
Tes tes tes.
Air mata Cyka menetes ke atas amplop yang sedang di pegangnya.
" Bagaimana , Kau menyukai kado yang ku berikan ?. " kata Raina dengan senyum puas, karena sudah berhasil membuat wanita yang baru saja menjadi kaka iparnya itu menagis.
" Seharusnya, wanita sepertimu, lebih banyak bercermin, apa kau pikir kaka ku benar-benar jatuh cinta padamu, kau percaya itu ? Wuah,,, sepertinya kau benar-benar tidak memahami isi dunia ini. " celetuk Raina ingin menghancurkan hati Kaka iparnya itu sampai berkeping-keping sehingga dapat segera meniggalkan Risky.
" Wanita itu adalah istri kaka ku, dan kau hanyalah wanita simpananya. Jadi jika kau setidaknya punya sedikit kesadaran diri pergilah dari hidup kakaku. Apa kau mengerti. "
Wanita itu terus saja bicara, membuat kepala Cyka jadi terasa sangat pusing. Ia berbalik lalu berjalan menuju arah pintu keluar, langakahnya sempoyongan, pandangannya kabur di karenakan air mata yang menggenang seperti air laut.
Cyka terjatuh berkali-kali dan tetap berusaha bangkit. Ia hanya terus melangkahkan kakinya tak tentu arah. Hingga akhirnya langkahnya terhenti di depan ruangan suaminya.
Ia terisak dan berteriak, lalu terduduk di depan pintu ruangan Risky. Risky yang mendengar teriakannya bergegas keluar.
Ia terkejut melihat istrinya yang sedang menangis meremas dadanya.
" Cyka, kamu kenapa ? apa yang terjadi ? kenapa kamu menangis? Apa yang terjadi, Cyka lihat aku." Risky mengangkat wajah Cyka, perlahan ia membuka matanya.
" Kenapa, Mas !" Kata Cyka dengan suara serak akibat isak tangisnya.
__ADS_1
" Kenapa, kamu..." ia tak sanggup melanjutkannya lagi.
Risky menariknya kedalam pelukannya, namun tangisan Cyka semakin menjadi, ia meronta-ronta berusaha melepaskan diri dari dekapan suaminya.
Saat Risky ingin berusaha mengangkatnya, Cyka malah menepis langan suaminya. Lalu ia bangkit dan melempakan amplop yg sejak tadi ada di tangannya ke wajah Risky.
Sehingga isi di dalamnya berhamburan keluar. Mata Risky sama terkejutnya seperti Cyka sebelumnya saat melihat isi amplop tersebut.
Gambarnya bersama Mia tanpa mengenakan apa pun, dan gambar yang dapat membuat semua orang jadi berpikir kalau keduanya sedang bercinta.
Saat ia ingin bicara dan menjelaskan segalanya, Cyka sudah berlari meninggalkan Risky tanpa berkata apa-apa. Risky mengacak-acak rambutnya. Ia sangat yakin kalau Cyka sangat marah padanya saat ini.
" Lo mau kemana ? " Tanya Zian
" Dan ini, ini, apa maksudnya ini kiy. ? " kata Ziaon terbata-bata ketika ia melihat gambar yang berserakan di lantai.
" Nanti, gue jelasin sama lo, sekarang ada hal yang lebih penting." ucapnya yang langsung berlari meninggalkan Zion yg masih kebingunga.
" Wuah, kali ini, apa lagi yang di lakukan pria bodoh ini ? " Gumamnya sambil memungut tumpukan sampah yang ada di lantai.
' Jika Cyka melihat ini, bukan kah akan sangat buruk, apa dia memang seberengsek ini, aku memang butuh penjelasan darinya, sebelum aku gila dengan hal ini ' batin Zion
__ADS_1
Risky sekuat tenaga mengejar Cyka namun tak menemukan jejaknya. Entah kemana dia berlari saat ini. Ia bahkan berusaha mencarinya di kamar mandi, tetap tidak menemukannya.
Prokk prokk prokk.
Zion berbalik dan melihat Raina sedang berdiri di belakangnya dengan senyuman kemenangan.
" Gue ngerti sekarang, jadi ini adalah ulahmu ?" Kata Zion.
Raina malah tertawa sambil mengangkat kedua bahunya.
" Kenapa kau melakukannya ! apa kau tau akibat dari perbuatanmu ini ?" bentak Zion pada Raina.
Raina itu sudah seperti adik kandung bagi Zion, jadi dia memperlakukannya sama seperti perlakuannya pada Risky.
" Bukankah menurut Kak Zion ini menyenangkan ?" katanya antusias.
" Menyenangkan katamu, Raina, kau adalah seorang wanita, sama seperti Cyka istri Risky, apa kau tidak takut akan dinperlakukan sama seperti dirinya saat kau menikah nanti. " ujar Zion.
" Kak, coba lah berpikir jernih, bagai mana itu mungkin, apa kaka lupa siapa diriku, aku adalah salah satu penerus Aditama, dan satu hal lagi jangan pernah menyamakan diriku dengan wanita murahan itu. Apa kau mengerti. "
" Terserah lah, percuma saja bicara denganmu. " Zion sangat tidak menyukai sipat angkuh adik sahabatnya itu.
__ADS_1