Ku Hanya Ingin Dicintai

Ku Hanya Ingin Dicintai
Perdebatan 2


__ADS_3

Sehari sebelum pernikahan.


Cyka menatap balik pantulan tubuhnya di cermin. Ia menyentuh sulaman bordir pada dada gaun pengantin yang dipakainya.


Lekukan jahitan yang membentuk motipnya di jajaki lembut. Dengan seksama pelayan butik menaikkan resreting yang menghubungkan sisi kiri dan kanan gaun yang berwarna putih itu.


Cyka meninjau seliruh penjuru ruang ganti. Dibanding Butik gaun pengantin kebanyakan, ruang itu lebih luas dan nyaman, lengkap dengan sofa satu dudukan di sudut kiri. Ia menyikap tirai penutup dan menyembulkan kepalanya ke luar.


" Mas, " bisik Cyka.


Cyka melambaikan jemari tanda meminta Risky untuk memasuki kamar pas.


Ia bertanya, " Bagaimana ? "


" Sangat indah. " Setelah Risky menempatkan diri di sofa.


Cyka mengawasi bayangan Risky di kaca. Laki laki itu tak juga menanggapi. Telepon genggam melekat erat di telapak tangan sang kekasih.


" Mas !" seru Cyka lagi.


" Hemm. " Di iringi helaan napas sebagai tanggapan.


" Kalau mas diam, berarti aku anggap setuju, ya?"


" Terserah kamu, Sayang."


Meski menyebutnya dengan kata sayang, Cyka menangkap nada suara yg letus ketika jawaban itu dilontarkan.


' Sudahlah. '


Ia tidak ingin mpersoalkannya. Ia lalu mengusir Risky agar bisa berganti baju.


" Mas, ayo donk, aku harus ganti gaunnya. "

__ADS_1


" Lakukan saja bukankah aku sudah melihat segalanya. "


" Mas !" Cyka menunjukan wajah cemberut pada Risky, yang menandakan tidak suka dengan ucapannya.


" Baiklah, Sayang, aku keluar. "


Selesai mengepas gaun, Cyka masih berusaha ekstra keras mengalihkan ketertarikan Risky dari teleponnya.


" Kita ambil yang ini, ya mas ?"


" Nggak mau pilih yang lain dulu?"


' Mas kenapa cih, dia kan tau kita udah nggak punya waktu.'


" Memangnya yg ini kenapa ? Kurang cantik ?" tanya Cyka Sambil mengangkat gaun yg baru di cobanya.


" Biar ada pilihan aja. "


" Tapi kalau asal pilih tapi bukan yg terbaik ?"


" Mas , kita menikah nya itu besok, lho. Dan gaun ku belum ada. "


" Bukankah kau sendiri yang bilang waktu seminggu itu cukup bagi kita menyiapkan segalanya, karena itu kau selalu bisa sibuk dengan pekerjaan mu dan menganggap enteng persiapan kita sendiri. "


" Mas, aku kan udah jelasin sama kamu soal itu."


Risky tidak memberi ampun. " Kamu yang menganggap sepele segala hal dan berpikir bisa melakukan segalanya secara bersamaan. "


Melihat raut wajah sang kekasih sudah berubah, Risky menyadari kalau dirinya sudah sedikit keterlaluan.


" Baik lah kita ambil yang itu saja. " Risky mendekat lalu memeluknya sambil membisikkan kata maaf.


Risky menjentuh wajah nya dengan kedua tangannya sedikit mendongakkan nya, tanpa memperdulikan sekitar ia mengecup bibir sang calon istri.

__ADS_1


Setelah membayar gaun yang mereka pilih, keduanya keluar dari butik.


" Kita makan dulu ya sebelum pulang. "


Cyka mengangguk, walau sudah mendapatkan kata maaf dari Risky, cyka masih terlihat murung.


Cyka melangakh mendekati kafe yg terletak di samping butik. Risky mendahuluinanya untuk membentangkan dan menahan pintu sampai Cyka masuk ke kafe. Tingkah laku bak lali laki sejati seperti yang baru saja di perlihatkan Risky itulah yg membuat Cyka jatuh cinta padanya, dan tak mampu marah cukup lama padanya.


Sepuluh benit setelah duduk, pesanan mereka tiba. Cyka meneguk sedikit es kopinya sedangkan Risky mengaduk - aduk isi gelasnya.


" Mas !"


" Hemm. "


" Apa yang harus kita lakukan tentang keluarga kita !, bukankah setidaknya harus ada seseorang yang menjadi saksi pernikahan bagi kita berdua besok ?"


Pertanyaan Cyka mengenai sasaran di titik hati terlemah.


Mengingat kedua belah pihak tidak ada yang menginginkan pernikahan ini. Walau berbeda kasus dari kedua keluarga yg bersangkutan.


" Percayalah padaku, segalanya akan berjalan sesuai dengan yang kita ingikan. "


" Maksud mas apa !"


" Jangan pikirkan apa pun, sebaiknya kita makan sekarang. "


******


Cyka memercikkan air dari wastefel ke wajahnya, butiran air yang mengenai mukanya, meresap ke dalam kulit, dan menimbulkan sensasi menyegarkan. Ia perlu menenangkan diri setelah melewati cobaan hari ini.


' Apa ini yang selalu di katakan banyak orang ! bahwa sebelum menikah akan ada keraguan di dalam hati kita, akibat perdebatan tadi aku merasa sedikit ragu untuk menikah. '


Cyka masih sibuk mengeringkan tangannya ketika pintu kamar mandi terbuka. Risky mendekat kearahnya lalu dengan sentuhan selembut kapas ia melingkarkan kedua tangannya ke pinggang Cyka hingga menyentuh kalbu.

__ADS_1


__ADS_2