
Bagi kebanyakan orang, momen pernikahan adalah titik penting dalam hidup yang paling dinantikan. Walau selama ini Cyka tidak pernah menyangka dan memimpikan hari seperti ini akan terjadi dalam hidupnya.
Di kesempatan itu, hubungan yang di harapkan bisa memberi kebahagiaan di masa depan akhirnya di resmikan. Namun masih ada rasa kecewa di hatinya saat ini. Harapan terbesarnya adalah kehadiran dan restu dari kedua orang tuanya.
" Wuah, Lihat ini, Keysa, calon istri CEO kita. Terlihat sanagat luar biasa, begitu cantik dan bersinar seperti matahari. " Kata Lirra. Ia sedang mentap Cyka di cermin.
Cyka tak menyadari kehadiran kedua rekan kerjanya itu. Karena sejak tadi ia terus saja melamun.
" Mbak, kalian disini !" Kata Cyka.
" Tentu saja, Sory ya, Cyka kita baru datang. Karena ada yg harus kita urua dulu di luar. " Jelas keysa.
" Iya nggak masalah, Mbak. Cyka yg minta maaf karena nggak bisa bantuin lagi hari ini. " Kata cyka sedikit merasa bersalah.
" Nggak perlu minta maaf, udah seharusnya kan, kan yang mau nikah itu kamu. " Ujar Lirra.
Siapa yang sangka proyek nya kali ini malah menjadi tempat ia melangsungkan pernikahan. " Oya, Mbak! Bu Nadin ada dimana ?" Tanyanya karena ia belum melihat kehadiran atasannya itu.
" Bu, Nadia lagi bicara sama pa Zion di ruangan nya. " ujar Lirra.
" Oh, gitu. " Respon Cyka.
Saat mereka bertiga sedang asik mengobrol tiba - tiba terdengar ketukan pintu dari luar. " Masuk lah. " Kata Cyka mempersilahkan.
Ketika pintu terbuka. Sontak matanya membulat, detak kantungnya menjadi tak beraturan. Seakan tak percaya dengan apa yg ia lihat saat ini.
__ADS_1
Di hadapannya. Sudah berdiri sosok yg sangat ia rindukan. " Mama ". Ucap Cyka.
Air matanya mengalir seketika, rasa bahagia yg tak bisa ia lukiskan serta rasa syukur yg begitu memdalam.
" Cyka. " akhirnya ia mendengar suara itu lagi memanggil namanya, sudah sangta lama ia tal mendengar nya dari mulut sang ibu.
Cyka bangkit. Ia berlari ke arah mamanya dan memeluknya dengan sangat erat. Walau hubungan keduanya tidak terlalu marmonis sejak ia kecil namun Cyka sangat mencintai ibunya, walau keadaan membuatnya tak bisa menunjukkan perasaannya yg sesungguhnya.
" Ma, Cyka kangen banget sama mama, Makasih, Ma, Karena udah mau hadir disini. " ujar Cyka. Ia merasa sangat bahagia.
" Iya, Nak, mama juga kangen sama kamu. " Balas mamanya, sebuah belaian menghangatkan hatinya.
Cyka mengamati wajah mamanya. Masih tetap sama seperti dulu, tetap cantik dan lembut.
" Nggak, Nak, Papa kamu nggak bisa datang, cuma Mama dan Kakak kamu. " Ujar mamanya.
Cyka hanya bisa tersenyum tipis mengetahui bahwa Papanya tidak hadir, Cyka bisa memahaminya, tidak mungkin dia mau hadir, bahkan ia belum mendapat pengpunan darinya.
Mamannya tertegun. Ia mengamati Cyka dari atas hingga bawah. Ia benar benar takjub melihat kecantikan putrinya, dengan gaun indah yg di pakainya.
" Kamu sangat cantik Cyka. " Kata mamanya denhan senyuman lebar di bibirnya.
" Makasih ma, oh ya, ma ini kenalin rekan kerja Cyka. " Kata Cyka sambil menunjuk ke arah Lirra dan Keysa.
" Halo, Tante. " kata kedua nya kompak.
" Kenalin, saya Lirra dan ini Keysa, senang bisa ketemu tante disini. " Ujar Lirra.
__ADS_1
" Iya, sama sama, Tante adalah mama nya Cyka. " Jawab mamanya.
Dalam pikiran Cyka. Ia mengingat ucapan Risky pada nya kemarin.
' Jadi ini yg mas, Risky maksud kemarin. '
Risky berkata. Apa pun yg terjadi, segalanya pasti akan berjalan sesuai rencana mereka.
*****
Saat ini, sudah menunggu kedatangan Cyka di altar. Ia sudah di kelilingi beberapa orang yg akan menjadi saksi mereka, sudah ada Zion dan kakak Cyka disana dan juga seorang penghulu.
Cyka terus saja mengamati orang orang disana, ia ingin tau apa keluaga Risky sudah hadir di tengah tengah mereka. Namun ia tetap tak menemukan sosok yg ia cari, Cyka pernah melihat Papa nya Risky sekali, dan masih ingat dengan jelas wajahnya.
Saat pandangannya berhenti pada sanh kekasih. Ia melihat senyuman lebar tersungging di wajahnya, tersirat rasa kagum dari tatapannya itu.
Cyka duduk di samping Risky.
" Kamu sangat luar biasa, Sayang. " Bisik Risky.
Zion yg mendengarnya merasa sangat mengelitik. ' Pria ini sangat luar biasa, peeubahannya sungguh tak terduga. '
Cyka sudah terbiasa mendengar gombalan sang kekasih, sekarang sih udah jadi calon suami. Setiap ada kesempatan ia selalu menggoda Cyka.
Dalam waktu singkat. Keduanya sudah sah menjadi suami istri, rasa bahagia, haru dan juga kecewa menyelimuti hatinya. Satu hal yg di sadari Cyka saat ini bahwa ia juga tak mendafatkan restu dari keluarga Risky.
__ADS_1