
Setelah menerima telpon dari bi Ita Cyka bergegas pulang kerumah, dia khawatir terjadi sesuatu pada putrinya.
" Terima kasih pak ", ucap Cyka seraya memberikan ongkos pada supir taksi, dengan berlari Cyka menuju rumah dan membuka pintu tanpa membunyikan bel terlebih dulu.
" Bibi, Richa... !", teriaknya begitu masuk ke dalam rumah.
Prok prok prok.
" Wuah.... lihat ini, wanita tidak tau malu, rendahan, dan tidak bermoral". Caci makian itu keluar dari mulut ibu Kamila selaku mamanya Risky.
" Mama lihat, wajah polosnya itu, pasti alat yang di gunakanya untuk menggoda kak Risky, dan laki-laki bodoh itu dengan mudahnya terjebak sama cewek rendahan ini ", Celetuk Riana menimpali ucapan mamanya.
Cyka memejamkan matanya, dan menarik napas dalam-dalam.
" Ibu, sudah lama datang ". Cyka ingin meraih tangan mertuanya itu dan menyalaminya.
PLAK !!
Cyka merasa perih di pipi kirinya, akibat tamparan yang di layangkan ibu Kamila padanya, Cyka menyentuh bagian yang terasa menyengat di wajahnya.
" Beraninya mulut kototmu itu menyebutku ibu ! haah, jauhkan tangan hina mu itu dariku ", Cyka menegakkan tubuhnya dan menatap tajam kr arah ibu Kamila dan Riana.
" Aku minta maaf kalau sudah menyinggung perasaan kalian ".
" Kami tidak butuh kata maaf darimu, yang kita mau sekarang, kemasi barang-barangmu dan enyahlah dari hadapanku sekarang juga ", Bentak ibu Kamila dengan kasar, " Dan satu hal lagi, bawa pergi anak haram mu itu bersamamu ".
Deg.
Anak haram, bagai mana bisa dia menyebut cucunya sendiri seperti itu.
" Maaf ibu, Richa itu bukan anak haram, dia adalah darah daging mas Risky, aku bisa bersumpah demi Tuhan soal itu ".
__ADS_1
" Haah, bersumpah kau bilang, aku tidak butuh itu, setelah kau meniggalkan suamimu bertahun-tahun dan tiba-tiba kembali membawa seorang anak hanya untuk menarik simpati putraku, kau masih menganggap dirimu orang sici, siapa yang tau pria mana yang sudah menidurimu sampai anak itu lahir dari rahim hinamu itu", Cyka mengeleng-geleng.
" Tolong jangan katakan itu ibu demi tuhan itu tidak benar".
" Tidak benar kau bilang, bukankah kau hanya menjadi istrinya selama satu minggu dan setelah itu apa yang kau lakukan tidak yang tau kan ?". tambah Riana.
Cyka merasa tidak ada gunanya menjelaskan apa pun pada mereka toh akan percuma karena rasa tidak suka mertua sekaligus adik iparnya itu akan menutupi kebenaran apa pun yang akan di katakanya.
" Sebelum aku menyeretmu keluar dari rumah ini, sebaiknya pergi sekarang juga dari sini ", Usir ibu Kamila dengan kasar.
" Maaf ibu ".
" Apa ?", Ucap keduanya bersamaan.
" Aku tidak bisa pergi dari rumah ini, aku juga tidak mungkin meniggalkan mas Risky lagi untuk kedua kalinya ". Wajah ibu Kamila dan Richa terlihat memarah dan geram.
" Ibu dan Raina percaya atau tidak, Richa itu adalah putriku dan mas Risky, aku bisa jamin itu jadi aku tidak akan pergi walau hanya seinci saja dari rumah ini dan dari sisi mas Risky ". Tegasnya penuh percaya diri.
" Aaaahh", Erangnya akibat Riana menjambak ranbutnya, Cyka menahan tangan Riana agar namun tak berhasil.
" Kau berani menolak perintah Mama dan aku, hah !". bentah Raina.
" Ahh... Riana tolong lepaskan !!". Cyka berusaha melepaskan diri namun tak berhasil.
" Riana.... !!". Bentak Risky yang tiba-tiba masuk dan melihat kebrutalan adiknya itu pada Cyka.
" Risky, nak kamu....", ucap ibu Kamila yang terkejut melihat putranya itu bisa ada di sana.
" Kakak !".
" Mas... ".
__ADS_1
" Jauhkan tanganmu darinya sekarang ", Amarahnya semakin memuncak.
" Kenapa kak, aku tidak akan melepaskannya, bahkan aku akan menyeretnya keluar dari sini ".
" Aaahh...", Tarikannya semakin terasa sakit.
PLAK!!
" Riana ...!". Teriak ibu Kamila seraya berlari mendelati putrinya yang baru saja di tampar oleh putranya.
" Apa yang kau lakukan ? bagai mana bisa kau memukul adikmu cuma karena wanita hina ini Kiy !?". Risky menarik Cyka dan memeluknya tanpa memperdulikan ucapan mamanya.
" Kau tidak pa pa sayang ?", Cyka mengangguk, Risky menghapus air matanya dan menyentuh bagian belakang kepala Cyka yang pasti terasa sakit akibat tarikan Riana tadi.
" Mas...", Cyka mencengram sisi pakaian suamainya itu.
" Kakak baru aja memukulku ?", Ucap Riana yang masih memegangi wajahnya.
" Aku bahkan bisa melakukan lebih parah lagi jika kau terus saja menyakitinya ", Ancam Risky dengan tegas.
" Apa kau bilang, kau baru saja mengancam adik Kiy !". Timpal ibu Kamila
" Mama tau aku bisa melakukan apa pun jika seseorang menggangu milikku, jika mama dan kamu tidak ingin melihatku semakin menggila maka sebaiknya kalian pergi dari sini sekarang juga ", Riana memancarkan sorot mata yang mengerikan pada Cyka.
" Kau akan menyesali perbuatan mu ini Kiy, mama janji itu padamu ", ucap mamanya seraya memapah Riana.
" Kau akan membalas rasa sakitku ini wanita hina ", timpal Riana mengancam Cyka.
Risky mendesah, dan mrregangkan pelukannya, dia menatap lekat sorot mata istrinya itu yang masih berlinangan air mata.
" Maaf sayang, ini semua terjadi karena kesalahanku ", ucapnya seraya mengecup kening istrinya itu.
__ADS_1