
" Aku sudah tau siapa nama pria itu." Ujar Zion.
Zion memberitahu dan menjelaskan semuanya, dimana dia tinggal dan tentang keluarga pria yang sudah menghancurkan hidup cyka. Namanya Adrian, putra kedua dari salah satu rekan bisnis papanya risky, pria itu memiliki kebiasaan bermain wanita, yang hanya tau bersenang senang dan menghambur hamburkan uang ayahnya.
" Aku mau kamu beresin dia untukku." titah risky memberi perintah pada zion.
10 menit kemudian cyka pun tiba di depan ruangngan risky.
Tok tok tok
Risky mempersilahakn cyka untuk masuk,
" Aku keluar dulu kalau begitu." pamit zion.
Cyka menunduk pada zion, dan zion membalasnya dengan senyuman tipis.
" Ikutlah bersama ku." Ajak risky yang langsung menyambar tangan cyka,
" Kita mau kemana pak?"
" Nanti juga kamu bakal tau."
" Tapi ini kan masih jam kerja." ujar cyka menghentikan langkah risky.
" Kita juga pergi untuk bekerja." kata risky singkat sambil terus menarik cyka keluar dari ruangannya.
Di dalam lip cyka berusaha melepaskan tangannya dari genggaman risky, karena ada beberapa orang di dalam lip. Tapi risky malah semakin mengeratkan pegangannya, cyka hanya bisa menutup matanya.
" Kita mau kemana cih pak?" tanya cyka sedikit berbisik.
Cyka terus merasa penasaran kemana sebenarnya risky akan membawanya, risky tidak menghiraukan pertanyaan cyka, dia hanya pokus melajukan mobilnya. Hingga akhirnya mereka tiba di depan sebuah butik, risky langsung membawanya masuk ke dalam butik tersebut.
" Untuk apa kita disini?" tanya cyka bingung.
" Tentu saja memcari gaun untuk mu." Jawab Risky.
__ADS_1
"Apa? Gaun buat apa?"
" Kau harus ikut bersama ku ke suatu tempat malam ini." Uja risky.
" Tapi kemana?"
" Ada sebuah undangan pesta yang harus aku hadiri, dan aku mau kamu menemaniku kesana." jelas riksy.
" Tapi pak saya.."
" Jangan menolak ku cyka, kita benar benar harus menghadiri pesta itu bersama." tegas risky.
" Baik lah." Jawab cyka pasrah akhirnya setuju.
Risky meminta seorang karyawan yang bekerja di butik untuk membantu cyka memilihkan baju yang cocok untuk di pakai olehnya.
Cyka sudah mencoba beberapa gaun tapi menurut risky belum terlihat cocok untuk di pakainya hingga akhirnya dia keluar dengan gaun indah yang sangat selaras dengan kulitnya.
Membuat risky jadi terpana melihat kecantikan cyka. cyka merasa kurang nyaman karena baginya gaun yang di pakainya itu terlalu seksi dan mahal, dan dia tidak terbiasa menggunakan sebuah gaun seperti itu.
risky yang melihat cyka salah tingkah membuat risky semakin ingin mendekatinya, saat keduanya sudah sangat dekat, cyka menundukkan kepalanya karena merasa sangat malu karena risky berdiri sangat dekat dengannya.
" Kamu terlihat sangat cantik sayang." Bisik Risky, bibirnya menyentuh daun telinga Cyka.
Degg
Jantung cyka berdetak mendengar ucapan dari risky, dan langsung mengangat kepala nya menatap risky
" Apa ini tidak terlalu seksi?" Tanya Cyka gugup.
" Ini tirlihat sangat cocok di tubuhmu." Ujar risky.
Risky langsung meminta seorang pekerja butik untuk membungkusnya. Dan mereka langsung keluar dari butik, lalu langsung kembali ke kantor lagi. saat di dalam mobil risky mengatakan pada cyka.
__ADS_1
" Kamu percaya padaku kan?" Tanya risky.
" Maksud bapak?" tanya Cyka bingung.
" Cyka saat kita hanya berdua tidak bisa kah kamu berhenti memanggilku seperti itu?" ujar risky kesal.
" Lalu aku harus memanggil bapak apa?"
" Apa pun yang menurut mu nyaman untuk di sebutkan." Cyka sedikit berpikir dan terdiam sejenak.
" Eemm, aku tidak bisa menemukannya, aku tidak tau harus memanggil bapak dengan sebutan apa." Ucap cyka.
Risky menghembuskan napasnya kasar dan menutup matanya.
" Kau bisa memanggil namaku atau sebutan lain, seperti mas, sayang ataw apa pun." Saran risky.
" Apa? Aku tidak bisa melakukan nya." tolak Cyka tegas.
" Kau harus piilih salah satunya." Paksa risky.
Cyka terlihat cemberut, tapi risky tetap kekeh dengan keinginannya.
" Kalau begitu, mas saja." ucap cyka ragu ragu membuat risky tersenyum kecil.
" Tappi di tempat kerja aku akan tetap memanggil bapak seperti biasa." Tambah cyka.
" Baiklah." kata risky yang merasa puas akhirnya cyka bisa bersikap lebih santai dengannya.
" Apa lebih baik kita makan siang dulu!" tanya risky. " Lagi pula sebentar lagi juga sudah waktunya makan siang." Lanjut risky dan cyka menganggukkan kepalanya setuju dengan usulan risky.
.
.
.
__ADS_1
.
Terimakasih.🙏🙏🙏🙏