Ku Hanya Ingin Dicintai

Ku Hanya Ingin Dicintai
Canda tawa.


__ADS_3

Rasa beralah menyelimuti hatinya, Risky merasa teriris menyaksikan hal menegrikan yang di lakukan ibu dan adiknya pada Cyka, dia tidak pernah menyangka mereka bisa bertindak sampai sejauh itu.


Deg.


Jantungnya berdetak saat melihat Cyka di jambak oleh Riana, hatinya mulai panas dan emosinya pun memuncak, sehingga tamparan pun ia layangkan ke wajah adik satu-satunya itu.


Dia memeluk tubuh mungil istrinya itu dengan erat, terasa sedikit bergetar, dari sorot matanya Risky melihat rasa takut, walau mulut berkata baik-baik saja dan bibir dapat tersenyum, namun matanya tak mampu menyembunyikan perasaan sesungguhnya yang coba ia simpan jauh di dalam lubuk hatinya.


" Maaf sayang, ini semua terjadi karena kesalahanku ", ucapnya seraya mengecup kening istrinya itu. Cyka hanya mengeleng dengan menunjukkan senyum palsu di wajahnya.


Deg.


Jantung Cyka berdetak, " Mas... !".


" Ada apa ?", Sontak Risky terkejut.


" Richa mas....", dengan bergegas Cyka berlalu menuju kamar putrinya dan di ikuti oleh Risky.


" Sayang !",


BRAK !


Pintu di buka dengan kasar olehnya.


" Non Cyka, den Risky ", Seru bi Ita terkejut.


Cyka memegang lututnya yang terasa sangat lemas, napasnya tak beraturan, air mata menetes karena merasa lega melihat putri kecilnya baik-baik saja dan tertidur pulas di atas kasurnya.


Dia mendekatinya dan duduk di samping tempat tidur seraya membelai wajahnya, air mata yang menetes tanpa permisi di usap lembut oleh sang suami.


" Putri kita baik-baik aja sayang", ucap risky dengan suara rendah.

__ADS_1


" Maaf aden, non, bibi".


" Jangan minta maaf bi, kita yang seharusnya bilang makasih sama bibi, karena udah jagain anak kita dengan baik ", ucap Risky seraya menggenggam salah satu tangannya.


" Sama-sama Aden, kalau gitu bibi tinggal ke bawah", pamit bi Ita sopan.


" Mas.... !".


" Hmm, ada apa sayang ?".


Risky merangkulnya dari belakang.


" Aku benar-benar takut, aku takut ada yang menyakiti putri kita".


" Jangan takut sayang, mas tidak akan biarkan apa pun terjadi pada kalian berdua, mas akan melindungi kalian dengan cara apa pun ", Risky memutar tubuh Cyka menghadap padanya.


Di tatapnya lekat wajah istrinya itu, kemudian ia dekatkan wajahnya ke wajah Cyka. Semakin lama semakin dekat , dan akhirnya sebuah ciuman lembut mendarat di bibir Cyka.


Di usapnya bibir Cyka yang merah merekah itu dengan lembut, ia tatap bola mata Cyka dengan teduh, Risky coba tersenyum walau ada sedikit ke gundahan dalam hatinya dan rasa bersalah yang begitu memdalam pada wanita yang amat ia cintai itu.


Risky memeluk Cyka dan memcoba mengankat tubuhnya untuk membawanya ke kamar mereka.


" Mami.... ". Sontak keduanya menoleh dan melihat putrinya sedang mengucek-ucek matanya.


" Oh, anak mami sudah bagun ". Cyka mengankatnya ke atas pangkuannya dan mengusap wajah mungilnya.


" Putri papi, sangat manis dan menggemaskan ", ucap Risky seraya membelai rambut putri tercintanya itu.


" Apa putri mami lapar ! ", Richa mengangguk pelan, " Em apa ini saat nya putri mami makan cemilannya !", lanjutnya sambil mengelitik pelan perut putrinya itu.


Mereka pun saling bercanda dan tertawa bersama, begitu pun Risky juga ikut serta di dalamnya.

__ADS_1


Tawa ceria gadis kecil itu membuat masalah seakan tak pernah terjadi.


" Hoo, bagai mana kalau kita serang mamimu lagi sayang !", Ucap Risky yang mulai mengelitiki Cyka.


" Mas... geli, hentikan, ayo sayang aku menyerah", mohon Cyka yang mulai lelah dengan permainan suami dan putrinya itu.


" Hmm...", Risky menatap putrinya dengan senyuman mencurigakan, " Bagai mana kalau kita minta bunda memberi kita imbalan agar kita melepaskannya sayang".


" Apa ? kalian mau apa dariku ?".


" Bagaimana... kalau sebuah ciumana ", Risky mengedipkan sebelah matanya.


" Huh !!, bukankah itu hanya kemauan papi saja sayang ", ucap Cyka pada sang putri.


" Em... Richa juga menginginkannya kan sayang ?", dengan mengemaskan gadis kecil itu mengangguk-angguk antusias, seakan ia mengerti apa yang sedang terjadi.


" Ok, kalau begitu satu ciuman untuk putri cantik mami, emmmuah ", Richa pun membalas ciuman maminya dengan imutnya, " Dan giliran papi ", Risky sudah menyodorkan bibirnya kedepan.


Cup.


" Huh ! cuma begitu saja ", Rengeknya karena Cyka cuma mengecup bibirnya.


" Aahh....", Risky menarik tenguknya dan mulai mel^mat habis bibirnya, tanpa memperdulikan putrinya yang sedang menyaksikan permainan panas mereka, " Mas...", Cyka mendorongnya menjauh, " Putrimu sedang memperhatikan sayang ", Risky melirik Richa, putrinya itu terlihat cemberut.


" Ohhh.... putri papi, maaf sayang papi selalu lupa dengan segalanya jika sudah menyangkut mami, soalnya mami itu sangat seksi dan mengoda ",


" Aww... kok di pukul sih sayang ?",


" Jangan ajari putrimu yang tidak-tidak ", celetuknya.


Kebahagiaan mereka terasa begitu lengkap, sudah ada canda tawa di rumah itu lagi.

__ADS_1


__ADS_2