
Pagi ini Cyka kembali bekerja, dia meninggalkan putrinya dengan bibi pengurus rumah.
Kali ini Richa sedikit rewel tidak ingin di tinggal, dengan susah payah Cyka memberi iming-iming namun tak di hiraukannya.
" Pa..pi..". Malah menyerukan hal tersebut dengan manjanya.
Cyka mendesah, " Sayang.. kalau ada waktu kita akan bertemu dengan papi, jadi anak mami harus jadi anak baik ok sayang".
*******
Di dalam mobil.
" Apa terjadi sesuatu ?". Tanya Fakhri tiba-tiba yang menyadari saat ini Cyka sedang sedikit murung, " Apa kau sedang merasa bimbang".
" Maksuda bapak ?".
" Lupakan saja kalau kau tidak mengerti". Cyka tersenyum tipis.
' Cihh.. ngambek ni anak kecil'.
" Saya cuma merasa bingung saja saat ini".
' Tadi sok-sok nggak paham, akhirnya ngomong juga ni ibuk-ibuk'.
" Alasannya ?". tanya Fakhri yang langsung nyambung.
" Apa aku harus memaafkannya dan kembali padanya, atau tetap menjalanj hidupku seperti ini bersama putriku".
" Aku menyukaimu ".
" Hah..". Nggak nyambung banget sih.
Fakhri menatapnya cukup lama melihat reaksi terkejut Cyka.
" Kenapa reaksimu seperti itu".
' Yang **** di sini aku apa dia sih ? Udah bilang suka seenaknya sekarang dia malah nanyak tentang reaksi ku'.
" Bapak yakin dengan pertanyaan bapak ?".
" Tentu saja".
" Bukan yang itu".
__ADS_1
" Lalu ?". Cyka mendesah, " Reaksi mu berlebihan Cyka".
" Bukankah itu wajar ".
" Kau terlihat lucu, apa ini pertama kalinya kau mendengar seseorang bilang menyukaimu".
Cyka terlihat sedang memikirkan pertanyaan Fakhri.
" Jangan tertawa, apa situasi ini terlihat lucu buat bapak ".
" Hmm", jawabnya seadanya, " Jadi, apa kau akan memberiku kesempatan ?". Lagi-lagi Cyka jadi tertegun bingung.
" Aku tidak bisa melakukannya".
" Alasannya ?".
" Aku belum siap untuk memulai hubungan apa pun saat ini".
" Benarkah ? bukan karena di hatimu masih ada namanya ".
' Kedua orang ini benar-benar seorang ayah dan anak, bahkan punya pemikiran yang sama'.
" Soal itu, aku juga tidak terlalu yakin".
" Baiklah, namun aku akan menuggu sampai kau benar-benar yakin".
********
Drrrrr drrrrrr
Cyka tidak mengenal no yang menghubunginya. Namun tidak ada salahnya untuk ia terima ia berpikir mungkin saja hal penting.
" Hallo..".
" Hallo, Cyka".
" Siapa ini ? kenapa kau bisa tau namaku".
" Jika kau ingin tau siapa diriku, datanglah ke alamat XX, kau harus datang jika tidak ingin terjadi sesuatu pada putrimu". Ancaman wanita itu membuatnya sangat kesal karena dia berani menyebut tentang putri tercintanya.
" Kau..".
Tut tut tut.
__ADS_1
Panggilan terputus. Karena hal itu sudah menyangkut nama putrinya Cyka tidak pikir panjang langsung bergegas pergi keluar.
" Ahh..". Jeritnya saat ia tiba-tiba menabrak Fakhri di depan ruang kerjanya.
" Ada apa denganmu, kenapa terburu-buru begitu ?". Tanya Fakhri bingung melihat wajah panik Cyka.
" Maaf pak, saya tidak sengaja".
" Bukan itu yang ingin ku dengar ? aku tanya kenapa terburu-buru dan kau ingin kemana?".
Namun Cyka terlihat gelagaban.
" Oh, itu, Saya perlu keluar sebentar, maaf pak saya akan memberitahumu setelah saya kembali ".
" Baiklah".
Cyka sudah berlalu pergi dengan cepat. Fakhri yang merasa ada yang tidak beres langsung menghubungi supir pribadinya dan memintanya untuk mengikuti Cyka.
Cyka naik taksi menuju alamat yang di beritahukan si penelpon sebelumnya. Akhirnya dia tiba di depan sebuah bar, perasaannya sangat tidak nyaman.
' Apa wanita ini sudah tidak waras, kenapa dia ingin bertemu di tempat seperti ini ?'.
Dengan terpaksa ia harus mesuk kedalam bar tersebut, terlihat dua orang pria bertubuh besar berdiri di depan pintu bar, ada rasa takut yang menyelimuti hatinya.
Cyka menutup matanya sejenak seraya berdoa semoga tidak terjadi hal buruk padanya setelah ini.
Cyka masuk, terdengar suara riuh di dalam bar seraya ia menuruni anak tangga, matanya terkejut melihat suasana di dalam ruangan itu.
' Ya Tuhan.. ada apa dengan orang-orang ini ?'.
Cyka terkejut melihat cara berpakaian wanita-wanita yang datang ke sana, pakaian yang layak di jadikan sebagai bra atau celana dalam namun wanita-wanita itu menggunakannya sebagai pakain.
Matanya melirik ke seluruh penjuru ruangan, ia bingung bagai mana caranya dia bisa menemukan wanita yang menelponnya itu di tengah-tengah keramaian itu.
Bau minuman keras yang begitu menyengat,
" Ahh..". jeritnya saat seorang pria menyentuh pinggangnya.
Terlihat beberapa pria dan wanita tertawa di sudut ruangan melihat Cyka yang begitu ketakutan, Cyka mengenali salah satu dari wanita itu, dia adalah Mia, Cyka mulai mengerti kalau ini semua adalah ulahnya.
Cyka melangkah mendekati kerumunan orang-orang itu, dengan amarah ia menegakkan tubuhnya.
" Apa ini adalah ulahmu ?". Mia dan teman-teman tidak jelasnya itu malah tertawa seperti orang gila.
__ADS_1
" Ada apa ? kenapa kau terlihat kesal, bukankah kau bilang kau bukan wanita yang lemah, tapi saat ini di mataku kau itu terlihat seperti seekor semut". tawa semua orang semakin menjadi-jadi, " Kau seperti semut yang ketakutan akibat terjebak di rumah singa".
Cyka merasa sangat ketakutan, pikirannya mulai liar dengan pikiran-pikiran buruk, namun ia mencoba untuk tetap tenang agar tak terlihat lemah di depan wanita itu.