Ku Hanya Ingin Dicintai

Ku Hanya Ingin Dicintai
Spesial 5.


__ADS_3

Namun di tangah suasana bahagia itu Cyka dan Risky malah mendapat kabar buruk. Richa tiba-tiba saja jatuh pingsan, yang membuat semua orang mulai panik.


Karena pengantinnya adalah pasangan dokter mereka memberikan pertolongan pertama sebelum akhirnya Richa di larikan ke rumah sakit.


Saat tiba di rumah sakit.


" Apa yang terjadi padanya ?", tanya salah satu dokter.


Dan dokter yang mendapinginya sampai rumah sakit adalah si sepasang pengantin baru.


" Menurut laporan yang aku dapat dari kedua orang tuanya, anak ini pernah menderita leukimia ", jelas Dokter Adit.


" Leukimia ?", tanya dokter Salsa selaku dokter kandungan dan dokter anak, tapi masalah ini bukanlah bidangnya.


" Iya dok ", jawab dokter Adit.


" Kalau begitu hubungin dokter Alvin ?", titah dokter Salsa.


" Apa dok ? kenapa harus pak direktur ?", tanya Adit bingung.


" Lalu kau pikir siapa lagi yang dapat menangani masalah ini ? Apa kau dan dokter lain bisa melakukannya ?", tanya Dokter Salsa sedikit membentak.


" Tidak dok ", jawab dokter Adit menunduk, " Ayo tunggu apa lagi, kenapa masih diam, panggil dokter Alvin sekarang ", bentak dokter Salsa.


" Bagai mana, kau sudah memeriksa keadaannya ?", tanya dokter Bila yang baru tiba dari ruang ganti, dokter Bila adalah istri dokter Adit.


" Kita perlu dokter Alvin untuk menanganinya ", jelas dokter Salsa.


" Apa ? apa keadaannya separah itu ?", tanya dokter Bila panik.


Salsa mengangguk, " Tapi bagai mana cara kalian bisa menemukan pasien ini ? Bukan kah kalian seharusnya sedang mengadakan resepsi pernikahan ?", tanya dokter Salsa bingun.

__ADS_1


" Dia adalah salah satu putri dari tamu undangan kita ", jawab dokter Bila.


" Oh ya ?",


" Hmm.. dan lo tau kan di mana pun kita berada maka seorang pasien juga akan hadir, tidak perduli itu sebuah perayaan pernikahan ataupun saat lo tidur, karena itulah jalan yang di takdirkan untuk seorang dokter", ucap dokter Bila.


" Aku rasa kita harus menemui orang tua anak ini, mereka terlihat panik di luar sana ", ucap dokter Salsa yang menatap ke luar ruang IGD.


Setelah meminta suster mengawasi Richa kedua dokter itu pun keluar menemui Cyka dan Risky. Karena Riyan dan Rehan masih terlalu kecil dan di larang merada di rumah sakit Zion membawa kedua anak itu kembali kerumah.


" Mas.. kenapa putri kita sakit lagi ? Apa penyakitnya kambuh lagi? Tapi kenapa ? Bukannya pencangkokkannya baik-baik aja ?", Tanya Cyka yang sangat panik.


" Sayang.. cobalah untuk tenang, kita akan tau saat dokter sudah melakukan pemeriksaan padanya", ucap Risky coba membuat tenang istrinya itu.


" Cyka.. pak Risky.. ", panggil dokter yang sangat di kenal oleh Cyka dan Risky, dokter itu adalah dokter Alvin yang sebelumnya membantu putri mereka melakukan pencangkukan sumsum tulang belakang.


" Dokter.. ", Cyka langsung meraih tangannya dengan kondisi yang sudah lemah Cyka menggenggam tangan dokter Alvin.


" Ada apa ? Apa yang terjadi ? kenapa kalian kembali lagi kesini ? apa Richa baik-baik saja ?", tanya dokter Alvin bertubi-tubi.


" Apa yang terjadi ? " Tanya dokter Alvin pada dokter Salsa.


" Richa tiba-tiba pingsan dokter ", ucap Risky memotong pembicaraan para dokter itu.


" Pingsan.. ?", ucap dokter Alvin yang langsung bergegas masuk dan memeriksa keadaan Richa. Setelah selesai melakukan pemeriksan dokter Alvin meminta suster memindahkan Richa ke ruang perawatan.


