Ku Hanya Ingin Dicintai

Ku Hanya Ingin Dicintai
Luka


__ADS_3

Selamat membaca, jangan lupa vote, like+komennya ya semuanya. Salam kasih dari Author yang imut imut kayak marmut. 😅😅😅


❄❄❄❄❄ Kebanyakan orang akan mencari beribu alasan untuk jatuh cinta. Tapi bagiku tidak ada alasan yang bisa kita gunakan untuk jatuh cinta melainkan karena perasan itu sendiri. ❄❄❄❄❄


🎈🎈🎈🎈🎈


Karena tidak ingin membuat Cyka semakin menjauh darinya, akhirnya Risky memilih untuk bersabar, dan mencari cara lain untuk bisa mendekati wanita yang di cintainya itu.


" Baiklah, aku mengerti." ujar Risky sambil melayangkan senyuman.


Cyka tidak terlalu paham, apa benar Risky mengerti, atau hanya pura pura mengerti, tapi baginya itu tidaklah penting. Selesai makan Cyka dan Risky berjalan keluar dari dalam restoran tersebut. Saat Cyka sudah berada di samping mobil Risky dan hendak masuk setelah Risky membukakan pintu mobil untuknya tiba tiba mata Cyka menangkap sosok yang sangat dikenalnya, jantungnya berdetak sangat kencang.


DHEG!? DHEG!?


Di iringi detak jantung tak beraturan, kakinya mulai terasa sangat lemas hingga membuatnya tak mampu berdiri lagi. Orang yang sangat tidak ingin di lihatnya bahkan hingga dia mati, seseorang yang sangat di bencinya selama ini, yang menghancurkan hidupnya, dan yang membuat nya harus mengalami mimpi buruk setiap malam. Pria itu terlihat sedang tertawa bahagia dengan seoarang wanita yang sedang di rangkulnya, seketika air matanya mengalir tak terbendung lagi.


Napas nya sudah mulai tak beraturan bayangan bayangan mengerikan mulai memenuhi pikirannya, kata kata yang menyakit kan, tatapan yang mengerikan kembali dalam ingatannya, dengan tubuh yang sudah gemetar akhirnya Cyka terduduk ketanah, Risky yang melihat nya langsung berlari menghampirinya.


Risky benar benar tidak mengerti apa yang terjadi, dia melihat Cyka yang menangis tanpa suara. Risky memegang pundak nya dan tangan Cyka.


"Cyka ada apa? Lihat aku, ada apa denganmu?" tanya Risky panik

__ADS_1


" Cyka! Cykaaa...?" pangil nya tanpa ada jawaban, Cyka menggenggam salah satu tangan Risky dengan sangat erat.


melihat itu Risky jadi sangat geram dia memegang pundak Cyka dengan kedua tangannya dan menggoyangkan tubuhnya sambil berkata dengan sedikit berteriak.


" Cykaa... Liahat aku...Lihat aku Cyka." Namun tatapan Cyka sangat kosong. " Aku disini. Aku di sini, jadi tenanglah jangan takut." Risky langsung menarik Cyka kedalam pelukannya.


" Semua akan baik baik aja, semua akan baik baik aja, jadi jagan takut, tenanglah." Mendengar itu akhirnya suara Cyka pun pecah, dia menangis sekencang kencang nya. Seakan sudah terbendung lama akhirnya tertumpah semua tanpa bisa di bendung lagi, Cyka menangis di pelukan Risky sampai ia pingsan, mungkin karena sebelumnya dia menahan emosinya.


Risky mengangkat nya dan meletakkannya ke dalam mobil, dan langsung membawa Cyka pulang kerumahnya.


Risky menidurkan Cyka di tempat tidurnya, dia mengambil air hangat dan handuk kecil, Risky membersihkan wajah dan tangan Cyka, dia duduk di samping Cyka, sambil menatap wajah Cyka yang terlihat seperti sedang menangis. Dia membelai wajah mungil wanita itu.


Tok tok tok.


Suara seseorang mengetuk pintu, pintu langsung di buka dan yang datang adalah Zion.


" Kali ini apa lagi? Kenapa setiap bersamamu dia selalu dalam keadaan seperti ini?" tanya Zion sedikit panik.


" Ayo ikut aku, kita keluar dan bicara di luar." Ajak Risky. Mereka pun keluar meninggalkan Cyka. Mereka turun ke bawak dan berjalan ke ruang tamu.


" Aku rasa pasti ada yg memicu emosinya yang membuatnya sampai sehisteris itu." ucap Risky

__ADS_1


" Maksud kamu?" Tanya Zion.


" Saat kita masih di dalam kafe, semuanya masih baik baik aja, namun saat di parkiran sebelum dia masuk ke dalam mobil dia terdiam cukup lama, aku tidak terlalu memperhatikan saat aku melihat nya dia sudah terjatuh."


" Apa menurut kamu, dia melihat seseorang yang dia kenal, yang paling menyakitinya, yang bisa membuatnya sampai seperti itu? Apa mungkin orang tua nya?" Tanya Zion.


" Aku rasa bukan, karena aku tidsk melihat ada seseorang yang sudah tua disana, yang datang ke kafe cuma orang orang paruh baya saja." Jelas Risky.


" Kalau begitu apa mungik?" Ucap keduanya bersamaan, mereka memiliki pikiran yang sama.


.


.


.


.


❄❄❄❄❄ Terkadang luka memberi bayangan kelam yang sangat sulit terlupakan. ❄❄❄❄❄


Terimakasih, jangan lupa vote, like & komennya.

__ADS_1


__ADS_2