
Risky dan Zion masuk kedalam kamar hotel tempat Cyka dirawat saat ini. Risky duduk di sudut ranjang dan menatap gadis itu penuh rasa iba.
" Apa maksudnya itu? Apa dia benar benar mengalami keguguran, atau malah sebalinya, ia melenyapkan bayinya sendiri. Menurutmu bagai mana?" Tanya Zion.
" Sekarang apa yang akan kau lakukan?" Lanjut Zion. Risky menagbaikan pertanyaan Zion ia masih terus menatap Cyka dengan penuh arti.
" Diam lah, kau bisa membangunkannya." Ucap Risky.
" Apa?" Zion terkejut mendengar ucapan Risky.
" Sekarang kamu sudah boleh pergi." Usir Risky.
" Dasar tidak tau terima kasih, abis manis sepah dibuang!" Celetuk Zion kesal. Ia langsung keluar meninggalkan Risky dan gadis tersebut di ruangan yang tidak terlalu luas tersebut. Setelah keluar Zion kembali masuk.
" Kenapa balik lagi, ada yang kau lupakan?" Tanya Risky tanpa menoleh padanya.
" Oh, aku melupakanmu, saat ini gadis itu mungkin saja dalam bahaya."
" Apa?" Risky menatap bingung ke arah Zion.
" Kau lupa, selain kenyataan hidup, kau salah satu bahaya besar baginya. Gadis secantik itu tidak mungkin ku tinggalkan bersamamu disini."
" Kau mau mati."
Zion mendesah dan duduk di sofa, sedang kan Risky tidak sedikit pun mengalihkan pandangannya dari gadis yang terlihat sangat lemah tak berdaya yang ada dihadapannya itu.
Cyka tiba tiba menangis dan merintih.
" Maaf pa....pa..." Cyka mulai menangis, " Maaf, Papa jangan usir aku dari sini." Ucap Cyka dalam tidurnya. Walau pelan dan samar tapi Risky dapat mendengar apa yang cyka ucapkan.
" Maaf, Papa. Hikk hikk." Cyka menangis terisak, air mata nya mengalir di pipinya, Risky menghapus air bening tersebut. Dia merasa sangat sesak di dadanya melihat Cyka yang terus saja mengigau terus mengatakan kata maaf. Sepanjang malam Risky terjaga, tetap mengawasi keadaan Cyka.
Zion pun akhirnya tertidur di sofa. Namun sampai Zion bangun lagi namun Risky tidak juga tertidur dan terus saja menjaga Cyka. Lalu Zion mendekati Risky yang masih duduk di samping Cyka.
" Ini sudah pagi, kita harus balik sekarang." Ucap Zin.
" Aku tau itu." Risky berpikir semalamman sambil menunggu gadis itu terbangun, namun hingga pagi tiba Cyka belum juga sadar. Namun ia juga tidak mungkin pergi begitu saja dari sana meninggalkan Cyka yang tak berdaya.
" Walau aku tau kamu mungkin akan salah paham, tapi aku tetap gak punya cara lain." ucap Risky, " Aku hanya berharap kau bisa bertahan."
__ADS_1
Bila hijrah yang kamu lakukan karena Allah SWT, maka kamu akan tetap melangkah walau dalam lelah.
Flasback Off
🎈🎈🎈🎈🎈
Zion sudah menyelidiki semua nya tentang Cyka, seperti apa Cyka menjalani hidupnya selama 6 tahun terakhir. Risky tau bahwa Cyka belum di terima oleh keluarganya.
Risky pergi ke kamar mandi untuk mandi, saa Risky masih mandi Cyka terbangun dan mendengar suara sower di kamar dalam mandi tanda nya seseorang sedang mandi. Dan dia sangat yakin kalau yang sedang mandi di kamar mandi saat ini adalah bosnya, dengan perlahan Cyka berusaha turun dari tempat tidur. Karena gugup dia bahkan tidak sadar kalau dia baru saja tidur di ranjang bosnya itu. Dia mencari tas miliknya dan tidak juga menemukannya yang ternyata ada di atas sofa.
Saat dia mau mengambil tasnya dan berjalan ke arah sofa tiba tiba Risky sudah keluar dari kamar mandi hanya mengunakan handuk dan sedang menyeka rambutnya dengan handuk kecil.
" Aah-----" Cyka menutup matanya, " K--Ke-kenapa kau keluar tanpa memakai bajumu?" Tanya Cyka panik. Ia berbalik karena terkejut melihat Risky tidak mengenakan apa pun selain handuk yang menutup pinggangnya sampai lutut.
