Ku Hanya Ingin Dicintai

Ku Hanya Ingin Dicintai
Pertemuan 2.


__ADS_3

Sejak pagi ini Fakhri berusaha untuk menghindari pandangannya dari Cyka, sepanjang malam Fakhri terus mengingat kejadian semalam. ' Dia terlihat berbeda. '


Fakhri pernah menjalin hubungan dengan satu wanita saat masih menjadi seorang mahasiswa, namun karena wanita yang di cintainya malah menduakannya membuatnya mulai tak tertarik menjalin hubungan dengan wanita mana pun.


Saat di meja makan pagi ini ia berpura-pura tak perduli dengan ke beradaan Cyka yang sedang duduk di meja makan.


' Wangi, Wanita ini benar-benar sangat wangi. ' batinnya seraya berpura-pura memainkan hpnya.


Deg.


' Mulai lagi, ayolah jantungku, berbaik hatilah padaku, apa ini ulah hormonku yang sudah lama tidak mendapatkan belaian dari wanita ? tapi kau sadar dia bukan tipe wanitamu kan ?'


Fakhri terus saja bertarung dengan pikirannya melawan isi hati.


Setibanya di kantor.


" Zoana, berikan agendamu padaku. " Pinta Fakhri pada sekertarisnya, yg sudah bekerja di sana selama 5 tahun lebih. " Mulai hari ini tugasmu hanya tetap berada di sini, karena aku sudah merekrit sekertaris pribadiku. " Lanjutnya menjelaskan pada sang sekertaris.


" Baik, Pak " jawab sekertaris tersebut.


Cklek.


Aku masuk ke dalam ruanganku kembali, saat ini Cyka sedang berdiri di depan mejaku seraya menungguku kembali.


Bruk !


Aku meletakkan buku agenda yang sebelumnya dari Zoana di atas meja di hadapan Cyka.


" Ini agenda yg harus kamu pelajari dan mulai sekarang akan menjadi tugasmu sebagai sebagai sekertaris pribadiku. " ucapaku seraya menyerahkan buku agenda tersebut padanya.


Dia tak mengatakan apa pun hanya terus membaca isi di dalamnya, seketika aku melihat matanya melebar, ' Ada apa dengan ekspresinya, kenapa dia seperti terkejut. ' batinku yg terus saja memperhatikannya, perubahan itu semakin terlihat jelas yang ku yakini ada isi agenda tersebut yang benar-benar membuatnya terkejut.


" Ada apa ?" yang akhirnya aku angkat suara.

__ADS_1


' Apa dia tidak mendengarku ? atau isi di dalam catatan itu lebih menarik baginya, Aiiis... apa Zoana membuat catatan hari ia akan bercinta dengan suaminya ?'


Pikiran Fakhri mulai porno nih, buat apa buat catatan yang begituan, mau gituan sama suami mah tinggal nyosor aja entar malem nggak usah pake di agendain mas.


" Nona, Cyka.... !" Pangil Fakhri lagi yg mulai kesal karena di abaikan oleh sang sekertaris barunya.


" Oh...! Ah, maaf pak, saya baik-baik saja. " Cyka terlihat gugup dan bicaranya juga gelagapan gitu.


' Apa yg di pikirkan wanita ini ! apa aku bertanya tentang keadaannya ? apanya yang baik-baik saja ! dasar aneh. '


" Keluarlah, Zoana akan memberitahumu meja kerjamu ada dimana. " titah Fakhri.


" Baik pak. "


********


Risky dan Zion sudah bersiap-siap untuk beranjak dari kantornya menuju aula pertemuan yang di persiapkan sebelumnya.


Pintu lift terbuka.


" Pastikan kerja sama ini bisa berhasil. " Ucap Risky dengan wajah datarnya, terasa dingin dan tegas.


" Baik, pak. " jawab Zion.


Risky yg sedang duduk seraya menunggu kedatangan Fakhri Medwin selaku klien penting terus saja memainkan pena yang ada di tangannya berputar-putar.


Cklek.


Pintu ruangan terbuka.


Fakhri dan dua orang pria lainnya masuk kedalam ruangan di ikuti satu orang wanita yang wajahnya tak terlihat akibat tertutup tubuh pria yang ada di depannya.


Deg.

__ADS_1


Saat wajah wanita tersebut terlihat jelas, mata Risky terbelalak, ia seakan tak percaya dengan apa yang ia lihat.


' Cyka....'


Wanita yg sangat ia rindukan, yang sudah membuatnya gila selama 4 tahun ini, yg sudah mengubahnya menjadi pria kejam dan dingin, sosok yang tak pernah bisa ia lupakan.


Sekarang ia berdiri di hadapannya tepat di hadapannya yang hanya berjarak beberapa langkah saja.


Cyka terus saja menundukkan kepalanya, ia merasa belum siap untuk menatap pria tersebut.


' Ingat Cyka, tidak ada alasan untukmu merasa takut, kau tidak bersalah, dialah yang bersalah padamu. '


Cyka menarik napasnya dalam-dalam seraya memejamkan matanya. Lalu perlahan mengangkat wajahnya dan membuka matanya menatap lurus ke arah Risky.


Saat ini Risky yg sudah berdiri, menatap lekat ke sorot mata Cyka, tersirat jelas sebuah kebencian di tatapan tersebut.


" Selamat siang Pak, Risky Aditama. " Sapa Fakhri seraya mengulurkan tangan kanannya, untuk berjabat tangan.


Suara Fakhri mengejutkan Risky dari lamunanya, dan memalingkan wajahnya menatap sang pemilik suara.


" Selamat siang pak, Fakhri Medwin, senang bisa bertemu dengan anda. " jawab Risky dengan menunjukkan senyum palsunya.


" Sama-sama pak, Risky. Oh ya perkenalkan ini kedua rekan bisnis saya yang kebetulan ikit hadir dalam pertemuan ini. " Fakhri memeperkenalkan kedua pria yang ikut bersamanya.


" Dan, ini adalah sekertaris saya, nona Cyka." lanjut Fakhri memperkenalkan Cyka padanya.


Cyka hanya menunduk pelan memberi hormat padanya.


Tatapan Risky begitu tajam melihat kearah Cyka, namun Cyka sudah menghindari tatapan dari suaminya tersebut.


' Sekertaris ! kau bilang sekertaris, sekertaris mana yang akan tinggal serumah dengan atasannya ! jika kau ingin membodohi seseorang seharusnya kau memilih orang yang tepat. ' gumam Risky yang mulai merasa berapi-api di dalam hatinya.


Semua orang di persilahkan untuk duduk dan memulai meetingnya. Saat percakapan dua belah pihak berlangsung membahas tentang masalah kerja sama kedua perusahaan keduanya, pandangan Risky tak luput dari sang istri.

__ADS_1


__ADS_2