
Di rumah Risky.
" Kau menemukan seauatu ?" tanya Risky pada Zion.
" Mobil tersebut milik seorang pengusaha muda tuan Fakhri Medwin, yang akan melakukan kerja sama dengan perusahaan kita." jelas Zion.
" Jadi dia seorang pengusaha muda ! semuda apa ?" ucap Risky dengan wajah datarnya.
" Baru satu tahun terakhir ia di angkat menjadi seorang presdir, di usianya yang baru 25 tahun. " ujar Zion.
" Ini adalah laporan tentang dirinya. " lanjut Zion dengan memebrikan sebuah Map berwarna coklat pada Risky.
" Dia belum menikah ?" tanya Risky dengan menatap tajam pada Zion.
" Itu yang gue denger, dan tentang hubungannya dengan istri lo kita belum bisa memastikan apa-apa. " ucap Zion.
" Lakukan kerja sama itu dengannya, apa pun yang terjadi. " titah Risky lalu di jawab dengan anggukan pelan oleh sang sekertaris.
' Setelah pergi dariku beraninya kau bersama pria lain, sepertinya kau perlu hukuman dariku Sayang. ' batin Risky sambil menatap gambar Cyka dan dirinya di layar telepon genggamnya.
*******
Setelah dua hari Richa di rawat keadaannya mulai membaik dan sudah di perbolehkan pulang.
" Terima kasih hari ini kau sudah menjemput aku dan putriku. " ucap Cyka pada Fakhri yg sedang mengemudikan mobil di sampingannya.
Tanpa di minta Fakhri sudah datang kerumah sakit untuk menjemput mereka. Sejak putri Cyka berada di rumah sakit Fakhri memang selalu bolak balik ke rumah sakit, setelah kesalah pahaman itu diluruskan ia mulai menunjukkan rasa simpati pada Cyka dan putrinya.
" Tidak masalah..... Siapa ayah dari putrimu ?" Lagi-lagi Fakhri melontarkan pertanyaan yang sama, ia terus saja merasa terusik tentang hal tersebut.
" Kenapa tiba-tiba tanya hal itu lagi ?" Cyka menundukkan wajahnya, dengan mimik wajah yang mulai berubah murung.
" Aku hanya sedikit khawatir saja dengan yg di katakan dokter sebelumnya. " Maksud Fakhri saat dokter mengatakan kalau putrinya membutuhkan donor darah ayahnya segera.
" Maaf, aku tidak bisa memberitahumu tentang dirinya. " ucap Cyka yg masih tetap menolak untuk bicara.
Fakhri sejenak melirik Richa yang sedang tertidur di pangkuan sang ibu.
" Dia terlihat sangat manis... Sepertimu. " ujar Fakhri
__ADS_1
Mendengar ucapan Fakhri Cyka hanya tersenyum ringan.
" Dia adalah seluruh hidupku.... tanpanya aku pasti sudah lama mati. " Ucap Cyka seraya membelai wajah mungil putrinya.
" Apa ayahnya juga termasuk dari hidupmu ?"
Entah sebuah jebakan atau hanya sekedar bertanya, pertanyaan yang di ajukan Fakhri membuat Cyka membisu.
" Tidak. " Tegas Cyka yg akhirnya angkat bicara.
Mendengar jawaban Cyka, Fakhri akhirnya memilih untuk tidak melanjutkan pertanyaan yang berkecamuk di dalam pikirannya.
*******
Pukul 20.30
Cyka baru saja selesai mandi.
Bukk!
" Ahh..." Cyka mengerang pelan.
" Ada apa ?" Fakhri yg tiba-tiba membuka pintu dan langsung masuk karena mendengar teriakan Cyka.
" Aaaaaaa..... "
" Ada apa ? kenapa kau berteriak ?" Tanya Fakhri semakin panik.
Cyka menutup bagian dadanya dengan kedua tangan, karena saat ini ia hanya menggunakna handuk mandi.
Fakhri yg baru menyadari hal tersebut langsung membalikkan badannya.
' Cantik. '
" Oh... Maaf, saya tidak bermaksud melihatnya, saya hanya terkejut mendengar kau berteriak, jadi... "
" Keluar. " minta Cyka.
" Oke... Aku keluar. " ucap Fakhri yg langsung melangkah, namum sebalum ia benar-benar dari kamar tersebut ia berhenti sejenak. " Jika kau sudah selesai keluar lah, aku perlu bicara denganmu. " ujar Fakhri seraya menarik pintu kamar hingga tertutup rapat.
__ADS_1
Fakhri menyandarkan dirinya di balik pintu dengan meletakkan salah satu tangannya di dada, dengan menarik napas dalam-dalam.
' Gila... cantik banget sih dia. ' guman Risky seraya memukul pelan kepalanya. ' Sadarlah, dia adalah seorang ibu yg belum jelas siapa suaminya. ' gerutunya lagi pada diri sendiri sambil menggeleng-geleng kepalanya.
Setelah selesai mengenakan baju tidurnya Cyka mencium kening putrinya sebelum melangkah keluar untuk menemui Fakhri.
Deg.
Jantung Fakhri berdetak kencang saat melihat Cyka menutuni anak tangga, ia terpana dengan kecantikan wanita satu anak tersebut, Cyka mengenakan baju tidur seksi tanpa lengan yang panjangnya di atas lutut.
Karena terpana Fakhri sampai tak sadar Cyka sudah berdiri di hadapannya.
" Ada apa ? " Tanya Cyka mengejutkan lamunan Fakhri.
" Huh... " Fakhri terlihat sangat terkejut dan bingung.
Cyka langsung duduk di sisi lainnya yang berhadapan dengannya.
" Apa yang ingin kau bicarakan padaku ?" lanjut Cyka yang masih menunggu jawaban darinya.
" Aku sudah meminta seorang perawat untuk bekerja disini, untuk memantau keadaan putrimu. " ucap Fakhri.
" Apa ? kenapa tiba-tiba..."
" Bukankah kau bilang akan bekerja ?" timpal Fakhri, " Jadi selama kau bekerja akan ada yang merawatnya. " lanjut Fakhri.
" Kau tidak perlu melakukan itu untukku dan...."
" Aku melakukannya untuk putrimu bukan untukmu jadi jangan salah paham, dan juga..." Sejenak Fakhri menghentikan kalimatnya dan wajahnya mulai terasa panas.
' Bagai mana caraku mengatakannya, dia tidak akan berpikif kalau aku pria mesum kan ? bicara tidak, bicara tidak, ah sudahlah katakan saja. ' ucapnya yang sedang bertarung dengan pikiranya.
" Hemm !" tanya Cyka dengan menaikan alisnya.
" Oh... yang terjadi sebelumnya, itu... itu hanya salah paham. Percayalah aku tidak melihat apa pun. " jelasnya gelagaban.
' Kau bilang tidak melihat apa pun ! aku lihat bola matamu hampir keluar tadi, dasar mesum ' Gerutu Cyka.
" Kau yakin tidak melihatnya ?" tanya Cyka dengan menyipitkan matanya.
__ADS_1