Ku Hanya Ingin Dicintai

Ku Hanya Ingin Dicintai
kondisi Richa


__ADS_3

BRUK!


Richa terjatuh ke lantai.


" Sayang...!"


" Richa...!" Dengan gerakan cepat Fakhri sudah berlari mendekati Richa lalu mengangkatnya kedalam pakuannya.


" Ahh.... Richa, Sayang... Hikk hikk." Cyka memeriksa suhu tubuh putrinya.


' Panas...' batin Cyka.


" Apa yg terjadi padanya ?" tanya Fakhri panik, " Bukannya baru saja kondisinya baik-baik saja ?" Karena tak mendapatkan jawaban dari Cyka, ia langsung berlari keluar dengan membawa Richa dalam dekapannya, di ikuti oleh Cyka yang terus saja menangis.


" Pak, buka mobilnya." titah Fakhri pada supir pribadinya.


" Baik tuan muda. " jawab pak supir dengan sigap.


Fakhri langsung masuk ke dalam mobil di ikuti cyka melalui pintu mobil sisi lainnya.


" Jalan pak. " perintah Fakhri pada sang supir.


" Siap tuan. " Pak supir langsung melajukan mobilnya dengan cepat.


Cyka memggenggam erat tangan putrinya, sambil terus menangis tak henti-hentinya.


" Bertahanlah Sayang... Mami mohon.." ucap Cyka seraya membelai wajah kecil putrinya.


" Bisakah kau berhenti menangis dan katakan padaku apa yang terjadi padanya ?" tanya Fakhri yang mulai merasa sangat khawatir dengan kebungkaman wanita tersebut.

__ADS_1


' Ada apa dengannya, kenapa dia diam saja tak menjawabku ? apa sebenarnya yg coba ia sembunyikan dariku ?' batin Fakhri.


" Richa.. bangun Sayang...." ucap Cyka.


" Kita sudah sampai. " ucap Fakhri.


Dengan cepat mereka turun dari mobil dan berlari masuk ke dalam rumah sakit.


" Suster....suster tolong... tolong selamatkan dia apa pun yg terjadi." ucap Fakhri meminta bantuan suster disana, sekaligus terdengar seperti memberi perintah.


" Bawa putri anda kesini tuan... saya akan segera memanggil dokter. " jawab suster yang salah mengira Fakhri adalah ayah sang anak.


" Sabar Sayang.... Mami disini." Cyka memandang lekat pada putrinya, dia benar-benar merasa sangat takut.


" Tenanglah... dokter akan segera datang untuk merawatnua.... percyalah dia pasti akan baik-baik saja. " Tutur Fakhri seraya menepuk pundak Cyka pelan berusaha menenangkannya.


" Tuan dokter sudah datang...tolong biarkan beliau memeriksa kondisi putri anda. " jelas suster yg tadi.


Fakhri hanya mengangguk pelan mengisaratkan kalau dia paham dengan maksud suster tersebut.


Setelah dokter memeriksa kondisi Richa, dokter meminta suster untuk memindahkannya ke ruang rawat untuk segera di tangani.


Cyka dan Fakhri mengikuti putrinya keruang perawatan, tangannya tak pernah lepas dari genggaman sang putri.


" Maaf nyonya, tuan, tolong tetap disini selama dokter menangani putri anda."


Walau tak ingin jauh dari putrinya Cyka hanya bisa menuruti perintah sang suster dengan pasrah.


Begitu pintu tertutup Cyka hampir terjatuh karena kakinya mulai terasa lemas dan mati rasa. Dengan gerakan cepat Fakhri sudah menahannya dengan melingkarkan salah satu tangannya di lengan Cyka.

__ADS_1


" Kau baik-baik saja ?" tanya Fakhri dengan suara ringan. " Duduklah. " Fakhri memapah Cyka ke kursi tunggu yg di sediakan di luar ruang perawatan.


" Terima kasih. " ucap Cyka dengan suara berat dam serak.


" Katakan itu saat putrimu sudah sadar dan baik-baik saja. " ucapa Fakhri, " Dan aku perlu penjelasan perihal masalah ini darimu. " lanjut Fakhri.


Cyka tak merespon kalimat yg di katakan Fakhri. " Ini bukan yang pertama kalinya kan ?" ucap Fakhri dengan tatapan tajam pada Cyka yg masih terus meneteskan air matanya sambil menundukkan kepalanya.


" Lantainya bisa bocor jika terus kau tetesi air dari matamu. " Fakhri seperti sedang mencoba menghibur di tengah hutan yang isinya hanya mahluk-mahluk yang bergelantungan di atas pohon.


Cyka mengangkat wajahnya.


" Putriku....ia terlahir secara prematur, karena kecerobohanku, lalu sejak usia 2 tahun ia mulai sakit-sakitan dan dokter mengatakan ia menderita penyakit leukimia sumsum tulang, ini memang bukan yg pertama kalinya ia keluar masuk rumah sakit. " jelas Cyka panjang lebar


" Selama ini cuma paman Joe yang terus menjaga dan merawatnya. " lanjut Cyka, sambil menahan isak tangisnya.


Fakhri mulai merasa bersalah karena sudah pernah salah paham padanya.


" Kenapa pak tua yg merawatnya bukan dirimu ?" Fakhri sedikit penasaran dengan kalimat tersebut.


Pak tua adalah julukan Fakhri terhadap sang ayah.


" Ceritanya panjang. " jawab Cyka.


" Katakan secara singkat saja. " ujar Fakhri sedikit memaksa.


" Tidak sekarang, mungkin lain kali. " ucao Cyka menghentikan percakapan keduanya.


Fakhri hanya mengangguk pelan.

__ADS_1


__ADS_2