Ku Hanya Ingin Dicintai

Ku Hanya Ingin Dicintai
Waktu.


__ADS_3

Cyka sedang membantu Riaky mencuci rambutnya di kamar mandi rumah sakit.


" Ahh..". Jeritnya pelan, " Airnya terlalu panas Sayang ". Risky coba menggoda Cyka karena sejak tadi ia terus saja cemberut.


" Cyka..".


" Diamlah, aku tidak ingin bercanda denganmu".


Risky menyadari istrinya itu belum bisa sepenuhnya memaafkannya, kesalahannya memang sangat patal dan sulit untuk di maafkan.


" Apa yang harus ku lakukan ?". Cyka menghentikan kegiatannya yang sedang menmakaikan sampho di rambutnya, " Agar kau bisa memaafkanku dan kembali lagi padaku Sayang". Setelah cukup lama tediam Cyka mulai mengucek-ucek rambut Risky, namun Cyka hanya tardiam.


" Saat aku tau kau mengalami kecelakaan aku hampir saja kehilangan akal sehatku".


Deg.


Cyka terkejut Risky bisa mengetahui hal itu.


" Aku mencarimu di setiap rumah sakit namum tidak bisa menemukanmu di mana pun, itu membuatku sangat prustasi, aku hampir putus asa, karena tidak bisa menemukanmu". Cyka merasa dadanya mulai sesak.


" Saat semua orang mengatakan kau sudah tiada namun aku tetap percaya kau masih hidup dan baik-baik saja di suatu tempat".


" Bagai mana kau bisa tau hal itu ?".


Risky berbalik dan menatap Cyka yang sudah berlinangan air mata.


" Karena aku selalu mencarimu". Risky menarik napasnya dalam-dalam, " Tidak sedetik pun aku pernah melupakan dirimu, aku terus berusaha mencarimu, tapi.. membutuhkan waktu bertahun-tahun hingga akhirnya aku bisa melihatmu lagi".


Risky menghapus air matanya yang terus mengalir.


" Aku mengatakan ini, bukan karena ingin membuatmu memaafkanku, namun itulah yang terjadi sayang, percaya lah padaku, yang kau lihat di gambar itu benar-benar bukan yang seperti kelihatannya, aku benar-benar tidak menyentuknya sedikit pun, aku bersumpah demi putri kita, hanya dirimu satu-satu yang ku sentuh karena kau adalah istriku".


" Tapi aku..".


" Jangan khawatir, aku tidak akan memaksamu untuk langsung memaafkanku, karena aku memang pantas di hukum atas kesalahanku, tapi sayang tolong beri aku kesempatan untuk menebus segala kesalahan ku yang tidak menepati janjiku, aku pernah berjanji akan selalu membuatmu bahagia, tapi nyatanya akulah yang paling banyak membuatmu menderita".


Cyka memejamkan matanya lalu menghela napasnya berkali-kali.

__ADS_1


" Aku butuh waktu, ini terlalu sulit untukku jadi.. biarkan aku mencernanya lebih dulu".


" Baiklah, aku mengerti". Risky dengan lembut menarik Cyka ke dalam pelukannya, " Syukurlah, kau baik-baik saja sayang, terima kasih karena kau masih tetap bertahan hidup bersama putri kita".


********


Fakhri sudah menunggu Cyka bersama Richa di luar ruangan, hari ini Richa sudah di perbolehkan pulang. Walau Risky sudah memintanya untuk kembali bersamanya, Cyka masih meminta waktu untuk memikirkan segalanya.


" Sudah siap sayang?". Tanya Fakhri.


" Hmm". Jawab Richa dengan menggemaskan.


" Maaf pak, nuggunya agak lama".


" Tidak masalah, ayo kita pulang". Ajak Fakhri dengan mengambil tas bawaan Cyka.


Karena Cyka sedang menggendong putrinya Fakhri berusaha membantunya agar tidak kerepotan.


Sampai depan rumah sakit Fakhri sedang mengambil mobilnya tiba-tiba mobil yang ia kenal berhenti di hadapannya. Itu adalah mobil milik Risky, tak lama ia pun langsung keluar dari mobil lalu mendekati Cyka dan putrinya.


" Wuaah, anak papi terlihat sangat cantik pagi ini, sepertinya tuan putriku sudah sembuh sekarang ". Risky terkejut tiba-tiba Richa menciumnya begitu pun dengan Cyka.


Tin tin.


Fakhri membunyikan klekson mobilnya. Cyka ingin mengambil Richa namun dengan erat ia memeluk leher ayahnya.


" Ayo sayang, kita harus segera pulang, paman Fakhri sudah menunggu nak". ajaknya namun tetap tak di geming oleh sang putri.


" Tidak bisakah aku mengantar kalian pulang!". Tanya Risky, namun Cyka merasa sedikit gelisah dan tidak enak karena Fakhri sudah menunggunya sejak tadi.


" Kembali lah dengannya, jika itu yang di inginkan putrimu " Ucap Fakhri yang tiba-tiba sudah berada di dekatnya.


" Tapi pak..".


" Tidak masalah". Fakhri melihat jam yang melingkar di lengannya, " Lagi pula sepertinya aku harus langsung ke kantor sekarang, jadi pergilah bersamanya".


" Baiklah, maaf pak dan juga terima kasih banyak untuk hari ini".

__ADS_1


" Hmm".


Dengan hati yang berat terpaksa Cyka menaiki mobil Risky, Richa terlihat sangat senang.


" Ma..mi.. icu.. es rim". Cyka melihat ke seberang jalan ada sebuah grobak es krim.


" Anak mami mau es krim?".


" Ahmm". Jawabnya antusias sambil menepuk-nepuk telapak tangannya, dengan sangat menggemaskan.


" Apa dokter bilang tidak masalah jika dia memakan itu ?". Tanya Risky.


" Hmm, dokter bilang tidak ada larangan untuk makanan manis dan dingin ".


Setelah mendengar ucapan Cyka ia langsung menepikan mobilnya. Lalu membeli es krim tersebut.


Richa terlihat sangat senang ia bahkan memakannya dengan lahapnya.


" Hati-hati sayang, kau bisa tersedak".


Melihat putrinya makan seperti itu sampai belepotan tak henti-hentinya Risky tertawa.


Ia mengambil tisu lalu membersihkannya.


" Kau menyukai es krimnya sayang ?".


" Ahhmm..".


" Kalau begitu papi akan membelikan yang lebih besar nantinya untukmu, Aww.. kenapa mencubitku sayang ".


" Jika kau memberinya es krim lebih banyak dia bisa kena diebetes dan juga giginya bisa sakit di gerogoti kuman".


" Em.. benarkah ?".


" Hmm".


" Ok". Risky hanya bisa pasrah di omeli oleh Cyka.

__ADS_1


__ADS_2