Ku Hanya Ingin Dicintai

Ku Hanya Ingin Dicintai
Rasa khawatir


__ADS_3

Risky yang sudah lelah menonton akhirnya memutuskan untuk tidur, dia rebahkan tubuhnya di atas kasur dan memejamkan mata.


Tapi pikirannya hanya terfokus pada cyka yang masih bekerja dan bahkan tidak ada kabar darinya, tidak ada satu pesan pun darinya.


Karena merasa sangat tidak tenang risky bangun lalu mengambil jaket dari dalam lemari, lalu bergegas keluar dari kamar, dia menuruni anak tangga dengan sedikit berlari.


" Den risky mau kemana jam segini. " tanya bi ita


Saat risky berpapasan dengan bi ita di dekat tangga.


" Mau ke kantor ada urusan sebentar bi. " jawab risky yang langsung berlalu meninggalkan bi ita dan keluar dari rumah.


Risky masuk ke dalam mobil langsung melajukan mobilnya, tiba di hotel risky naik ke atas dan berjalan menuju ruangan cyka, sampai di sana dia tidak melihat cyka di mejanya, tapi tas nya masih ada di atas meja kerjanya dan komputer masih menyala.


Tidak lama risky berdiri di samping meja kerja cyka dia pun kembali.


" Mas, lagi apa disini. "


" Dari mana kamu, kenapa belum pulang ? " tanya risky


" Aku baru dari toilet, kerjaan saya baru selesai dan sekarang saya baru berencana pulang. " jelas cyka


" Ya udah saya antar kamu pulang. " ajak risky


Cyka mengangguk dan langsung mematikan komputernya lalu mengambil tasnya, lalu risky menarik tangan cyka.


" Kamu kenapa cih mas?"


" Aku nggak pa pa. "


" Bohong, kamu kelihatan lagi marah sekarang. " ucap cyka


" Aku nggak marah, aku cuma sedikit kesal. "


" Kenapa, apa karena tadi siang. " tanya cyka dan risky menghentikan langkahnya.


Bug!?


" Ahh..." Cyka mengerang.


Risky menyandarkan cyka kedinding, dan menatap mata cyka dengan tatapan yang sulit di artikan.

__ADS_1


" Menurutmu aku sedang marah karena itu. " tanya risky, cyka mengangguk pelan.


" Itu salah satunya, dan yang paling membuat ku kesal, karena kau bahkan tidak menghubungiku sama sekali. " lanjut Risky.


" Bukan kah tadi aku sudah mengirim pesan saat mas mau pulang. " ujar cyka bingung


" Setelah itu. "


" Saya sedang bekerja mas. "


Cup.


Risky langsung mencium bibir cyka, mata cyka terbelalak terkejut dengan serangan tiba-tiba risky.


" Aku merindukan mu. " ucap risky sambil melancarkan serangannya lagi, risky ******* bibir cyka, cyka mengepalkan tangannya, ada rasa takut, tapi dia tidak mampu menolaknya.


Saat cyka hampir kehabisan napas cyka menolak dada bidang risky hingga bibir mereka terlepas, dengan napas yang ngos-ngosan cyka menundukkan kepalanya.


" Kapan kau akan memberiku hak untuk memilikimu cyka. " ucap risky sambil mengangkat dagu cyka hingga menatap matanya.


" Kasih aku waktu, aku akan memberi tahumu jika aku sudah siap, bagiku ini masih seperti mimpi, terasa tidak nyata. " ujar Cyka.


" Apa rasa ini juga tidak terasa nyata Sayang ?"


Cyka hanya terdiam, dan terus menatap risky cukup lama. Setelah itu kedianya masuk kedalam lip, di dalam sana hanya ada keduanya, Cyka merasa sangat canggung, kejadian sebelumnya masih membuat jantungnya berdegup kencang.


Cyka berdiri membelakangi Risky, namun hal itu membuat Risky sedikit jengkel. Di tariknya tubuh Richa hingga menghadap padanya.


" Kenapa kau begitu gugup?" Risky kembali mendekatkan wajahnya pada Cyka.


" Mas, kamu maua apa?"


" Menurutmu aku mau apa, Sayang?"


" Mas, pengawas CCTV bisa melihat kita." Risky mendongak mrlihat kearah CCTV. Lalu ia melepas jaketnya dan menutup tubuhnya dengan itu.



" Kalau begini sudah tidak ada yang bisa melihatnya kan?" Risky mulai melakukan serangan bibirnya. Ia benar benar tidak bisa menahan diri, walau Cyka sudah meminta untuk memberinya waktu. Namun Cyka juga tidak bisa memungkiri kalau dirinya mulai ketagihan dengan sentuhan lembut laki laki itu.


*****

__ADS_1


Setelah di antar sampai rumah cyka langsung masuk kedalam kamarnya, dia meletakkan tasnya lalu membaringkan tubuhnya di atas kasur.


" Tapi aku harus mandi dulu. " gumamnya


Cyka langsung bangun lalu melepas semua pakaiannya dan bergegas untuk mandi.


Selesai mandi cyka memakai pekain tidurnya lalu tanpa berpikir lagi dia pun langsung berbaring di kasurnya.


Pikirannya sedang kacau sehingga dia sulit untuk tidur walau hari sudah sangat malam dan merasa lelah. tapi matanya tetap terbuka.


" Apa aku bersikap terlalu keras padanya. "


" Setelah acara kali ini selesai aku harus bicara padanya." gumam nya


Pagi ini cyka bersiap siap ke kantor, karena malam ini akan di adakan acara yg sudah mereka persiapkan.


Cyka membuka pintu ruamah nya dan terkejut mendapati risky yang sudah menunggunya di luar rumah, tanpa kabar sama sekali.


" Mas sejak kapan udah ada di sini. "


Risky melihat jam di tangan nya dan berkata


" Sekktar 10 menit yg lalu. "


" Kenapa nggak ngabarin dulu, jadi aku kan bisa keluar lebih cepat. "


" Aku hanya ingin menuggu mu, ayo masuk lah. " titahnya sambil membukakan pintu mobil untuk cyka.


Setelah keduanya berada di dalam mobil risky segera melajukan mobilnya.


" Mas, ada yang harus aku katakan padamu. "


" Apa ? bicaralah. " ucap risky tanpa menoleh ke arah cyka


" Nanti bukan sekarang. "


" Kenapa nanti, bukan sekarang aja. "


" Nanti setelah acara ini selesai baru aku akan ngomong sama mas. "


Risky mengangguk, risky berusaha untuk tidak memaksakan kehendaknya lagi mulai sekarang, dia tidak ingin cyka sampai tertekan olehnya.

__ADS_1


__ADS_2