
2 bulan telah berlalu, keadaan pun sudah terasa tentram.
Sebelum Cyka dan Risky berangkat kerja Zion datang bersama Rehan seperti biasa.
" Putri mami akan bermaim dengan Rehan lagi hari ini ". Ucap Cyka seraya mencium pipi putrinya itu. Richa langsung memeluk anak laki-laki itu dengan antusias.
Ummuahh...
" Hooo....", Cyka, Risky dan Zion terkejut dengan tindakan estrin kedua anak mereka itu.
" Wuaah... mereka terlihat sangat menggemaskan ", Ucap Risky seraya merangkul Cyka.
" Lo bener bro, untuk pertama kalinya gue liat Rehan sebahagia ini ".
" Jangan khawatir mas, bawa saja dia setiap hari ke sini, agar mereka bisa selalu bermain seperti itu ". Zion mengangguk.
Tok tok
" Permisi Aden, non !". Bi Ita membawa cemilan untuk si kecil.
" Masuk bi ", Ujar Cyka mempersilahkan bi Ita untuk masuk.
" Ini cemilannya nona muda dan den Rehan ", Bi Ita meletakkan cemilannya di depan kedua anak itu, yang langsung di sambar oleh keduanya.
" Bi kita titip anak-anak ya ", Ucap Risky sopan.
" Iya Aden ". Ketiga orang tua itu pun pergi meninggalkan anak-anak mereka dengan senyum lebar.
********
" Apa kau bercanda ! aku hanya ingin bertemu dengan anakku, beraninya kau melarangku hah !". Bentar Riana pada bi Ita.
" Maaf non, anak-anak sedang tidur ". Larang bi Ita, yang merasa khawatir kalau-kalau dia bermaksud buruk pada Richa.
" Kalau begitu aku bisa melihatnya saat tidur", Riana memberikan isyarat pada Mia untuk memegangi bi Ita.
" Jangan non, jangan sakiti anak-anak ", Ronta bi Ita yang berusaha melepaskan diri dari cengraman Mia.
" Diem lo, dasar pembokat reseh ", Celetuk Mia.
__ADS_1
Riana naik ke lantai dua menuju kamar anak-anak tersebut. Tak lama kemudian dia pun turun dengan mengedong Richa dan menarik lengan Rehan menuruni anak tangga.
" Jangan non, lepaskan anak-anak bibi mohon", Richa menangis dan meronta-ronta minta di gendong sama bi Ita, " Non lepaskan non Richa dan den Rehan ".
" Brisik lo nenek tua, lo denger ya baik-baik, kasih tau majikan lo yang murahan itu, kalau mau anaknya kembali, cobalah untuk mengambilnya kembali dariku ", Ucapnya dengan senyumam sinis.
Riana langsung membawa anak-anak itu masuk ke dalam mobil, sedangkan Mia datang belakangan karena dia harus menahan bi Ita lebih lama.
" Ayo jalan", Ajak Mia terburu-buru.
Bi Ita berusaha menghentikanya namun mobil itu sudah melaju dengan cepat.
********
Drrrrrrr drrrrrr
Cyka masih berada di ruang rapat sehingga membuatnya agak lama menerima panggilan tersebut.
" Permisi pak, saya harus keluara sebentar ", Pamit Cyka pada Fakhri, di jawab dengan anggukan pelan oleh sang bos.
" Halo....".
" Ada apa bi, apa yang terjadi ?".
" Non Richa dan den Rehan non !".
" Ada apa dengan anak-anak bi ?". Cyka pun mulai panik begitu mendengar nama putrinya di sebut.
" Non Raina membawa anak-anak non....", Bi Ita terdengar menangis sesegukan.
BUKK !
Cyka terduduk ke lantai, Fakhri yang mendengar hal tersebut pun langsung keluar dari ruang rapat.
" Apa yang terjadi ?", Fakhri langsung membantu Cyka berdiri, " Ada apa ? Huh ! ". Cyka mulai gemetaran, tatapannya kosong.
" Cyka....", Bentakan Fakhri menyadarkannya.
" Pak... pak... putriku, putriku.... hikk hikk",
__ADS_1
" Apa yang terjadi ? Richa kenapa ! Sadarlah Cyka, dan bicara padaku, apa yang terjadi ?".
" Mereka membawanya, Richa. Richaku di culik olehnya ", Fakhri menatap tajam wajahnya.
" Dia, siapa dia, apa wanita itu lagi ?", Fakhri langsung merogoh sakunya dan mengeluarkan telepon genggamnya, dia mrnekan tombol panggilan tertuju pada Risky.
Cyka melangkah dengan jalan yang sempoyongan keluar di ikuti oleh Fakhri. Fakhri juga menghubungi polisi, untuk membantu mereka menemukan keberadaan Richa.
Di parkiran.
Sebelum Cyka masuk ke dalam mobil tiba-tiba HPnya berdering.
" Halo...!". Ucap Cyka ragu-ragu.
" Halo kakak ipar ", Ucap si penelpon, ini adalah suaranya, batin Cyka.
Cyka menelan air ludahnya dan memejamkan matanya.
" Riana !", Fakhri terkejut mendengar nama yang tidak ia kenal di sebut, Fakhri mendekatinya, " Dimana putriku, apa yang kau lakukan padanya ?",
" Em.... untuk saat ini dia masih hidup sih ". Ucap Riana dengan entengnya.
" Riana, kembalikan putriku padaku, jangan sakiti dia ku mohon ",
" Hoo... ternyata kau bisa juga ya memohon padaku !",
" Riana.... jangan bermain-main dengan nyawa anak-anak, kau juga seorang ibu kan, kau pasti mencintai anakmu kan ",
" Hahaha....", Tawa wanita itu menggelegar.
" Dia tidak sendiri ", Batin Cyka.
" Jangan sama kan diriku denganmu, aku tidak perduli dengan anakku ",
" Kalau begitu, apa yang kau inginkan dariku ?",
" Gadis pintar, datanglah dan selamatkan nyawa putrimu, jika kau tidak bisa menemukannya dalam waktu 30 menit, Dorr.... Putrimu akan menjadi arang ".
Deg.
__ADS_1
Seketika tubuhnya menjadi lemas tak berdaya, saat ia hampir terjatuh Fakhri menahannya.