" Tenang lah bu, sumuanya akan baik-baik saja, anak ibu pasti akan sembuh dan segera bisa kembali dan berkumpul bersama kalian, Ahh dan perkenalkan saya adalah dokter Salsa ", ucap dokter Salsa coba menenangkan Cyka seraya memperkenalkan diri, dengan menggenggam tangan Cyka dokter itu terasa begitu hangat dan lembut, bukan hanya sentuhannya bahkan senyumannya pun ibarat obat bagi Cyka.


" Bunda.. ", terdengar suara anak kecil dari kejauhan memanggil seseorang. Anak itu berlari ke arah mereka dengan senyum indah di wajahnya.


" Nelan.. ", Jawab dokter Salsa. Anak laki-laki itu pun langsung memeluk dokter itu, " Apa kau datang kesini tanpa sepengetahuan ayah dan kaka kamu lagi, lalu di mana Nevan ? kenapa dia tidak bersamamu ?", tanya dokter cantik itu.

__ADS_1


" Dia tidak ada bun.. aku kesini bersama kake, sejak pulang sekolah tadi aku berada di ruangan kake, tadinya aku hanya ingin tidur sebentar dan menunggu bunda selesai kerja, tapi ternyata aku ketiduran sampai 2 jam, bukankah itu aneh bun, biasanya aku paling susah tidur kan, tapi hari ini aku malah tidur berjam-jam", jelas anak laki-laki itu panjang lebar.


Cyka dan Risky sampai tertegun melihat kecerdasan anak itu saat bicara, kalimatnya begitu sempurna tak memiliki mines sedikit pun.


" Apa dia putra dokter ? " tanya Cyka ragu-ragu.


" Ahh.. iya, maaf dia sangat berisik, saat dia bicara tidaka ada yang bisa menghentikkannya dan mengimbanginya ", jelas dokter Salsa.


" Dia adalah anak yang cerdas, berapa usiamu nak ? dan siapa namamu ?", tanya Cyka.


" Ayo sayang sapa ibunya dengan sopan ", pinta dokter Salsa. Nelan mendekati Cyka, sebelum memperkenalkan diri tangan kecilnya malah menyentuh wajah Cyka dan menghapus air mata yang membasahi pipinya.


" Saya Nelan tante dan usiaku 8 tahun, kenapa tante menangis, apa anak tante sakit ? " tanya Nelan sopan dan lembut.


Risky dan dokter Salsa hanya bisa tersenyum tipis melihat tindakan lembut anak itu.


" Hmm.. dia sedang sakit sekarang, lalu bagai mana kamu bisa tau kalau yang sakit adalah anak tante sayang ?", tanya Cyka.


" Karena saat kak Naila, Nelan atau Nevn sakit bunda juga akan nangis seperti tante ", jawab anak itu polos.


" Kau anak yang pintar, tante yakin saat kau dewasa Nelan akan jadi anak yang sukses. Em.. dan kamu itu paling cocok jadi seorang jaksa, polisi atau pengacara ", ucap Cyka.


" Oh ya, Nelan memang ingin jadi polisi saat besar nanti ", ucap anak itu antusias.


" Dokter Alvin..", panggil dokter Salsa saat melihat dokter Alvin keluar di ikuti oleh ranjang Richa di belakangnya yang akan di pindahkan keruang perawatan khusus.


Selagi dokter Alvin bicada pada Cyka dan Risky, anak laki-laki itu mendekati Richa, ia meraih tangan Richa dan menggenggamnya.


" Kau anak yang cantik, jika kau cepat bangun dan sembuh, saat kau besar aku akan menikahimu, jadi cepatlah bagun dan jangan buat ibumu menangis lagi, janji ", anak laki-laki itu melakukan janji kelingking dengan Richa.


Richa pun di bawa menjauh dari anak laki-laki itu, dan terus memandaninya hingga tak terlihat lagi.

__ADS_1


**TAMAT.


Sesuai rikwes bonusnya udah Author sajikan ya Author dan leaders tercinta. Author juga akan menyajikan satu episode pengenalan nama pemain untuk Part II nya jadi jangan lupa like dan komennya ya semuanya, terima kasih, wasalam**.


__ADS_2