Ku Hanya Ingin Dicintai

Ku Hanya Ingin Dicintai
Lupa bernapas


__ADS_3

Hai kakak kakak yang cantik, selamat datang di bab yang baru, sebelum membaca mohon jempolnya nge like dulu ya, dan tinggalkan jejak di kolom komennya. Terima kasih, sehat selalu semuanya.


❄❄❄❄ Jika ada seseoarang yang membuatmu merasa bahwa jika bersamanya surga lebih dekat, perjuangkanlah. ❄❄❄❄


Saat berpikir bahwa Risky mungkin saja sudah masuk ke dalam hotel Cyka berbalik melihat kearah pintu depan hotel, seketika mata keduanya pun saling bertemu, mata Cyka melebar melihat tatapan tajam dari Risky. Tiba tiba Cyka menunduk tercampur rasa takut dan terkejut.


" Dia sangat menggemaskan." ucap Risky


Risky yang sedang tersenyum di perhatikan oleh Zion, dia seakan tak percaya dengan apa yg baru dia lihat. Ini pertama kalinya dia melihat sisi lain dari Risky, ia belum pernah melihat Risky tersenyum atau bersikap seperti itu pada cewek mana pun. Akhirnya keduanya masuk kedalam hotel.


" baru kali ini aku liat kamu kayak gini bro..." sindir Zion.


" Apa maksud mu?" tanya Risky pura pura tidak mengerti ucapan Zion.


" Risky, yang tersenyum hanya karena melihat seorang wanita biasa." ujar Zion


" Masih akan banyak kejutan lagi, dan kau harus mulai terbiasa dengan ini." ucap Risky sambil mengedipkan sebelah mata nya.


Sampai di ruangan Cyka belum melihat Lirra dan Keysa, jadi dia pergi ke ruangan Nadia saat dia melihat keruangannya Nadia juga tidak ada di dalam ruangannya.


" Kenapa hari ini semua sangat terlambat datang, tidak seperti biasanya." gumam Cyka sambil berjalan kembali ke meja kerjanya.


" Pagi Cyka!" sapa Lirra


" Pagi mbak..." jawab Cyka.


Tidak lama Keysa pun sudah datang dan kariawan lainnya.


" Mba, kok tumben tumben nya buk Nadia telat hari ini?" ujar Cyka pada Lirra.


" Mungkin dia lagi ada urusan lain, atau kesiangan." seru Lirra seraya duduk di kursi kerjanya.


" Gitu gitu bu Nadia juga manusia biasa, mungkin semalem buk Nadia lembur." lanjut Lirra bercanda.


" Lembur? Bukannya semalem abis pesta kita semua langsung pulang ya!?." Ujar Cyka polos.


" Ahahaha.... Bukan lembur Itu Cyka..." Lirra tertawa di temani oleh Keysa.


" Lembur ma, suaminya maksud Lirra, Cyka." Jelas Keysa, geleng geleng kepala sambil cengar cengir.


" Huh!?" Cyka masih terlihat bingung. Namun ia tak melanjutkan rasa penasarannya dan kembali duduk ke kursinya.


15 menit kemudian Nadia pun datang. " Cyka, ikut keruangan saya sekarang." titah Nadia dengan wajah tegas.


" Baik, buk." jawab Cyka seraya mengikuti langkah bosnya tersebut keruangannya.


Dia melirik Lirra dan Keysa, keduanya mengankat tangan mereka sambil berkata, " Semangat " lalu dia mengikuti Nadia dengan perasaan was was.


" Baru saja pak CEO memanggilku keruangannya, saya mencoba menjelaskan segalanya padanya, saya berharap bisa membantumu, tapi semua keputusan ada di dangan beliau." Nadia menjelaskan panjang lebar bahkan sebelum ia sempat duduk di kursi kerjanya.


" Maaf buk, karena saya ibu sampai harus mendapat masalah begini. Lalu, apa yg harus saya lakukan buk?" Tanya Cyka.

__ADS_1


" Pergilah keruangannya, karena saat ini pak CEO memintamu untuk menemuinya." ujar Nadia.


" Baik buk, kalau begitu saya permisi." jawab Cyka, namun sebelum ia sempat melangkahkan kakinya Nadia menghentikannya.


" Ohya, tadi beliau juga bilang, ingin menyelesaikan permbicaraan kalian kemarin." ujar Nadia.


" Apa?" Cyka sedikit terkejut.


" Memangnya kemarin kamu sudah menemui pak CEO?" tanya Nadia.


" Iya buk, masalah itu, saya tidak sengaja menabraknya di depan toile." jelas Cyka ragu-ragu.


" Apa...! kamu menabraknya lagi Cyka?" Nadia terkejut ia memijat pelipisnya yang tak terasa sakit.


" Iya buk." jawab Cyka menundukkan kepalanya.


" Oke, kamu bisa pergi sekarang, dan kuharap kau bisa membujuk beliau Cyka." Cyka keluar dari ruangan Nadia dengan pikiran yang kacau.


