
Tiba di rumah.
Cyka melihat ke seluruh penjuru ruangan dengan tersenyum tipis.
" Ada apa sayang ?". Cyka menggeleng.
" Rasa nya seperti mimpi, sebelumnya aku tidak pernah membayangkan akan kembali lagi kesini", Risky menatap lekat wajah istrinya itu, " Setelah bertahun-tahun aku..". Risky memeluknya.
" Selamat malam non, aden !". sapa bi Ita tiba-tiba datang dari arah dapur.
" Malam bi". jawab Cyka.
" Wuah... siapa ini ?". bi Ita meraih Richa dari gendongan Risky, Richa terlihat menyukai bi Ita, " Selamat datang tuan putri yang cantik ". sapa bi Ita pada Richa. Richa menguap lalu merangkul leher bi Ita.
Risky dan Cyka terkejut melihat tingkah putrinya itu yang begitu mudah dekat dengan bi Ita.
" Kayaknya dia sudah mengantuk bi, tolong bawa dia ke kamarnya". Pinta Risky dengan sopan.
" Baik aden".
Risky menarik lengan Cyka lalu membawanya menuju kamar mereka.
Cklek !
Cyka sedikit terkejut dengan apa yang dia lihat.
" Mas ini..!". Ucapnya kagum.
" Apa masih sama persis ?". Cyka mengangguk, " Setelah kau pergi aku meminta bibi untuk tetap menatanya sama persis seperti yang kau lakukan". Lanjut Risky.
" Hmm, ini sama persis, aku bisa melihatnya bahkan bed covernya juga sama ". ucapnya seraya naik ke atas ranjang, yang di ikuti juga oleh Risky, keduanya duduk bersandar ke bantalan tempat tidur.
" Kenapa ? apa ini masih terasa aneh !". tanya Risky yang milihat tatapan aneh dari istrinya itu.
" Hmm, sedikit". Cyka menarik dalam-dalam napasnya, " Setelah menempuh perjalanan panjang, tapi aku di sini lagi, berakhir di kamar ini, di sisi pria ini".
Risky menarik Cyka kedalam pelukannya.
" Untuk rasa sakit dan penderitaan yang kau alami, seumur hidupku aku akan terus meminta maaf padamu dan..".
__ADS_1
Cup.
" Dan mas harus menebusnya dengan mahal". Ucap Cyka seraya menyinggungkan senyum lebar di wajahnya.
Risky menarik tengkuk Cyka, wajah keduanya sudah sangat dekat.
Cklek !
Puntu terbuka.
" Mami... Hikk.. hikk". Sontak Cyka mendorong tubuh Risky menjauh karena terkejut dengan kehadiran putrinya.
" Sayang..". Cyka melomlat dari atas ranjang, di ikuti dengan Risky, " Ada apa ? kenapa anak mami menangis ? Hmm !". Risky menggendongnya.
" Kemarilah". Risky membaringkan putrinya di atas kasur, " Tidur sama papi, Apa putriku takut tidur sendiri !". Richa memeluknya, Cyka ikut berbaring di samping mereka.
Tak butuh waktu lama Richa sudah tertidur lelap. Begitu pun dengan Cyka, Risky bangkit dan duduk, ia mebelai wajah istrinya dengan lembuat.
" Terima kasih sayang, karena sudah kembali padaku !". Risky mencium kening kedua harta berharganya itu bergantian. Lalu ia pun ikut tidur.
*******
" Mami.. ". Richa mengulurkan kedua tangannya minta di gendong.
" Sebentar ya sayang, mami siapin pakaian papi dulu ". Namun Richa terus saja merengek hingga membautnya sangat kerepotan.
" Sayang..".Panggil Risky dari kamar mandi.
" Ia mas.. ".
" Tolon ambilkan aku handuk".
" Apa mas ! Ayolah sayang jangan menangis ". Cyka mengambil handuk mandi dari dalam lemari lalu memverikannya pada Risky.
Setelah selesai mandi Risky keluar namun tak melihat Cyka dan Richa di dalam kamar.
' Kemana keduanya pergi !'. Batinnya.
" Ada apa dengan putri mami pagi ini ! ". ucap Cyka seraya menyuapinya sarapan pagi.
__ADS_1
" Apa non Richa rewel nyonya ?". Tanya bi Ita.
" Iya bi, mungkin karena belum terbiasa dengan rumah baru saja".
Risky baru turun dari kamar, langsung duduk di meja makan untuk sarapan.
" Mas... bisa antar aku dulu kan ? sebelum ke kantor !".
" Hmm ! memangnya kau mau kemana sayang ?". tanya Risky bingung.
" Apa maksudnya kemana, tentu saja bekerja". jawab Cyka seraya menyuapi Richa.
" Kau akan tetap bekerja disana ?".
" Tentu saja ".
" Tapi kenapa sayang ?".
" Huh ? apa nya yang kenapa sih mas".
" Apa kau harus tetap bekerja di sana ! tidak bisakah kau berhenti saja !".
Deg.
Cyka menatap tajam ke mata Risky.
" Apa ? berhenti ! kenapa mas, kenapa aku harus berhenti bekerja, apa ada alasannya kenapa aku harus melakukan itu ?". Risky seeprti merasa telah salah bicara, " Mas jawab aku !". Tanya Cyka lagi yang melihat Risky bengong.
" Itu, mas bukannya tidak mengijinkamu untuk bekerja tapi...".
" Tapi... ?". potong Cyka.
" Jika kau tetap ingin bekerja, kau bisa kembali ke perusahaan kita kan, maksud mas tidak harus di kantor pak Fakhri kan ?". Cyka tersenyum tipis.
" Mas, aku tidak bisa berhenti begitu saja dari sana dan pindah ke perusahaan mas, lagi pula tidak ada salahnya kan aku berkerja di sana ".
" Mas tau tidak ada salahnya hanya saja..".
" Mas tidak percaya padaku ?".
__ADS_1
' Bagai mana caraku menjelaskannya padamu sayang, aku merasa tidak nyaman melihatmu berasama pak Fakhri, aku bisa melihat dari sorot matanya saat menatapmu, kalau dia memiliki perasaan khusus padamu sayang'. Batinnya.