Ku Hanya Ingin Dicintai

Ku Hanya Ingin Dicintai
Spesial, Zion dan Raina.


__ADS_3

" Aku bisa gila. " gerutu Zion. " Apa orang rendahan, dasar orang-orang gila martabat. " Ucap Zion dengan langkah sempoyongan.


" Kak Zion.!" Seru Raina, " apa yang kau lakukan disini ?"


" Pergilah, menjauh dariku, aku hanya orang rendahan. " pekik Zion dengan kondisi mabuk berat.


" Kau ini bicara apa ? apa kau mabuk. " Raina mengendus mendekatkan wajahnya pada Zion. " Apa kau sudah tidak waras, kenapa sampai mabuk seperti ini. "


Zion menarik kerah Raina hingga wajahnya hampir menempel.


" aaa..." teriak Raina pelan. Ia mencoba melepaskan pegangan Zion namun tak berhasil.


" Apa kau tau, sebenarnya.... aku, sangat mrnyukaimu, tapi... aku tidak bisa memberitahumu, awalnya karena aku adalah sahabat baik kakakmu, tapi sekarang aku rasa bukan hanya itu alasannya. " Ucap nya sambil mencubit wajah Raina hingga ia meringis.


" Aaa... lepasin aku Zion, apa kau ingin mati. " pekik Raina, ia mulai kesal dengan tingkah tak jelad Zion.


" Lihat..ini sebab nya aku tidak menyukaimu, tidak...bukan hanya tidak suka tapi aku tidak mau lagi menyukaimu. " kata Zion sakin melantur

__ADS_1


" Kau bilang apa ? kau berani bilang tidak mau menyukaiku, hah... apa kau sedang menghinaku sekarang ?" ucap Raina semakin kesal. " Tidak ada pria yang berani memperlakukanku seperti ini sebelumnya, siapa dirimu berani...."


" Aku...Zion, yang akan memperlakukanmu seperti itu " Zion memotong kata kata Raina. " Aku sangat menyukai Risky, tapi aku sangat membencimu. "


" Kenapa ?"


" Karena kau sudah menyakiti kedua orang itu, Risky dan Cyka, mereka...kau menghancurkan cinta dan kehidupan mereka, kenapa ! kenapa kau melakukannya. Kenapa kau dan keluargamu harus sekejam itu pada mereka ?" ucap Zion hingga terduduk di lantai.


Raina mencoba membantu nya bangun namun Zion menepesnya.


" Itu karena dari awal mereka tidak seharusnya bersama. " tegas Raina.


" Berhentilah bicara, dan bangunlah." Raina mengankat Zion hingga berdiri, " Mana kuncinya ?" Raina meminta kunci Afartemen Zion agar ia bisa membawanya masuk kedalam. Namun tak di respon oleh Zion, sepertinya ia sudah tak sadar.


Raina merogoh kantung celana Zion untuk menemupan kuncinya.


" Aaahh..." jerit Raina, yang tubuhnya tiba tiba di dorong Zion ke dinding.

__ADS_1


" Apa yang kau lakukan ?" Tanya Zion dengan mata sedikit terbuka, berkali kali ia cegukan.


" Aku hanya mencoba mencari kunci Afartemennya, agar kau bisa masuk. Aku tidak segaja ingin menyentuhmu.... emm..." Zion tiba tiba membungkam bibir Raina. " Apa yg kau lakukan ? apa kau sudah gila...." Raina mencoba mendorong Zion menjauh darinya, namun Zion malah menyerangnya semakin menjadi jadi.


Yang awalnya Raina meronta ronta ingin melepaskan diri, malah mulai terbuai dan membalas permainan Zion.


Zion merogoh kantongnya untuk menemukan kartu Afartemennya, tanpa melepaskan l^m^tan bibirnya dari sang lawan. Kunci dapat, pintu terbuka, keduanya saling membalas ciuman sambil bergerak menuju tempat tidur.


Brukk


Keduanya sudah terjatuh di atas ranjang. Awalnya hanya Zion yang mabuk namun sekarang Raina pun ikut mabuk dalam cinta dan belaian Zion.


Akal sehatnya sedang tidak pada tempatnya sekarang, saat ia menyadari perbuatannya saat ini, mungkin ia akan menyesalinya seumur hidupnya.


Raina yang masih memiliki kesadaran penuh, malah tidak berusaha menolak, ia malah meladeninya dan ikut menikmati permainan pria mabuk itu.


Zion mungkin sedang di pengaruhi alkohol dan tidak sadar dengan tindakannya. Lalu apa alasan Riana melakukan hal itu? Apa dia memiliki prasaan pada Zion. Karena mustahil bagi seseorang rela memeluk pria yang tidak ia sukai.

__ADS_1


Saat ini keduanya sudah tertidur lelap.


__ADS_2