------------


Cyka sudah berada di depan ruangan Risky, dia ragu ragu ingin mengetuk pintu tersebut.


Tok..tok..


Zion membuka pintu dan mempersilahkan Cyka masuk. Risky yang sedang duduk di depan mejanya menatap Cyka dengan tatapan yang sulit di artikan.


Zion memutuakan untuk keluar dari ruangan itu, Cyka berusaha menghindari mata Risky, dia mulai merasa kurang nyaman dengan cara rRsky menatap nya.


" Mau sampai kapan kamu akan terus berdiri disana?" ucap risky. Cyka memang belum beranjak dari tempatnya berdiri sejak masuk tadi, yaitu berdiri di depan pintu.


" Untuk apa?" Tanya Risky datar.


" Apa?" Tanya Cyka spontan.


" Apa yang terjadi padamu?"


" Apa? Maksud bapak apa...?" tanya Cyka kembali terkejut dengan pertanyaan Risky.


" Jangan menjawabku dengan pertayaan, sangat menjengkelkan." Ucap Risky sambil tersenyum tipis, Cyka yang tidak berani menatapnya dan hanya menunduk membuatnya sangat geram. Risky beranjak dari tempatnya mendekati Cyka.


" M--Maaf pak." Ucap Cyka gugup karena Risky saat ini sudah berdiri di hadapannya dan mendekatkan wajahnya pada Cyka. Cyka menghindarinya dengan terus menjauhkan wajahnya dari Risky. Hingga akhirnya Cyka mentok kedinding dan tidak bisa mundur lagi untuk menghindari Risky.



Cyka memalingkan wajahnya tidak berani menatap ke wajah Risky yang saat ini sangat dekat dengan wajahnya yang hanya menyisakan beberapa inci saja. Richa sampai tidak berani bernapas, karena sangat gugup.


" Makan siang lah bersama ku." Ucap Risky tiba tiba.


" apa?" Cyka menatap tajam pada bola mata laki laki itu. " Tapi kenapa ?" Tanya Cyka ragu.


Risky tertawa melihat cyka yg semakin salah tingkah akibat ulah dirinya.

__ADS_1


" Aku akan menjawabmu, jika kau... Sudah mulai bernapas lagi." Ujar Risky, Cyka menarik napasnya dalam dalam, ia sampai lupa untuk bernapas.


" Jika kau menemaniku makan siang, Aku akan melupakan semua Kesalahanmu." ucap Risky.


-----------


Cyka membenturkan kepala nya ke atas meja kerjanya beberapa kali.


" Dasar gila, apa yang kamu lakukan Cyka?" Ia menggerutu dirinya sendiri.


" Apa yang terjadi saat kamu berada di ruangan pak CEO tadi, apa dia sangat marah?"tanya lirra bingung melihat kelakuan Cyka yang sangat memprihatinkan.


" Akan lebih baik jika dia hanya marah padaku"


" Katakan pada kami, apa yg di katakan pak CEO padamu?" tambah keysa.


Cyka menghembuskan napasnya dengan kasar.


" Entah lah..." Ucap Cyka. Karena di desak oleh kedua teman kerja nya itu Cyka pun terpaksa menceritakan semuanya.


" Apa?" Ucap keduanya bersamaan sedikit berteriak.


" Ssssstt..." Cyka menutup kedua mulut wanita itu, karena reaksi mereka berdua sangat berlebihan menurutnya.


" Serius? Pak CEO ngomong gitu?" tanya lirra yang terlihat kegirangan, dan Cyka menjawabnya dengan anggukan pelan.


" Terus, kamu jawab apa?" tanya Keysa yang semakin penasaran. Cyka menatap keduanya sambil menghela napas.


" Aku bilang, setuju." jawab Cyka jujur.


" Aaawww..." Erang Lirra karena Keysa mencubit lengannya. " Kok lo nyubit aku sih mak?" Tanya Lirra kesal sambil mengusap lengannya yang terasa sakit akibat cubitan Keysa.


" Cuma mau mastiin kalau ini bukan mimpi." seru Keysa.


" Ya kali, nyubitnya ke aku. Cubit lengan kamu sendiri dong. Dasar mak mak aneh kamu." Celetuk Lirra kesal.


Cyka terkekeh melihat tingkah kedua wanita itu.


" Kayak nya mulai ada aroma aroma manis ni." Goda lirra.


" Tau ah mbak. Aku gak yakin kalau keputusanku ini benar, bagai mana kalau nantinya bakal tambah kacau. Karena gak tau kenapa, setiap kali aku di deket pak CEO selalu aja ada kejadian yang sial." ucap Cyka pesimis.


.


.


.


.


❄❄❄❄ Pamer adalah ide yang bodoh untuk sebuah kemenangan. ❄❄❄❄

__ADS_1


***By Brucelee


Jangan lupa like dan komennya ya para leaders semuanya. Terimakasih. Salam kasih dari Author. 😘😘😘😘***


__ADS_2