
Cyka sedang sibuk dengan pekerjaan nya, acara yang akan di adakan 1 jam lagi membuat semua orang benar benar sangat memperhatikan kesiapannya.
" Apa semua nya sudah ok. " tanya bu Nadia pada semua orang.
" Sudah bu. " jawab semua orang bersamaan.
Semua orang pergi ke ruang ganti untuk mengganti pakaian mereka dengan gaun pesta, cyka membawa gaun yang sebelumnya di belikan risky, dia tidak punya gaun yang lain selain gaun itu.
Saat cyka sedang berjalan di lorong menuju ruang ganti tiba-tiba lengkah nya terhenti saat seseorang menarik lengannya.
Cyka berbalik dan melihat risky disana.
" Bapak sedang apa di sini."
" Ikut lah dengan ku. " ajak risky langsung menarik tangan cyka.
" Tapi pak, saya harus bersiap siap, acaranya akan segera di mulai. " tolak Cyka
" Tenang saja kita tidak akan terlambat untuk menghadiri acaranya. " ucap Risky seraya keluar dari hotel menuju parkiran.
🎶🎶🎶
Lagi-lagi risky membawa nya ke butik yang sebelumnya mereka datangi.
" Tolong pilihkan gaun untuknya seperti sebelumnya. " kata risky pada pekerja butik.
" Baik tuan. " jawab seorang kariawan butik.
Cyka keluar dari ruang ganti menggunakan gaun berwarana hitam yang begitu indah di tubuhnya.
Memiliki tubuh yang ideal membuat semua gaun yang dikenakannya terlihat sangat sempurna di tubuhnya. Cyka mulai terbiasa dengan hal ini, dia sudah tidak terlihat gugup lagi.
Risky hanya bisa memandangnya dengan senyuman puas, wajar saja jika dia bisa dengan mudah jatuh cinta padanya.
__ADS_1
" Kau sudah siap untuk berpesta. " ujar risky sambil mengulurkan tangannya, cyka pun menerima uluran tangan risky.
Kedua nya kembali ke hotel, 10 menit lagi acara akan di mulai.
" Masuk lah lebih dulu, mas akan menuyul nanti. " titah risky saat mereka sudah berada di depan ruangan pesta.
" Baiklah...." cyka mencium pipi risky dengan tiba-tiba sambil berkata.
" Terimakasih. " cyka langsung masuk meninggalkan risky yang masih terkejut, ini pertama kalinya cyka berinisiatif memberinya sentuhan, risky tersenyum lebar melihat perubahan cyka.
" Cyka kamu dari mana aja, kita nyariin kamu dari tadi. " celetuk lirra yang terlihat sedikit kesal.
" Maaf mbak saya...."
" Wuaaah, lihat ini gaun indah dan wajah cantik ini. " ucap lirra menghentikan kata kata cyka
" Tentu saja harus seperti ini, jika menjadi wanita CEO kita." goda lirra.
" Apaan cih mbak. " cyka sebenarnya kurang suka dengan candaan lirra.
" Wuaaaaw, coba kita lihat siapa ini. "
Jantung cyka seakan ingin meledak, dia sangat ingat dengan suara ini. cyka perlahan berbalik dan dia melihat Adrian sudah berdiri di belakangnya.
" Adrian....!" seru Cyka dengan mata yang sudah membulat kerena terkejut. Setelah bertahun-tahun akhirnya ia bertemu lagi dengan pria yang menanamkan mimpi buruk dalam hidupnya.
" Wuaah, kau benar-benar masih mengingat ku Sayang, padahal aku sudah lupa padamu kalau bukan karena pak risky kemarin aku tidak akan mengenalimu. " kata Adrian dengan tatapan mengejek.
Tubuh cyka bergetar, matanya mulai berkaca-kaca, hatinya terasa begitu sesak.
" Apa kabar sayang, sekarang kau terlihat semakin luar biasa, apa karena gaun indah itu sehingga kau terlihat begitu cantik. " dia menatap cyka dari atas sampai bawah, cyka sudah mulai merasa lemas di kedua kakinya.
Adrian mendekatkan wajahnya dan berbisik di telinga cyka
" Apa kau ingin bermain lagi dengan ku ? Tidak kah kau merindukan aimut milikku yang begitu membuatmu lemas malam itu sayang. "
Degg
__ADS_1
Napas cyka jadi tak terkendali, dia seperti tersambar petir, kakinya seakan tak mampu lagi berdiri.
" Bukankah kau sangat menyukai...." belum sempat Adrian menyelesaikan kalimatnya pukulan risky sudah mendarat di wajahnya.
BUKk!
" Apa yg kau.... pak risky, apa anda baru saja memukul saya ?. " kata adrian yg terkejut dengan tindakan adrian
mata Risky penuh dengan amarah, di dalam pikiran nya saat ini ingin segera melenyapkan pria itu.
" apa bapak bersikap seperti ini hanya karena wanita rendahan ini..."
BUKK! BUKK!
Lagi-lagi Risky melayangkan tinjunya di wajah adrian hingga adrian tersungkur ke lantai. risky menarik kerah adrian dan membantunya berdiri lagi.
" Tutup mulut hinamu itu, jika kau ingin segera mati, maka bicara lah lagi dengan mulut busuk mu itu. Satu kata yang kau ucapkan maka akan ku patahkan leher dan burung sialanmu itu hingga tak tersisa. " tatapan risky benar benar seperti ingin membunuhnya.
Kali ini zion tidak berusaha untuk menghentikan risky, karena menurutnya Adrian memang pantas mendapatkannya.
" Apa kau tau akhir dari hidup orang sepertimu, kau akan berakhir menjadi sampah jalanan, jika aku masih membiarkan kau hidup tenang maka aku yang akan menjadi sampah itu. " ancam risky yang masih mencengram kerah Adrian.
Hahaha adrain malah tertawa dan berkata
" Apa kau tau wanita seperti apa dia.
" Tutup mulutmu. " dengan sorot mata yg sudah berapi-api emosi risky sudah tak terkendali
" wanita itu.."
BUKK!?
Sebelum sempat Adrian berbicara lebih banyak risky sudah berkali kali meninju wajah nya.
" Pal.. cukup." cyka menghentikan risky dengan memeluk nya dari belakang, " Cukup aku mohon. " ucap cyka dengan tubuh yang benar-benar sudah bergetar karena ketakutan.
zion langsung menyeret Adrian dari tempat itu, sedangkan risky yang penuh dengan amarah mulai menarik napas nya dengan perlahan. dia merasakan getaran di tubuh cyka.
__ADS_1
" Mas, bawa aku pergi dari sini, aku mohon." ucap cyka dengan suara bergetar.
Risky berbalik dan langsung mengangkat cyka dan bergegas meninggalkan gedung itu. cyka pun melingkarkan kedua tangannya di leher risky dan membenamkan wajahnya di dadanya.