Ku Hanya Ingin Dicintai

Ku Hanya Ingin Dicintai
Ketakutan.


__ADS_3

Cyka yang sedang berdiri di depan pintu bersama atasannya, merasa sangat gugup, ia mengepalkan tangannya yang terasa sangat dingin.


Berkali-kali ia menarik napas dalam-dalam lalu menghembuskannya perlahan.


Cklek.


Pintu terbuka.


Cyka seperti tak mampu melangkahkan kakinya, seakan terasa sangat berat.


' Tenanglah.... tenanglah.... kau pasti bisa, demi putrimu, ini demi putrimu. ' gumammya seraya memejamkan mata.


Bayangan wajah sang putri terbesit di ingatannya, sehingga memberinya kekuatan untuk melangkah.


' Ingat Cyka, tidak ada alasan untukmu merasa takut, kau tidak bersalah, dialah yang bersalah padamu .'


Cyka mengangkat wajahnya perlahan dan membuka matanya. Hingga tatapannya langsung menangkap ke sorot mata Risky.


' Apa kabar mas ! apa kau senang bisa bertemu kembali denganku ?'


********


Zion melirik kearah Cyka.


' Apa yang terjadi padamu selama ini Cyka ?' batin Zion.


Tanpa sadar Cyka juga melirik ke arahnya.


' Kurasa, kalian baik-baik saja selama ini setelah menghancurkan hidupku. ' batin Cyka.


' Tidak ada yang baik-baik saja setelah kepergianmu, laki-laki itu sudah seperti orang gila karnamu. ' batin Zion.


Meetingnya berjalan mulus, kerja sama antara kedua perusahaan sudah di sepakati dua belah pihak, mulai saat ini mereka akan terus bertemu dan bekerja sama dengan baik dalam memperbanyak penghasilan di bidang properti dan kekayaan.


Selesai berpamitan dengan semua orang, dan saat semua orang sudah melangkah keluar, langkah Cyka terhenti saat lengannya di tarik dari belakang.

__ADS_1


Saat Cyka hampir berteriak dengan gerakan cepat Risky sudah membungkam mulutnya dengan salah satu telapak tangannya.


Lalu ia mendorong pintu dan menguncinya dari dalam.


Kondisi di luar ruangan.


Zion berusaha mengalihkan perhatian semua orang terutama Fakhri, agar tak merasa curiga dengan keberadaan Cyka.


Em, em... Cyka meronta-ronta dalam posisi yang masih di bungkam oleh Risky.


' Lepaskan aku, b^eng^^k'


Stttttttt.


Risky mengunci kedua tangan Cyka hingga ia tak mampu bergerak.


" Tenanglah Sayang, apa kau tidak merindukanku. ?" Ucapnya dengan suara aneh tak seperti Risky yang biasanya, tatapannya begitu mengerikan.


' Oh tuhan ! ada apa dengannya ? '


Cyka memalingkan wajahnya. Saat Risky hampir menciumnya.


" Ada apa Sayang ? Kau menolakku, apa karena kau sudah tidak memcintaiku lagi? Atau..?" Risky mennggantungkan ucapannya sesaat.


" Apa kau juga sudah membiarkan pria itu menyentuhmu? Kenapa, kenapa, Cyka? Kenapa kau meninggalkanku? Dan malah menilihnya!"


Cyka tak mengerti apa yang di katakan Risky, ia hanya bisa memejamkan matanya sambil menahan isak tangisnya.


Saat Risky menghentikan kegilaannya ia menatap mata Cyka dalam-dalam dan mendapati sang istri sudah menangis.


Tatapan mata Cyka penuh kebencian, air matanya menetes tak tertahankan lagi.


Deg.


Melihat Cyka seperti itu hatinya seakan teriris sembilu, begitu menyakitkan.

__ADS_1


' Bukan, bukan ini yang kuinginkan, aku hanya ingin dia kembali padaku. '


Perlahan Ia melepaskan pegangannya.


PLAK!


Sebuah tamparan mendarat di pipi kirinya.


Hikk... hikk.


" Berengsek. " Ini pertama kalinya Cyka berkata kasar pada seseorang.


Di bandingkan rasa sakit yang sebelumnya kerena pernah di hianati oleh pria pertama yang sudah merenggut mahkotanya lalu penghianatan yg di lakukan Risky, ia tak pernah merasa sehina ini.


" Kau puas, apa perlu kubuka bajuku sekalian agar kau bisa bersenang-senang dengan tubuh ku lagi, dan terus saja menghinaku ?" ucap Cyka dengan suara tinggi yang terdengar serak karena menahan tangisnya.


Risky hanya bisa menatap lekat wajah sedih sang istri.


" Yah, benar juga, di matamu aku memang cuma wanita hina kan ? sehingga dapat dengan mudah kau bohongi dengan rayuan-rayuan palsumu itu. " Cyka tersenyum tipis seperti mengejeknya.


Saat Cyka hampir berbalik meniggalkannya, lagi-lagi Risky menghentikannya. Namun di tepis olehnya.


" Cyka.... Cyka !" bentaknya dengan mendorong tubuh Cyka ke dinding.


" Kaulah yabg meniggalkanku, dan kembali bersama pria lain, kau tidak punya hak mengatakan itu padaku." Dengan suara tinggi dan tatapan tajam ia mencengram bahu Cyka.


" Apa ? Cobalah bercemin, sebelum kau menuduhku, pak Risky yang terhormat. " Mendengar Cyka menyebut namanya seperti itu, darah Risky seperti mendidih.


Yah mungkin ia sudah bersalah padanya, tapi itu adalah sebuah kesalah pahaman, yang tak sempat ia jalaskan padanya, namun walau pun ia berdalih saat ini, Cyka pasti tidak akan mudah untuk percaya begitu saja, 4 tahun sudah berlalu, dan terlihat jelas di matanya saat ini hanya ada kebencian padanya.


BUKK!


Risky meninju bagian dinding di belakang Cyka, hingga keluar percikan darah dari sela-sela punggung jarinya.


Cyka yg terlejut memejamkan matanya, napasnya berpacu dengan waktu. Ia tak menyangka perubahan laki-laki yg sudah menikahinya 4 tahun yang lalu bisa berlaku sekasar itu.

__ADS_1


Untuk prtama kalinya ia melihat sisi lain dari Risky Aditama, yg dulunya begitu lembut dan ceria, seakan tertukar jiwa dengan seorang pria kasar dan dingin.


__ADS_2