
Siang ini Cyka dan Risky bersama putrinya akan berkunjung ke kediaman keluarganya.
" Jangan Khawatir sayang ", Risky menggenggam tangannya yang menyadri kalau sejak tadi istrinya itu terlihat gugup.
" Mas yakin, mereka sudah memaafkanku ?". Risky mengangguk, " Mereka akan menerimaku lagi kan sayang ".
" Tentu saja sayang ".
" Mami, es krim ", Cyka dan Risky tertawa seketika mendengar keinginan putrinya itu.
" Sayang mau es krim !", Risky menatap Cyka, " Apa boleh papi belikan untuknya sayang !". Cyka mengangguk.
*******
Tiba di kediaman keluarga besar Cyka.
" Ayo sayang, kita temui nenek dan kakek ", ajak Risky, namun Cyka masih tetap duduk di dalam mobil tanpa bergerak, " Sayang, ayo...", Ajaknya seraya mengulurkan tangannya. Risky tersenyum lalu menggenggam tangan suaminya itu.
" Sayang...", panggil mamanya yang seketika bangkit dari duduknya dari sofa.
Cyka masih mematung di tempat dengan mata yang sudah mulai berkaca-kaca. Ibu Ana mamanya Cyka langsung berhamburan memeluk putri tercintanya itu yang sudah sejak lama ia rindukan.
" Ma....", Cyka menengis sepuas-puasnya di pelukan sang ibu.
Terlihat kaka Cyka bersama istrinya turun dari lantai 2 yang langsung menghampiri Risky dan mengajaknya untuk duduk, Papa Cyka masih dengan wajah tegasnya namun sudah terlihat sedikit berubah, sudah terlihat senyum ringan di wajahnya saat berbincang dengan Risky.
" Kemarilah sayang ", Ajak ibu Ana, Cyka sedikit canggung saat ingin meraih tangan papanya.
Deg.
Jantungnya berdetak saat sang papa mengelus pundak kepalanya saat ia mencium punggung tangan papanya itu. Tak ada kebahagian yang dapat di bandingkan selain rasa yang ia dapatkan saat itu.
Semuanya mulai berbincang layaknya sebuah keluarga, canda tawa pun mulai terdengar, sesekali Cyka menatap wajah papanya.
Richa yang begitu imut dan menggemaskan membuatnya jadi rebutan setiap orang, dia berpindah dari satu pangkuan ke pangkuan lain.
__ADS_1
Setelah makam malam bersama mereka pun kembali kerumah mereka, Sebelum pergi mereka berpamitan pada seluruh keluarganya, rasa aman dan bahagia mulai menyelimuti hatinya.
Di dalam mobil.
" Dia pasti sangat lelah sejak tadi siang dia belum tidur", Ucap Risky yang melihat putrinya sudah tertidur lelap di dekapan Cyka.
" Hmm, seharian ini dia terus saja tertawa, tawanya membawa kebahagiaan bagi kita semua ", Cyka membelai lembut wajah putri kecilnya itu, " Sepanjang hidupku untuk pertama kalinya aku merasa hidup", Cyka menatap Risky, " Dan ini semua bisa terjadi hanya berkatmu mas... ".
Risky menepikan mobilnya.
" Apa pun akan ku lakukan untukmu sayang, kebahagiaanmu merupakan prioritasku sejak awal dan sekarang kebahagian kalian berdua akan menjadi tujuan hidupku".
Cup.
" Makasih mas ". Risky membalas kecupan itu di kening Cyka.
********
Cyka dan Fakhri hari ini akan mengadakan meeting bersama perusahaan Risky. Mereka akan bertemu di perusahaan Risky seperti sebelumnya.
" Kita berangkat sekarang ", Ucap Fakhri yang langsung keluar dari ruangannya di ikuti Cyka.
Di dalam mobil.
Drrrrr drrrrr.
" Halo mas ", jawab Cyka sedikit berbisik, dia mencoba menghormati Fakhri yang sedang berada di sampingnya.
" Kau dimana sayang ?". Tanya Risky di balik telepon.
" Aku udah di jalan, beberapa menit lagi kita juga sudah sampai ".
" Em... bagus lah, kalau begitu samapi jumpa di perusahaan".
" Iya mas ".
__ADS_1
" Sayang !".
" Hmm !".
" I Love You ". Cyka mematung, dia bingunh harus menjawabnya seperti apa, terlalu canggung jika harus menjawabnya.
" em, aku tau mas". Cyka langsung memutuskan panggilannya.
Fakhri hanya tersenyum tipis dan berpura-pura fokus dengan HP nya.
Di sisi lain.
Risky terlihat kesal.
" Kau akan membantingnya ?", Tanya Zion yang melihat raut wajah Risky begitu kusut.
" Dia memutuskan panggilanku, tanpa menjawabku ".
" Lalu apa, lo mau dia jawab I Love You Too mas, di hadapan bosnya ?". Ledek Zion.
" Apa salahnya dia menjawab itu, aku kan suaminya ".
Zion tertawa, " Gue baru tau ada orang sepertimu, bilang aja lo mau pamer kan sama pak Fakhri sekali gus mengingatkan dia kalau Cyka itu istrimu dan milikmu seorang, pria cemburu itu sungguh menggelikan ".
Buk !
Sebuah dokumen melayang ke wajahnya.
" Diem lo, bukan kayak lo yang nggak perduli istrimu bersama pria lain ", Zion tertawa sinis, " By the way, apa yang terjadi sama lo dan Riana ! kamu belum mengatkan apa pun padaku sejak hari itu".
" Semuanya sudah selesai sekarang, aku akan melepaskannya sekarang ".
" Apa ini sudah jadi keputusan pinalmu ?".
" Hmm ".
__ADS_1
Risky tidak bisa marah atau pun memaksanya untuk tetap mempertahankan hubungan yang sejak awal sudah rusak.