ADS_1
" Ada apa ?" Tanya Risky. Yang sudah tak sabar ingin menerkam sang istri.
" Tidak bisa kah kita mandi dulu. ?" Kata Cyka.
Wajar ia berkata seperti itu, mengingat seharian ini ia berkeringat dan merasa sangat gerah dan tubuhnya juga terasa lengket.
" Aku tidak bisa menunggu, jangan kan satu menit, sedetik pun aku sudah tak ingin menuggu lagi, jadi kita bisa mandi setelah ini. " Ujar Risky yang langsung me^^mati bibir cyka dengan ciumannya,
" Atau kau ingin kita melakukannya di kamar mandi, Sayang. !" Bisik Risky sedikit mengoda Cyka. Cyka mengeleng kan kepalanya, menurutnya itu ide yang sangat buruk.
Sentuhan demi sentuhan terus berpadu di sanubari kedua insan yang sedang memadu kasih.
Setelah permainan berakhir, karena lelah keduanya malah sudah tak sanggup untuk bangun dan mandi, akhirnya Risky mengajak Cyka untuk tidur sebentar.
Namun Cyka merasa sangat kebelet pipis jadi ia memaksakan diri untuk ke kamar mandi. Sedangkan Risky sudah tertidur lelap.
Karena sudah ada di kamar mandi Cyka langsung mandi. Satelah selesai ia memakai jubah mandi yang di sediakan di kamar mandi.
Cyka berbalik. " aaahhh..." teriak nya, ia langsung menutup matanya dengan kedua tangan.
" Mas, tidak bisakah kau memakai bajumu dulu sebelum kemari. " Kata Cyka terbata bata.
Risky berdiri di depan pintu kamar mandi dengan bertelanjang dada dan hanga mengenakan celana boksernya, ia mengejukan Cyka.
Naluri kita sebagai wanita pasti belum siap dengan hal yang baru seperti itu. Walau sudah menikah dan sudah saling melihat lekuk tubuh masing-masing saat berhubungan intim, namun hal itu tetap membuat kita merasa malu dan terkejut jika meliahatnya secara langsung seperti itu.
__ADS_1