Risky mendekat lalu mendekatkan wajahnya pada Cyka, yang hanya menyisakan jarak yang sangat dekat.
" A--Apa yg bapak lakukan?" Tanya Cyka semakin gugup.
" Aku belum melakujan apa pun. Bukankah aku yang seharusnya bertanya, apa yang sudah kau lakukan padaku?" Tanya Risky dengan wajah datar.
" Apa ?"
" Aku baru mandi."
Gak nanyak.
" Dan baru mau pakai baju."
Bodo amat. Aku cuma mau kamu menjauh dariku, tempe orek, ku sambal juga kamu.
" Apa kau ingin aku melakukan hal lainnya!?" Goda Risky sambil berbisik di telinga Cyka.
Emang apa peduliku, kamu mau ngapain aja aku bodo amat.
" Cyka...?" Risky merasa terabaikan, karena Cyka hanya menatapnya dengan tatapan yang aneh tanpa mengatakan apa pun.
Ahahahaha, dia nyebut nama ku seakan akan kita ini teman dekat.
" Maaf pak, tapi aku rasa ini terlalu dekat." Cyka mendorong dada Risky dengan kedua tangannya.
__ADS_1
Buset, ini dada apa batu bata, keras banget.
Tidak bisa ia pungkiri kalau Risky seakan menyihir matanya, ia benar benar terpana dengan ketampanan laki laki itu, wajah yang terlihat masih lembab karena baru mandi, dan rambut nya yg terjatuh kebawah akibat masih basah. Membuat Risky terlihat sangat mengoda dan seksi, mata Cyka seakan terhipnotis melihat Risky, Cyka tak berkedip sama sekali, Cyka menahan napasnya.
" Bernapaslah Cyka." ucap Risky menyadarkanya. Cyka membalik badannya lagi, sambil berkata.
" Maaf pak." Saat Cyka hendak pergi dari dalam kamar tersebut langkahnya terhenti karena tangan Risky menarik lengannya.
" Jangan pergi begitu saja. Tunggulah, aku akan mengantarmu pulang."
" T--Tidak perlu, aku bisa pulang sendiri." Ucap Cyka gugup, karena ia sangat tidak nyaman dengan dada telanjang Risky.
" Ini perintah, tunggu aku dibawah." Tegas Risky.
" Baiklah." Cyka keluar dari sana dengan tergesa gesa. Saat sudah benar benar keluar dari ruangan mencekam itu Cyka mulai merutuki dirinya.
" Aku bisa gila, kenapa pria mesum itu melakukan ini padaku?" Cyka memegang dadanya, dan berkata dalam hati.
Lalu apa yang terjadi dengan jantungku ini? Berhenti berdetak atau ku buat diam kau selamanya. Eh tunggu dulu, kalau itu terjadi koit dong aku.
Setibanya di ruang tamu, ia berdiri sambil menunggu Risky turun. Lalu tiba tiba ia memukul kepalanya.
" Dasar bodoh, kau benar menunggunya? Apa karena ia menyuruhmu menunggu maka kau menurutinya. Lalu bagai mana jika dia memintamu terjun ke jurang apa kau juga akan menurutinya dan mati." Cyka melihat ke arah pintu kamar Risky yang ada di lantai atas.
" Aku yakin dia sedang mempermainkanku sekarang. Dasar gadis bodoh."
" Maaf non." Tiba tiba pelayan Risky menghampirinya dan menghentikan langkah Cyka yang hendak keluar dari dalam rumah tersebut.
" Iya buk, ada apa?"
" Makan malamnya sudah bibi siapin."
" Apa? Memangnya siapa yang amu makan buk?" tanya Cyka bingung.
" Tentu saja kau dan aku." Ucap Risky yang sudah turun dan berdiri di belakang Cyka.
Dia ini beneran manusia bukan sih, perasan belum juga 5 menit aku melihat ke arah kamarnya, kapan turunnya ni orang. Dia punya sayap kali ya. Ahahaha, bisa ku bayangin kalo dia punya sayap.
" Kau tidak akan kenyang dengan terua memandangi wajahku. Walau tampan wajahku tidak bisa kau makan." Risky menarik Cyka menuju ruang makan.
__ADS_1
Idih, ni orang narsihnya tingkat dewa. Siapa juga yang mandangin dia. Tapi emang lumayan keren sih dia, kalau aja dia gak songong tapi aku gak tertarik tuh ma kamu.