
Hai kakak kakak yang cantik, selamat datang di bab yang baru, sebelum membaca mohon jempolnya nge like dulu ya, dan tinggalkan jejak di kolom komennya. Terima kasih, sehat selalu semuanya.
❄❄❄❄ *Jangan bersedih karena pertolongan akan selalu datang bersma dengan kesabaran. ❄❄❄❄
🎈🎈🎈🎈🎈*
2 hari sudah berlalu setelah mereka makan siang bersama, Cyka sudah tidak pernah bertemu lagi dengan Risky, padahal sebelumnya Risky berkata mereka akan selalu makan siang bersama.
Tentu saja ada rasa lega di hati Cyka, karena dia tidak harus menemani Risky makan siang, dan tidak perlu merasakan kecanggungan dan rasa gugup saat ia berada di dekat bos nya itu. Namun entah kenapa ada rasa yang aneh juga yang Cyka rasakan, Cyka tidak bisa mengngartikan perasaan nya itu.
" Apa hari ini, pak CEO tidak akan masuk kerja lagi?" Pertanyaan itu terlontar tanpa ia sadari.
" Apa yang kamu pikirkan Cyka. Kenapa aku malah ingin tau tentang pak CEO." gerutu nya.
slSaat Cyka berjalan di lobi hotel ia melihat Zion sekertaris CEO sedang berjalan sendirian menuju lip. Ahirnya Cyka pun mengikuti nya dari belakang, saat pintu lip terbuka Zion lansung masuk kedalam lip dan diikuti oleh Cyka.
" Selamat pagi pak." Sapa Cyka sopan sambil membungkukan tubuhnya pelan. Ia memberanikan diri menayapa Zion, entah apa yang ia pikirkan saar ini.
" Pagi, Cyka." Jawab Zion santai.
Apa? Dia tau nama ku, dia menyebut namaku dengan santai.
" Apa semuanya baik baik saja pak?" Tanya Cyka.
" Tentu saja, kenapa tiba tiba kamu bertanya begitu?" Tanya zion balik.
Saat Cyka menyadari kebodohannya, akhirnya Cyka memutuskan untuk tidak bicara lebih banyak lagi.
" T--Tidak apa apa pak." Jawab Cyka salah tingkah sambil memejamkan matanya karena merasa sudah melakukan kesalaha, dengan bertanya hal yang tidak penting. Lalu Zion pun tersenyum, dia mengerti situasinya.
" Pak CEO baik baik saja. Sebenarnya dia yang kau tanyakan, benarkan?" Ujar Zion.
" Apa? Tidak pak, bukan begitu." Dalihnya terbata bata. Zion semakin tersenyum melihat tingkah Cyka yang terlihat sangat jelas sedang gugup dan salah tingkah.
__ADS_1
" Nanti siang ikutlah denganku." ujar Zion.
" Kemana pak?" Tanya Cyka.
" Ke rumah pak CEO." Seru Zion.
" Dia memintaku untuk membawamu pada nya hari ini, jadi saat waktu makan siang daya akan menunggu mu di depan hotel." Jelasnya panjang lebar.
" Kenapa pak sekertaris ingin aku ikut dengannya? Rumah pak CEO, kenapa dia ingin membawaku kesana?" gerutu Cyka.
" Baik, pak." Jawab Cyka pasrah. Apa pun yang akan terjadi nantinya biarlah terjadi, karena ia juga merasa sedikit khawatir pada laki laki itu, karena 2 hari ini tidak terlihat.
Karena waktu sudah siang, Lirra dan Keysa mengajak Cyka untuk makan Siang bersama, namun Cyka berdalih, mengatakan kalau dirinya sudah ada janji lainnya.
Kkhirnya kedua wanita itu pun meninggalkannya terlebih dahulu. Cyka mengambil tas nya dan langsung turun kebawah. Di depan hotel dia sudah melihat Zion menunggunya. dan mereka pun langsung bergegas pergi dengan menggunakan mobil yang sering Zion pakai untuk mengantar jemput Risky.
Setelah dua puluh menit dalam perjalanan, mereka pun sampai di depan sebuah rumah yang sangat besar dan megang. Yang meemiliki halaman yang sangat luas dan juga indah.
" Rumah ini, aku penasaran. Berapa nilainya jika dijadikan uang." ucap Cyka di dalam hati.
" Selamat siang, den Zion." Sapa wanita paruh baya tersebut.
" Siang bi, Risky ada dimana bi?" Tanya Zion sopan.
" Den Risky ada di kamarnya, den."
" Ya udah makasih bi."
" Iya den, tamunya mau bibi buat kan minum apa?"
" Kamu mau minum apa?"
Cyka yang masih bengong melihat keindahan yang ada di dalam ruangan tersebut terkejut mendengar pertanyaan Zion.
__ADS_1
" Oh, tidak usah. Terima kasih."
Setelah itu Zion meminta Cyka mengikutinya, mereka naik ke lantai dua menuju kamar Risky. Secara perlahan Cyka mengikuti Zion sambil melemparkan pandangannya ke setiap penjuru ruangan, ia masih belum puas mengagumi gedung mewah dan besar tersebut yang di sebut sebagai rumah oleh pemiliknya, hingga akhirnya mereka pun sudah berada di depan kamar Risky.
Ini sih cocoknya di jadiin taman. Bahkan anak kecil bisa raib kalau berada di tempat seluas ini.
Karena melamun Cyka tidak sadar kalau Zion sudah berhenti melangkah dan ia sampai menabrak tubuh Zion.
" Awww..." Cyka menyentuh dahinya yang terasa sedikit sakit.
" Masuk lah, beliau ada di dalam." Ucap Zion, meminta Cyka untuk masuk ke kamar Risky.
Apa dia memintaku untuk masuk seorang diri?
Dengan ragu ragu Cyka mengetuk pintu kamar itu. brberapa kali dia mengetuk pintu kamar tersebut, tapi tidak ada jawaban dari dalam kamar, karena khawatir Cyka langsung membuka pintu itu dengan perlahan.
" Permisi pak." Ucapnya sambil berjalan masuk secara perlahan dengan sangat berhati hati..
Cyka terkejut melihat keadaan Risky yang sedang tidur di atas tempat tidur dan seluruh tubuhnya penuh dengan keringat, hingga baju yang di Pakainya sudah sangat basah karena keringat. Cyka dengan cepat langsung mendekati tempat tidur Risky,
" Pak CEO, apa yang terjadi padanya, apa dia sedang demam? Kenapa keringat nya bisa sebanyak ini?" ucap Cyka panik. Ia melihat di atas nakas yang di sudut tempat tidur sudah ada sebuah baskom kecil berisi air es dan juga handuk kecil, tanpa berpikir panjang dia langsung membasahi handuk tersebut dan meletakkan handuk itu di kening Risky. Cyka merasa harus menyeka keringat yang ada di tubuh Risky dia berlari kekamar mandi berusaha mencari handuk kecil lainnya. Saat masuk kedalam kamar mandi, tercium aroma yang sangat kuat, dia merasa sangat tidak asing dengan aroma itu.
.
.
.
.
.
❄❄❄❄ Jangan pernah menyerah ketika doa doamu belun di jawab, karena untuk orang orang yang bersabar, Allah AWT bahkan akan memberikan yang lebih. ❄❄❄❄
__ADS_1
Terimakasih, salam kasih dari Author, 😘😘😘😘