
Jam 2 malam.
Cklek !.
Karena terlelap tidur keduanya sampai tak menyadari ada yang masuk ke dalam kamar.
Seseorang tidur di samping Risky, saat ia berbalik dan memeluk orang itu, Risky merasa ada yang aneh.
' Hm.. kenapa Cyka pindah ke sisi ini'. Batinnya sambil meraba-raba wajah orang itu, saat ia mendekatkan wajahnya.
' Em.. kenapa istriku bau minuman!'. Perlahan dia membuka matanya, ' Apa ini ! apa aku sedang bermimpi, Aissss... kenapa aku harus melihat wajahnya dalam mimpiku, aku ingin melihat wajah istriku sialan '.
Risky berbalik lalu memeluk Cyka, Seketika matanya melebar dan mencoba menyadarkan pikirannya. Dia berbalik lagi dan melihat dengan jelas wajah Zion.
" Hei....!".
BUKK!.
" Awwhh.. " Zion terjatuh ke lantai karena tendangannya.
" Ada apa sih mas... teriak malam-malam gini!". Cyka bangun sambil mengucek-ucek matanya.
" Aiss.. ". Umpat Zion yang masih dalam keadaan mabuk.
" Lo... Zion....".
" Huh ?". Cyka menghidupkan lampu, " M...Mas Zion.. kok dia bisa ada disini !". tanya Cyka panik.
" Hah... Si kampret ini, andai bisa ku masukkan ke dalam karung dan ku buang ke laut, untuk santapan ikan hiu".
" Mas kok ngomong nya gitu sih, cepat bantu dia bangun dari sana". pinta Cyka.
" Hei bangun lo, kapan sih lo berhenti minum dan datang ke rumah gue". Celetuk Risky seraya menjitak kepalanya.
" Dia habis minum-minum?'.
" Hmm, Tolong ambilkan air putih sayang".
Dengan cepat Cyka mengambil air yang terletak di meja kecil di sudut tempat tidur.
" Ini mas...", Risky langsung memberikan air tersebut untuk Zion minum.
" Ahh... kepalaku ". Zion memijat kepalanya yang terasa pusing.
__ADS_1
" Sepertinya ini tidak akan berhasil, sebaiknya ku antar dia ke kamar tamu aja".
" Hmm".
Cyka bingung melihat perubahan dari Zion, orang yang sebelumnya sangat ceria dan baik sama seperti Risky, Zion juga bukan orang yang suka bermain-main dengan minuman.
Cklek!.
Risky kembali ke kamar.
" Apa mas Zion baik-baik saja ?". tanya Cyka sambil mengikuti Risky kembali naik ke kasur.
" Hah.... Aku rasa kali ini masalahnya tidak sesederhana itu".
" Hmm, apa terjadi sesuatu pada Riana".
Risky terkejut dengan pertanyaan Cyka.
" Kau tau tentang hubungan mereka !", Cyka mengangguk, " Bagai mana bisa !".
" Emm.. waktu mas di ruang oprasi sebelumnya, Riana dan Mia pernah datang". jelas Cyka.
" Apa ? lalu apa yang di lakukannya padamu ?".
" Dia melukaimu ! kenapa kau tidak pernah mengatakannya padaku ?".
" Karena tidak terjadi apa pun saat itu sayang, lagian ada mas Zion dan pak Fakhri bersamaku saat itu". jelas Cyka, namun Risky terlihat sangat murung.
" Mas... Aku baik-baik aja. Jadi katakan padaku apa yang terkadi sama mereka ?".
" Aku rasa Riana membuat masalah lagi, karena aku sudah memecatnya dari perusahaan".
" Apa ? tapi kenapa Sayang ?".
" Aku hanya ingin memberinya pelajaran, dan membuatnya tetap dirumah agar dapat lebih dekat dengan putranya".
" Putra ! apa mereka sudah punya seorang anak ?".
" Hmm, dan usianya hampir sama dengan Richa ".
" Apa ? benarkah ? bagai mana bisa, apa mereka memang sudah lama berhubungan ". Risky menggeleng.
" Rehan lahir akibat kesalahan yang mereka buat".
__ADS_1
" Hmm?".
Risky menceritakan kejadian sebebarnya, Cyka sampai tercengang tak percaya.
" Takdir itu memang aneh ya, tidak ada yang menyangka hal seperti itu bisa terjadi".
" Tapi aku rasa takdir keduanya akan segera berakhir". timpal Risky.
" Kenapa ?".
" Raina selalu ingin berpisah dengannya".
" Walau pun mereka sudah punya seorang anak, dan mereka bersama sudah cukup lama kan mas ?".
" Hmm.. tapi Riana tidak pernah menerima keberadaan anak itu". Cyka terlihat hampir menangis mendengar hal tersebut.
" Lain kali bawa saja dia kesini, agar bisa bermain dengan Richa".
" Aku rasa itu ide yang bagus sayang".
" Jadi.... apa kau sudah tidak marah lagi ?".
" Em.. menurut mas..". Cyka kembali membaringkan tubuhnya membelakangi suaminya itu.
" Sayang...".
" Ayo tidurlah mas.... besok kita harus bekerja". Cyka terus saja mempermainkan suaminya itu.
Namun Risky sepertinya tak mendengarkan ucapannya.
Dia membalik tubuhnya dan mulai mencium bibirnya.
" Kau tau seberapa kuat aku menahannya sejak lama sayang, jadi jangan mempermainkaku lagi, hmm !". Dengan senyuman Cyka mulai membalas ciumannya dan mulai saling beradu kasih.
" Kita akan memiliki putra secepatnya kan sayang". Tanya nya tiba tiba.
" Huh ! ".
" Kenapa? kau tidak menginginkannya ?".
" Hmm, Richa itu masih sangat kecil sayang, jangan membahas tentang anak dulu".
" Ber'arti kau juga tidak menolaknya kan ?". Cyka mengangguk. Permainanpun di lanjutkan, malam itu terasa lebih panjang dari sebelumnya bagi Risky dan Cyka.
__ADS_1