
Di ruang tamu.
" Papi main kuda-kudaan lagiiii....", rekek Richa.
" Rehan mau kuda kuda....", timpal si ganteng Rehan.
" Aduh sayang, papi udah capek jadi kuda kalian dari tadi, gini aja kita makan buah aja gimana !!", ucap Risky.
Cyka yang melihat dari arah dapur dengan membawa sepiring buah yang sudah di kupas di tangannya hanya senyum-senyum melihat tingka anak-anak dan suaminya itu.
Saat melihat Rehan seketika wajahnya berubah murung, Cyka mendekati mereka, Risky sudah menjadi alat permainan anak-anak itu, Risky di kelitiki sampai terpintal-pintal di lantai.
" Wuaaahhh.... papinya kalah ni sama kedua jagoan mami....", ucap Cyka seraya meletakkan piring buah di atas meja, Cyka pun mulai ikut membantu kedua anaknya itu.
" Ampun, oke papi menyerah, papi kalah.... ", keluh Risky, akhirnya mereka pun menghentikan permainanya.
Risky memeluk Richa di pangkuannya, dan Cyka memangku Rehan.
" Nah... Ayo kita makan buah apelnya dulu", ucap Risky yang langsung menyuapi Richa, " Em... enak banget sayang, siapa dulu yang kupasin mami....", sanjungnya, yang membuat Cyka tertawa ringan.
" Mami..... aaaa...", Rehan membuka mulutnya.
" Oke, aaaa", sebelum memasukkan kemulutnya Cyka mempermainkannya seperti pesawat. Rehan memanggil Cyka mami sama persis seperti Richa, dan Cyka mau pun Risky tidak mempermasalahkan hal itu, bagi mereka Rehan juga sudah seperti anak kandung mereka.
Selesai bermain dan kenyang, kedua anak itu pun tertidur.
Di dalam kamar.
Cyka memandang lekat wajah Rehan, hatinya merasa sesak, memikirkan anak sekecil itu tidak mendapatkan kasih sayang dari ibu kandungnya sendiri.
__ADS_1
" Ahhh.... ", erang Cyka pelang saat Risky tiba-tiba mengankatnya ala-ala bridal style, " Mas mau apa ?", tanya Cyka berbisik.
" Bawa kamu ke kamar ", jawab Risky.
" Haih... mas, mau ngapainn lagi sih, kan tadi pagi udah, masak gak ada puas-puasnya sih sayang ", ucap Cyka.
Tuk....
" Aaah...", Risky menyunduk kepalanya.
" Kamu lagi mikir apa cih sayang, aku cuma mau bawa kamu kekamar aja, wuah istriku mulai nakal nih ", goda Risky.
" Ciih.... gayanya, kita liat aja apa yang bakal terjadi begitu nyampe kamar ", tantang Cyka.
Cyka membuka pintu karena kedua tangan Risky sedang di pakai untuk mengankat tubuh istrinya itu.
Di dalam kamar.
Cyka di letakkan Risky di atas kasur dengan lembut, namun Cyka malah berbuat nakal, di lingkarkannya kedua tangannya di leher Risky dan mencium leher suaminya itu.
" Ayo bangun ", Usirnya setelah memancing hasrat Risky dia malah memintanya menjauh darinya. Risky malah tertawa dan menjauh, dia mengambil gelas minuman di atas meja lalu menyetubutnya dengan cepat.
Risky menatap tajam pada Cyka, dia pun ikut naik ke atas ranjang dan memeluk Cyka. Namun dia tidak melakukan penyerangan hanya memeluk erat istrinya itu.
Cyka merasa sedikit kagum karena suaminya itu tidak terpancing dengan kenakalannya.
" Mas... ", panggil Cyka.
" Hmm... ", jawab Risky.
__ADS_1
" Mas... !", panggilnya lagi manja.
" Jangan memancingku lagi sayang, kau tau aku sedang mencoba bertahan saat ini ", ucap Risky lembut.
" Boleh aku minta sesuatu darimu ?", tanya Cyka.
" Apa pun hony...", jawab Risky.
" Kita cabut saja laporan tentang Riana ", ucap Cyka. Risky terkejut lalu meregangkan pelukannya, dia menatap lekat mata istrinya itu.
" Kamu tau apa yang baru aja kamu minta Cyka... ?", tanya Risky bingung.
" Hmm", jawab Cyka yakin.
" Walau apa yang udah dia lakuin sama kamu dan putri kita, kamu tetap mau membebaskannya ?", Kesal Risky.
" Mas... ",
" Yang di lakukannya hari itu bukan cuma membahayakan 3 nyawa tapi 4 nyawa sayang, jika aku terlambat semenit saja mungkin aku akan kehilanganmu dan bayi kita, walau begitu kau masih ingin memaafkannya ?", Tegas Risky.
" Mana mungkin aku bisa lupa sayang dan seumur hidup pun aku mungkin tidak akan bisa memaafkannya, tapi mas... ", kalimat Cyka terhenti.
" Tapi kau mau dia di bebaskan begitu saja ? ada apa denganmu Cyka...", Kesal Risky yang langsung bagun dari tempat tidur.
" Aku juga mau dia di hukum seberat-beratnya sayang, karena tindakannya sungguh tidak bermoral, tapi kamu juga harus inget mas, ada Rehan, Rehan itu cuma anak-anak sayang, setiap kali aku menatap matanya hatiku terasa sakit ", ucap Cyka.
" Dia tidak butuh ibu seperti dirinya", Ujar Risky.
" Itu menurut kita sayang, tapi anak itu, dia membutuhkan ibunya ", jelas Cyka.
__ADS_1
" Tapi wanita itu tidak menginginkan anaknya, kita bisa terus merawatnya dan menganggapnya anak kita sendiri kan ?", tegas Risky.