
Saat pagi tiba.
Zion merasa kepalanya sangat pusing, dan seluruh tubuhnya terasa sangat sakit. Ia mengucek ucek matanya, perlahan ia berbalik, ia seperti melihat seorang gadis sedang tidur di sampingnya membelakangi.
Zion menutup matanya kembali, ' Apa aku masih bermimpi, atau karena mabuk aku jadi berhalusinasi, sampai membayangkan seorang wanita tidur di sampingku, hahaha, sepertinya akhir akhir ini aku mulai merasa kesepian. ' batinnya masih enggan membuka matanya.
Lalu ia membalikkan badannya.
Deg.
Tangannya seperti menimpa sesuatu, perlahan ia membuka matanya, yang sebelumnya nyawanya masih setengah sadar kini sudah kembali sepenuhnya.
Sontak ia bangkit dan duduk, " Apa yang terjadi ? " gumamnya, ia membuka selimut mengintip bagian bawah tubuhnya, ia seakan berteriak di dalam hati saat mihat ia tak mengenakan apa pun lagi.
Sejenak ia berpikir, mengulang kembali ingatannya salam, saat ingatan itu sudah kembali sepenuhnya, ia menutup matanya.
' Bodoh, dasar gila, apa kau sudah tidak waras Zion, apa yang sudah kau lakukan padanya ?' batinnya sambil memaki dirinya sendiri.
Ia mencari celana pendeknya yg berceceran entah kemana, lalu memakainya. Raina terlihat masih tertidur lelap.
Zion masuk ke kamar mandi dan mulai membersihkan dirinya. Sambil menatap wajahnya di cermin ia mulai berpikir, tindakan apa yang harus di lakukannya.
Klek
Zion keluar dari kamar mandi. Ia menatap wajah Raina yang masih tertidur.
__ADS_1
" Apa yang kau lakukan padaku Raina ? " gumamnya. " Ini tidak akan berhasil, walau aku ingin bertanggung jawab, aku yakin keluargamu tidak akan mengijinkannya, lalu, apa aku bisa menganggap ini tidak pernah terjadi. " Ia terus bertanya walau tau tak akan mendapatksn jawabannya.
" Raina..." Panggilnya, mencoba membangunkannya. " Bangun, kita harus bicara. " ucap Zion dengan suara sedikit tinggi, hingga membuat Raina terbangun.
Ia mengucek ucek matanya, tanpa berpikir panjang ia langsung duduk, hingga membuat sebagian tubuhnya terlihat.
" Aiiss, apa kau sudah gila, tutupi tubuhmu terlebih dulu dengan selimut, tidak bisakah kau berpikir dulu sebelum bertindak ?" celetuk Zion sambil memalingkan wajahnya.
" Ada apa denganmu ? bukan kah semalam kau yang membukanya kenapa sekarang kau malah berpura pura tidak sudi melihatnya begitu. " ucap Raina, dari kata katanya terdengar seperti ejekan.
" Itu karena semalam aku sedang mabuk, lagi pula itu tidak sepenuhnya salahku. " Zion masih enggan melihat ke arah Raina.
" Apa ? Aah.. jadi kau hanya menyukaiku saat kau mabuk saja, Saat kau sadar sudah tidak menyukaiku lagi."
Raina melangkah mendekati Zion, setelah ia menakai kembali bajunya.
" Lalu, apa permainan semalam hanya nafsu mabuk saja ?" bisik Raina.
Zion berbalik dan menatap mata Raina yang begitu dekat di hadapannya.
' Cantik ' batinnya. " Jangan bercanda semudah itu. " Zion berdiri menjauh darinya. " Jika kau tau aku sedang mabuk, seharusnya kau menghindariku. " jelas Zion, terdengar tegas.
" Kenapa aku harus melakukannya, jika aku juga mengininkannya " jawab Raina tanpa keraguan.
" Apa kau sudah gila ?"
__ADS_1
" Hemm, sepertinya aku mulai gila karnamu."
" Tapi aku tidak ingin ikut gila sepertimu. "
" Kenapa ? apa kau takut ?"
" Hemm, aku takut mengahancurkan hidupku karena dirimu " jawab Zion dengan ekspresi datar.
" Ayo lah kak, kenapa kau harus takut, bermain mainlah denganku, tidak ada salahnya kan kita bersenang senang, bukan berarti kita harus menikah kan ?" ucap Raina dengan senyuman yang sulit di artikan.
' Apa ? bermain, wuah aku pasti sudah tidak waras karena menyukai wanita barbar ini '
Zion tersenyum tipis seperti mengejek. " Bermain katamu, apa kau menganggap sebuah hubungan itu sebagai permainan ?" celatuknya.
" Tentu saja, kau akan bermain dan saat kau tak menyukainya kau bisa menghentikan permainannya." jawabnya, tanpa pikir panjang. " Kau bilang tidak menyukaiku, dan aku juga tidak menyukaimu, tapi aku menyukai permainan ranjangmu, jadi apa salahnya kita meneruskan permainan ini sampai kita puas dan bosan. "
Zion benar benar terkejut dan kehabisan kata kata, ini pertama kalinya ia menemui cewek yang memiliki pemikiran setidak masuk akal ini.
" Bermain, baiklah, tetaplah bermain dengan kehidupanmu, tapi aku tidak akan melakukannya denganmu. Sepertinya pembahasan ini selesai sampai disini. " tegas Zion.
" Kau yakin, tidak akan menyesalinya ?" tanyanya dengan senyuman yang tidak di sukai Zion, " Emm, jika kau ingin bermain lagi dengan ku, kau bisa mencariku kapan pun. " ucapnya sambil mengedipkan matanya dengan genit. Lalu berlalu pergi meninggalkan Zion.
' Bagai mana bisa begitu berbeda, sipat kedua orang ini seperti perbedaan langit dan bumi, berwarna putih dan hitam, uhh aku bisa gila jika terus berada di sekitar orang orang ini. ' Batinnya sambil menghempaskan tubuhnya di atas kasur.
TAMAT
__ADS_1