Ku Hanya Ingin Dicintai

Ku Hanya Ingin Dicintai
Murka.


__ADS_3

Ketiga orang tersebut saling tatap.


" Apa yang kau lakukan ?"


Suara Risky meninggi pada Fakhri.


" Bukankah dia bilang tidak ingin bicara padamu ? dan aku rasa ini sedikit keterlaluan.."


" Lepaskan tanganku".


" Akan ku lakukan saat kau melepaskannya".


Risky tak menggubris permintaan Fakhri, ia malah menepis tangan laki-laki tersebut.


" Lepaskan aku".


Cyka menggerakkan pergelangan tangannya meminta untuk di lepaskan.


" Lepaskan aku, kau menyakituku mas.." Lanjut Cyka hingga Risky melepaskan pegangannya.


" Sayang, dengarkan aku ".


" Pak Risky.."


" Diamlah, aku sedang bicara dengan istriku, jadi jangan ikut campur atau kupatahkan lehermu". Bentaknya karena mulai geram dengan sikap Fakhri.


" Risky.." Suara nyonya Kamila memanggilnya.


" Apa kau sudah gila, semua orang sedang memperhatikan, apa kakak ingin mencoreng nama baik keluarga cuma karena wanita murahan itu ?".


" Raina...." bentak Risky, " Jika kau berani bicara kasar lagi padanya aku akan..." Risky menaikan tangannya dan menunjuk adiknya dengan jari telunjuknya.


" Bawa aku dari sini pak".


Cyka menarik lengan Fakhri, Sontak Risky terkejut dan coba menghentikannya.


" Apa yang kau lakukan ? kemana kau berani membawa istriku ".


" Ingat pak Risky, aku rasa ini bukan waktu yang tepat bagimu untuk bersikap keras kepala dan egois, jika kau tidak perduli pada reputasimu setidaknya pikirkan perasaannya dan keluargamu. Kau bisa bicara dengannya di lain waktu".


Ucapan Fakhri menyadarkan Risky, ia melepaskan pegangannya dan membiarkan Fakhri membawa Cyka bersamanya.


Perayaan kali ini sangag kacau balau, Risky berhasil merusak reputasi dan membuat malu seluruh keluarganya.


SRANG!


Sebuah pas bunga pecah akibat di lempar tuan Wira Anditama.

__ADS_1


" Apa kau sudah tidak waras ? apa wanita itu sudah membuatmu jadi gila ? jika kau ingin bersamanya pergilah dengannya, tidak seharusnya kau menghancurkan repotasi keluarga ini seperti ini".


" Kau mengatakan hal yang sama tuan Aditama, seperti 4 tahun yang lalu". Celetuk Risky.


" Kau.."


" Berhenti memerintahku, Papa tau aku tidak akan pernah menuruti apa pun peringah kalian lagi".


" Kakak..."


" Diam kamu Raina, pergilah dari hadapanku sekarang, jangan pernah lupa dengan perbuatanmu padaku sebelumnya".


Suara Risky meninggi, ia sangat membenci adiknya tersebut, karena dirinya dia sudah membuatnya kehilangan Cyka selama ini.


*******


Cyka menyembunyikan tubuhnya di balik selimut dan mulai menangis.


Tok tok


Kret !


Pintu kamar terbuka.


" Mau sampai kapan terus menangis seperti itu ?". Fakhri sudah duduk di sofa.


" Setiap luka memiliki persinya sendiri, ibarat penyakit kangker lukaku sudah pada tahap stadium akhir".


Ucap Cyka di balik selimut dengan suara seraknya.


" Jadi kau sudah menyerah, dan tidak ingin mengobatinya lagi ? lalu kenapa kau kembali dan bagai mana dengan putrimu ?".


" Aku tidak akan menyerah demi putriku".


" Kenapa bapak tertawa".


Ia mendengar tawa ringan Fakhri.


" Kau yakin, hanya itu alasanmu kembali ?".


" Hmm".


" Baiklah".


Sepeningglan Fakhri Cyka merasa sudah lelah menangis ia menoba bangkit dari kasur ingin menmui putrinya yang sedang bersama suster.


Tok tok tok

__ADS_1


" Nyonya..! nyonya".


Suara suster yang merawat Richa terdengar panik di luar kamarnya.


Kret!


" Ada apa ? Sayang.. ada apa denganya ?".


Cyka panik saat melihat putrinya ada di gendongan sang suster lalu meraihnya dengan cepat.


" Sebelumnya dia baik-baik saja, namun.."


Cyka sudah berlari menuruni anak tangga sebelum sempat suster menyelesaikan kalimatnya.


" Bangun Sayang, Mami mohon..".


BUKK!


Matanya terbelalak milihat Risky sudah berdiri di depannya saat ini.


Risky tak jauh berbeda terkejutnya saat melihat Cyka menggendong seorang anak di dekapannya.


" Apa yang terjadi ? Anak ini..".


" Nyonya kita harus cepat membawanya ke rumah sakit jika tidak...".


" Ikut lah bersama ku, aku akan mengantar kalian ke rumah sakit". Ajak Risky tanpa berpikir panjang Cyka langsung berlari menuju mobil Risky yang saat ini berparkir di sudut halaman rumah.


Cyka duduk di kursi penumpanga bersama putrinya.


Risky melajukan mobilnya dengan cepat, ia menatap Cyka yang begitu panik dengan linangan air mata dari kaca spion depan.


" Maaf Sayang tidak seharusnya Mami memalingkan pandangan Mami darimu, maaf honey ini salah Mami".


" Tenanglah, kita akan segera sampai di rumah sakit". Ucap Risky coba menenagkannya.


' Jadi anak itu benar-benar putrinya ? apa itu putrinya bersamanya ?'.


Hati Risky seakan teriris, ia tak ingin mempercayai isi pikirannya, dia masih berharap Cyka masih memiliki sedikit saja cinta di di hati Cyka untuknya.


Namun melihat kenyataan yang ada di depan matanya saat ini membuatnya mulai meragukan pemikiranya tersebut.


" Apa yg terjadi ? ". tanya dokter yang sebelumnya juga merawat Richa, " Suster, bawa dia ke ruang perawatan". titah dokter pada seorang suster.


" Tenanglah, dia akan baik-baik saja". ucap dokter seraya memegang pundak Cyka coba menenangkannya, " Dimana ayahnya, apa kali ini dia tidak datang?".


Ucapan dari dokter tersebut membuat Risky jadi benar-benar salah paham karena mulai berpikir ayah dari anak itu adalah pria lain yang entah siapa orangnya.

__ADS_1


Dokter masih salah mengira kalau Fakhri adalah ayah Richa.


__ADS_2