
Keesokan harinya.
Risky mengantar Cyka ke rumah sakit untuk menjenguk Riana, walau Risky masih sedikit enggan memenuhi kemauan istrinya itu dia tetap tidak bisa menolak rengekannya.
Di depan rumah sakit.
" Kau yakin dengan hal ini sayang ?", Ucap Risky lagi saat keduanya hampir memasuki rumah sakit.
" Hmm...", Cyka menganggukan kepalanya.
Di depan kamar Riana.
Sebelum masuk Risky harus meminta ijin dulu pada polisi yang bertugas menjaga Riana di luar kamar rawatnya.
Ckrek
Cyka masuk di ikuti Risky, sontak Riana terkejut matanya membulat penuh amarah.
" Lo keluar, beraninya kau menunjukkan wajah hinamu itu di hadapanku hah !", Riana melempar Cyka dengan bantal namun di lindungi oleh Risky.
" Cukup Ria... !", bentak Risky. Cyka mencengram lengan Risky seraya memejamkan matanya, " Kau mau kita pergi saja ?", tanya Risky. Namun Cyka menggeleng, " Haaahh berhentilah keras kepala Cyka, ini percuma sayang ", paksa Risky.
" Mas... aku mohon ", ucap Cyka.
" Baiklah ", Risky mengalah.
Cyka mendekati Riana, ada rasa takut di hatinya, tapi ia mencoba bertahan. Riana dengan wajah geramnya memalingkan wajah dari Cyka dan Risky.
" Apa kau sudah merasa puas Riana ? Sama seperti 4 tahun yang lalu, kau mencoba memisahkan aku dan kakakmu....", ucapan cyka terhenti akibat bentakan Riana.
" Diam kau, tutup mulut kotormu, dan keluar dari tuangan ini..", Usirnya dengan suara tinggi.
__ADS_1
" Tidak ", jawab Cyka dengan suara sedikit tinggi juga, sehingga membuat Risky ikut terkrjut, untuk pertama kalinya dia melihat sikap Cyka yang seperti ini.
" Apa kau bilang ?", tanya Riana.
" Ya, kau benar, yang kau dengar tidak salah Riana Aditama, kali ini kau harus mendengarkanku dan kali ini akau tidak akan membiarkanmu menindasku seperti 4 tahun lalu", tegas Cyka.
" Lalu apa ! memangnya kau bisa apa hah ! Kau cuma wanita bodoh dan lemah ", Hina Riana.
PLAKK !
" Kau...", bentak Riana.
" Kenapa, kau ingin membalasku ! coba saja, jika mulai sekarang kau masih berani menyentuhku dan keluargaku, yang ku lakukan selanjutnya mungkin akan lebih mengejutkan, aku datang kesini bukan untuk memohon padamu atau pun mrngasihanimu, seumur hidupku aku akan terus membencimu, tapi aku tidak bisa membenci anak itu, putramu, bagai mana bisa kau setega itu pada darah daging mu sendiri, di dalam mobil itu ada anak yang kau lahirkan dengan mempertaruhkan nyamamu, anak itu ada di dalam kandunganmu selama 9 bulan, aku tidak percaya ada seorang ibu yang bisa mengabaikan anaknya sendiri sepertimu ", Ujar Cyka panjang lebar Riana hanya bisa mematung.
" Setelah melakukan semua itu, apa yang kau dapatkan ? apa kau merasa bahagia ? Setelah kehilangan rahimmu sekarang kau pikir apa lagi yang bisa kau lakukan, Rehan itu akan menjadi satu-satunya putramu tapi kau sudah menyia-nyiakannya selama ini, tolong ingat tamparan itu di setiap kali kau ingin melakukan kejahatan, aku berharap akan ada masa kau menyesali segala perbuatanmu ", Lanjut Cyka yang langsung berbalik ingin keluar dari ruangan itu.
" Ayo mas...", ajak Cyka.
Risky mendekati Riana.
" Dengarkan aku Ria, ini akan menjadi peringatan teralhirku untukmu sebagai seorang kakak, jika kau berani menyentuh miliku lagi aku bersumpah tidak akan pernah mengampunimu lagi ", ancam Risky.
" Hahahaha.... apa dengan memenjarakan adikmu kau berpikit sudah mrngampuniku ! Huh ?", celetuk Riana.
" Aku tidak akan memenjarakanmu, walau aku ingin melakukannya tapi aku tidak bisa melakukannya demi keponakan ku dan sahabatku", jelas Risky.
" Apa ?", Tanya Riana terkejut.
" Tapi jangan senang dulu, walau kau tidak di penjarakan disini, kau akan menjadi tahanan di luar negeri, karena kau akan mendapatkan larangan untuk masuk ke negara ini ", lanjut Risky.
" Apa ? apa kau sudah tidak waras ", bentak Riana
__ADS_1
" Iya, aku memang sudah tidak waras, jika aku waras maka aku tidak akan membebaskanmu, pergi dari sini secepatnya sebelum aku berubah pikiran", ancam Risky.
" Hie, b***ng**k kalian ", Riana hampir melempar Risky dengan gelas namun di cegah oleh Risky dengan cepat, " keluar, keluar lo berdua, aku akan membunuhmu, aaaarghkk... ", Riana mengacak-acak rambutnya.
" Ayo sayang ", Risky membawa Cyka pergi dari sana.
Di luar ruangan.
Risky meminta petugas polisi untuk tetap mengawasi Riana sampai ia keluar dari negara ini, dan polisi pun mengerti ucapannya.
Di dalam mobil.
" Sejak kapan mas memutuskan hal ini ?", tanya Cyka.
" Sejak kau memohon padaku untuk membebaskannya ", jawab Risky.
" Jadi mulai sekarang kamu tidak perlu takut lagi, hmm..", ucap Risky.
Cyka mengangguk, " Ahh, lalu apa yang terjadi pada Mia mas... ?", tanya Cyka.
" Hmm !! kenapa tiba-tiba nanyak soal dia ?", tanya Risky bingung.
" Aku cuma penasaran aja sayang, gimana pun jahatnya dia, tapi dia kan udah ngelindungi anak-anak, jadi...", kalimat terpotong.
" Aduhhh istriku ini sumapah ya, hatinya seputih apa sih, hah !", kagum Risky, " Apa kau juga ingin membebaskannya ?", tanya Risky.
" Entahlah, jika kita menghukumnya rasanya ada yang mengganjal aja sayang, namun aku juga merasa dia pantas mendapatkan hukumanya ", jawab Cyka.
" Tenang aja, petugas polisi pasti punya penilaiannya sendiri dalam memberikan hukuman sayang ", jelas Risky.
Cyka pun mulai melupakan pikirannya pada orang lain, cyka mulai fokus pada suami dan anak-anaknya.
__ADS_1