Ku Hanya Ingin Dicintai

Ku Hanya Ingin Dicintai
Sosok yang dirindukan.


__ADS_3

Risky yang sedang sibuk bekerja di kejutkan oleh panggilan dari Fakhri. Saat mendengar apa yang terjadi pada Cyka darahnya seakan mendidih, tanpa pikir panjang ia langsung bergegas menuju ke tempat Cyka berada saat ini.


Tiba di depan bar Risky melihat Fakhri yang sedang bicara dengan supir pribadinya. Tanpa perduli dengan segala situasai Risky langsung menghajar kedua pria bertubuh besar yang sedang menjaga pintu bar.


Saat tiba di dalam bar Risky di kejutkan dengan keadaan Cyka saat ini yang sedang di paksa untuk meminum sebuah anggur oleh seorang pria tak tau diri yang berani menyentuh tubuh istrinya tersebut.


Dengan amarah yang membara Risky langsung menarik tubuh pria itu dan mulai memberikan pukulan bertubu-tubi hingga membuat orang teesebut sampai sekarat.


Dia benar-benar menggila melihat tubuh istrinya yang sudah bergetar karena ketakutan.


********


Mobil yang di lajukan Zion akhirnya tiba di rumah Risky. Setelah keluar dari mobil Risky berputar ke arah sisi lain mobil dan membukakan pintu untuk Cyka.


Risky mengulurkan tangannya, namun Cyka terlihat ragu untuk keluar dari dalam mobil.


" Ikutlah bersamaku sayang". ajak Risky dengan nada rinhan.


Dengan ragu-ragu ia menerima uluran tangan Risky dan keluar dari dalam mobil. Tatapan Cyka terlihat sendu, setelah sekian lama akhirnya dia menginjakkan kaki lagi di rumah ini.


Zion berpamitan akan kembali ke kantor. Cyka masuh mematung dengan pandangan kosong.


" Nona Cyka..". Cyka terkejut melihat bi Ita keluar dari rumah sambil menyerukan namanya.


Cyka langsung berhamburan memeluk bi Ita, dia sangat merindukannya, bagi Cyka bi Ita sudah seperti seorang ibu baginya, walau kebrsamaan mereka sebelumnya sangat singkat namun Cyka sangat mengharagai hubungan baik mereka.


" Syukurlah Nona Cyka baik-baik saja, terima kasih tuhan, sudah mengembalikannya pada kami". ucap bi Ita sambil membelai rambutnya.


" Bibi.. aku sangat merindukanmu".


" Bibi juga non".


" Wuah.. cuma bibi aja nih yang di kasih pelukan". goda Risky yang tak di hiraukan oleh Cyka dan bi Ita.


Kedua wanita itu masuk ke dalam rumah tanpa memperdulikan Risky sama sekali.


" Sayang.. Ahh.. Aaa..". Cyka dan bi Ita hanya tertawa cengengesan karena berpikir Risky hanya bercanda.


Namun saat Cyka berbalik ia melihat darah di pakaian Risky membuatnya sangat terkejut.


" Mas..".


" Aden..". Teriak keduanya bersamaan.


" Apa yang terjadi ? apa kau terluka ? apa orang-orang tadi yang melukaimu". Risky mengangguk dengan memakai espresi manja.


Cyka langsung memapahnya sampai ke sofa.

__ADS_1


" Bi bagai mana ini ?".


" Apa perlu bibi telponkan dokter ?".


" Hmm". Risky merasa sangat bahagia melihat Cyka begitu khawatir padanya.


Saat bibi ingin beranjak Risky menghentikannya.


" Tidak perlu bi..".


" Tapi mas..".


" Aku baik-baik saja sayang".


" Mas bercanda, apanya yang baik-baik saja, lihat darah ini". Cyka menunjuk bagian yang terlihat darah, " Buka bajunya ?".


" Apa ? sekarang sayang, di sini ?". Cyka menyipitkan matanya, " Tapi ada bibi disini sayang".


" Mas..".


" Ahh.. aa..".


" Maaf..". Cyka ketakutan saat mendengar erangan Risky, akibat Cyka baru saja mencubitnya.


Bi Ita hanya bisa tertawa melihat tingkah kedua majikannya itu.


" Bi tolong ambilkan kotak P3K".


" Mas yakin tidak perlu kerumah sakit".


" Jangan khawatir sayang, ini cuma luka yang sebelumnya terbuka lagi".


" Apa ? jadi luka oprasi kemarin terbuka ?".


" Hmm, jadi jangan khawatir".


" Tapi kenapa mas? apa karena perkelahian tadi ?".


" Aku rasa begitu".


" Ini non". Bi Ita menyerahkan kotak P3K tersebut padanya.


" Terima kasih bi". Bi ita kembali ke dapur.


Cyka membersihkan lukanya dengan perlahan, Cyka terlihat kesakitan walau luka itu terletak di tubuh Risky namun seakan ia merasakan rasa sakitnya juga.


" Pasti sakit sekali kan?".

__ADS_1


" Hmm".


" Kenapa mas bisa seceroboh ini sih". celetuknya di sela-sela membersihkan lukanya, dan setelah itu Cyka membalut lukanya kembali dengan perban yang baru.


" Aku bisa gila jika memikirkan akan terjadi sesuatu padamu saat itu". Ucap Risky sambil menarik Cyka kedalam pelikannya, " Jika terjadi sesuatu padamu aku bisa mati sayang, maaf karena membiarkanmu mrngalami hal buruk ini". Cyka menggeleng.


" Aku bersyukur karena mas ada disana hari ini, jika mas tidak datang aku pasti sudah mati".


Perlahan Risky melepaskan pelukannya, air mata yang mengalir di pipinya membuat Risky ikut menangis.


" Aku mencintaimu sayang".


Deg.


' Tuhan, aku merindukan pria ini, aku tidak bisa membohongi hatiku lagi, jika sesungguhnya aku masih sangat mencintainya'.


Perlahan Risky mendekatkan wajahnya untuk menciumnya, karena Cyka tak menghindar tanpa ragu cuiman itu ia lancarkan, Sebuah sentuhan yang sudah lama keduanya rindukan.


Risky menarik tengkuknya dan perlahan merebahkan tubuh keduanya kesofa.


" Ahh..". Jeritnya pelan karena merasa sakit di bagian lukanya.


Keduanya saling tatap dan tertawa bersama.


" Bangun..". Suruh Cyka.


" Hmm, kenapa sayang".


" Ikut aku ke kamar". Ajaknya.


Membuat Risky tertawa dengan berpikiran liar.


" Oh.. ok, kekamar ya sayang".


" Hmm".


Tiba di kamar Risky langsung merentangkan tangannya minta di peluk olehnya.


" Apa yang mas lakukan ?".


" Melanjutkan yang tadi, Ahh.. sayang". erangnya karena Cyka menekan bagian lukanya.


" Auuhhh.. dasar semum".


" Apa ?".


" Tidurlah, istirahat dan jangan memikirkan hal yang mesum lagi".

__ADS_1


" Tapi sayang". Cyka melototinya, hingga membuatnya ciut dan menuruti perintah istrinya itu.


" Jangan melakukan apa pun sebelum kau benar-benar sembuh atau akan ku buat lukanya semakin parah". ancamnya.


__ADS_2