
Cyka menatap lekat ke mata sang suami tercinta, ia mengamati dalam-dalam untuk menemukan isyarat yang tertulis disana.
" Apa semuanya baik-baik aja ?" tanya Cyka.
" Hemm. " Jawabnya dengan anggukan ringan.
" Lalu kenapa, pak Zion mencari, Mas, dan sepertinya dia sedikit khawatir. !" jelas Cyka.
" Em, jadi karena itu, kamu seperti ini ?" kata Risky.
" Hemm, mas yakin nggak ada masalah apa pun ?" Cyka masih tetap penasaran, dengan reaksi sekertaris Zion sebelumnya.
" Semuanya baik-baik aja, Sayang. " Jawab Risky
Cupp
Risky sudah mendaratkan kecupan kilas pada bibir sang istri. Risky berjalan memasuki rumah tanpa berusaha menurunkan Cyka.
Cupp
Kecupan kedua mendarat, tepat sasaran.
" Turunlah sebentar, Mas harus menghubungi Zion, ada yang harus mas bicarakan dengannya." pinta Risky. Perlahan Cyka turun dan melepaslan pegangannya.
__ADS_1
" Tunggalah di kamar, aku tidak akan lama. " Bisik Risky, seperti mengisaratkan makna yang mendalam.
Cyka mengangguk pelan, lalu melangkah meninggalkan suaminya.
Risky menyalakan telepon genggamnya yang sebelumnya ia non aktifkan.
"Apa yang terjadi ?" Tanya Risky di balik telepon dengan nada yang tegas.
" Seharusnya gue yang nanyak, sebenarnya apa yang terjadi ?" tanya Zion balik di seberang telepon.
" Apa ada hal serius yang terjadi di perusahaan ?" ujarnya, tanpa memperdulikan pertanyaan Zion
" Bukan cuma masalah, tapi nama lo juga udah tak tercantum dalam ahli waris keluarga Aditama, lo udah bukan CEO RISKY HOTEL lagi, tapi udah diganti dengan CEO yang baru, yaitu Raina. " jelas Zion.
" Bagus lah, kalau begitu masalah selesai. " ujar Risky.
" Berhentilah bicara omong kosong, besok kita bicara lagi. Saat ini ada hal penting yang harus gue lakuin"
" Hal penting apa ? apa ada hal yang lebih penting selain ini Risky. !" tanya Zion geram
" Tentu saja, saat kau sudah menikah, kau baru akan mengerti, oke. " celetuknya yang langsung memituskan sambungan panggilan memeka.
Kita sangat yakin saat ini Zion pasti sedang sangat kesal, bahkan mungkin sedang mengacak-acak isi kamarnya. Tapi itu hanya perkiraan kita saja.
__ADS_1
Di sisi lain.
" Oh ya tuhan, cinta sudah membuat pria bodoh ini menjadi gila. Sejak bertemu dengan Cyka dia sudah tidak perduli apa pun selain wanitanya." Gerutu Zion kesal.
" Terserah kau saja. Aku tidak perlu menikah untuk mengerti apa yang ingin kau lakukan saat ini." Guman Zion.
*******
Risky tiba di dalam kamar dan melihat sang istri sedang asik dengan telepon genggamnya.
Dengan segera ia melompat ke atas kasur lalu menyambar hp istrinya itu.
" Lho, kok di ambil cih hp aku, Mas. " rengek Cyka
" Apa kau lebih menyukai hp mu dari pada suamimu ini ?" tanya Risky sedikit terdengar rengekan. Cyka tertawa melihat tingkah lucu suaminya itu.
Perlahan ia mendekatkan wajahnya. " Tentu saja, aku lebih menyukaimu, Sayang " jawabnya sedikit menggodanya.
Risky ibarat singa yang Sedang tidur lalu di bangunkan oleh mangsanya, tentu saja di akan langsung menerkamnya.
Dengan gerakan cepat Cyka sudah ditindih oleh tubuh kekar suaminya, hingga tak mampu bergerak lagi.
" Kau yang menggodaku. Jadi yang terjadi selanjutnya adalah salahmu." Bisik Risky.
__ADS_1
Lalu apa yang terjadi selanjutnya, hanya tuhan dan kedua insan itu yang tau.
Hingga pagi menjelang, seakan seluruh tenaga habis terkuras, saat matahari bahkan sudah tinggi keduanya belum juga bangun. Tidur sambil berpelukan ibarat kayu yang tak bergerak.