
Selamat membaca, jangan lupa vote, like+komennya ya semuanya. Salam kasih dari Author yang imut imut kayak marmut. 😅😅😅
❄❄❄❄❄ Orang kuat bukan berarti ia tidak pernah menangis tetapi orang selalu istiqomah dalam memghadapi ujian dan godaan. ❄❄❄❄❄
🎈🎈🎈🎈🎈
Cyka terjaga dan membuka matanya lalu ia mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan. Dia menyadari kalau sedang berada di kamar Risky. Dia teringat kembali dengan yang baru saja terjadi, air mata nya pun berlinang lagi, dia menutup mata nya dengan kedua tanganya, dia mulai teriksak.
Risky masih berada di ruang tamu sedangkan Zion sudah pulang. Risky berjalan ke arah dapur, dia meminta seorang pelayan untuk membuatkan bubur untuk Cyka. Dia kembali kekamar nya,dan terkejut saat melihat Cyka sudah tidak ada di atas tempat tidur. Risky pun mulai panik, ia langsung mencarinya ke kamar mandi tapi tidak menemukan Cyka.
" Cyka...Cykaaa..." Panggil nya berkali kali. Saat Risky hampIr membuka pintu kamar, dia melihat pintu menuju teras yang ada di luar kamarnya sedikit terbuka. Ia mendorong pintu itu dan melihat Cyka sedang duduk di kursi santai yang ada di sana. Lalu Risky pun memdesah lega.
Cyka mengankat wajahnya ke atas sambil menutup wajahnya. Risky mencoba mendekatinya, dan duduk di kursi yang berhadapan dengan Cyka. Cyka perlahan membuka matanya, dan menatap langit,
" Bukan kah malam ini langit sangat indah, bahkan begitu banyak bintang dusana." Ucap Cyka yang menyadari kedatangan Risky. " Aku sudah tidak ingat kapan terakhir kali aku menatap bintang seperti ini. Apa bapak tau, dulu aku sangat suka menatap langit seperti ini juga, setiap malam sebelum tidur aku akan menatapnya." Lanjut Cyka menjelaskan dengan tersenyum kecil. Ia sadar kalau wanita itu sedang menyembunyikan sesuatu di balik senyumanya itu. Risky hanya menatap Cyka tanpa mengatakan apa pun, dia hanya mendengarkan Cyka bicara.
" Walau rumah ku tidak sebesar milik bapak tapi di depan kamar ku juga ada teras seperti ini, dan aku sangat menyukainya, ada banyak bunga yang ku tanam dan membuat terasku terlihat sangat indah." katanya panjang lebar. Sambil menatap kearah Risky, Cyka berkata.
" Aku sangat merindukannya. Dulu segala yang ada disana begitu indah, karena itu aku sangat merindukannya."
Aku bisa melihat itu dari caramu mengutarakannya.
__ADS_1
" Tapi suatu hari semua itu hancur berkeping keping. Dann kepingan itu sudah tidak bisa di satukan lagi dan terus saja menusuk ke setiap sendi dagingku."
" Jadi jangan mencintai wanita sepertiku, berhenti menyia nyaikan hidupmu hanya untuk wanita sepertiku." Ucap Cyka sambil terus menatap Risky.
Lagi lagi tatapan Risky mengusik hati Cyka.
Kenapa kau selalu menatapku begitu? Apa yang berbeda dari tatapannya itu Tuhan?
Risky hanya tersenyum kecil padanya,
" Aku memang tidak tau separah apa luka yang kau alami, tapi Cyka.. Satu hal yang akan ku janjikan padamu, akan kusatukan kepingan kepingan itu untuk mu, akan ku buat menjadi utuh kembali seperti semula dengan cara apa pun." Tegas Risky. Yang artinya dia tidak akan berhenti atau menyerah dan akan mendafatkan Cyka dengan cara apa pun.
" Aku tidak menginginkan apa pun selain kamu dan cintamu." Cyka tertawa sini.
" Aku bukan wanita yang layak untuk bapak, aku tidak punya apa pun selain tububku. Aku juga tidak cantik, apa lagi kekayaan aku tidak punya sesuatu yang bisa kutawarkan padamu."
" Di pilih karena fisik dan rupa mungkin akan membanggakan tapi jika di pilih oleh hati dan perasaan akan lebih mengagumkan, karena hati adalah jawaban dari segalanya."
Cyka terdiam, sangat sulit membuat laki laki itu mengerti ucapannya. Ia menyerah meyakinkannya untuk tidak mengusik hidupnya lagi.
☄☄☄☄☄
__ADS_1
Risky mengantar Cyka pulang ke rumah kontrakannya, walau Risky meminta Cyka untuk tetap tinggal di rumahnya malam ini Cyka menolaknya dengan tegas.
Sampai dirumah Cyka langsung mandi, baru dia tidur. malam ini mimpi buruk itu muncul lagi, akhir akhir ini Cyka sudah jarang memimpikannya, mungkin kali ini karena kejadian tadi siang. Cyka terbangun dengan berkeringat dan napas yang sudah tak beraturan.
Cyka merasa haus dia ingin mengambil segalas air yang terletak di meja kecil di dekat tempat tidur, lalu tiba tiba sebuah ingatan terbesit di pikirannya.
Dag Dig Dug
Jantung nya berdetak, saat dia mengingat satu hal yang terasa tak asing untuk nya, yaitu aroma yang dia cium di tubuh dan kamar mandi Risky mengintatkan nya pada pagi itu,
6thn lalu saat Cyka tiba tiba sadar di sebuah kamar hotel dengan jarum inpus yang masih terpasang di tangannya, selembar cek dan juga aroma di dalam ruangan itu, oromanya sama persis dengan milik Risky. Dia tidak pernah lupa dengan hari itu, karena dia terus mencari orang yang telah menyelamatkannya hari itu, dan yang meninggalkan selambar cek di sana. Semua hal tentang hari itu, dia mencoba untuk terus mengingatnya. Dia sudah hampir melupakan masalah itu, karena berpikir dia tidak akan bisa menemukan orang itu lagi.
.
.
.
.
Terimakasih, jangan lupa vote, like, komennya ya kakak kakak ku yang cantik.
__ADS_1