![Ku Rebut Istrimu]](https://asset.asean.biz.id/ku-rebut-istrimu-.webp)
Jantung Mira sudah tidak bisa lagi ditenangkan. Tiap kali teringat ucapan Nathan tiap kali berdebar.
Wanita itu sampai terduduk lemas di bawah ranjangnya.
"Apa benar aku mulai menyukai Tuan Nath? Tiap bersamanya aku nyaman sekali. Aku merasa aman. Bahagia."
Mira terus memegangi dadanya.
"Ini salah. Ya Tuhan... Ini salah. Aku harus bagaimana?"
"Tapi.."
"Dia begitu banyak membantuku. Jika dia tidak datang, entah jadi apa aku sekarang. Tuan Nath bahkan rela berpura pura menjadi mas Ricard. Dua ratus juta. Ya Tuhan.. sebanyak itu. Jika ku bayar dengan gaji ku, kira kira berapa tahun akan lunas ya?"
"Aku sampai lupa membahasnya. Sampai lupa mengucapkan terimakasih."
Mira berdiri, lalu melangkah keluar.
"Nona Mira!" panggil Fic, kepala pelayan dari arah tangga.
"Iya!" Mira yang sedang menutup pintunya langsung menoleh.
"Apa melihat Tuan Nath?" tanya Fic.
"Mungkin di kamarnya. Ada apa?"
"Ada tamu di bawah mencarinya." jawab pria itu.
"Oh. Biar aku yang memberitahu Tuan Nath." ucap Mira.
"Ah, baiklah Nona. Terimakasih." Fic, mengangguk hormat lalu segera pergi.
Mira sendiri kemudian melangkah ke kamar Nathan.
"Tuan!" Mira mengetuk pintu setelah berada di dapan kamar Nathan.
Tidak perlu mengulangi ketukan, pintu sudah terbuka. Wajah tampan itu langsung tersenyum hangat kearah Mira.
"Kau mau mengajakku makan siang?"
Mira menggeleng.
"Ah, aku tau!" Nathan langsung menarik tangan Mira untuk masuk.
"Kau kangen padaku ya??" memeluk Mira dari belakang.
"Tuan! Lepas!" Mira berontak. Tapi Nathan memeluknya dengan sangat erat.
"Sebentar saja. Aku yang kangen padamu. Sebentar saja Mira!" ucap Nathan.
Mira terdiam, tidak lagi berontak. Kali ini membiarkan Nathan mendekapnya dengan erat.
'Bukankah aku sudah sering dipeluk tuan Nath atau memeluk Tuan Nath akhir akhir ini? Tapi kali ini kenapa rasanya seperti ini.' Mira membatin. Saat beberapa kali dengan yang sengaja atau tanpa sengaja dia pernah dipeluk dan memeluk Nathan, baru kali ini ia merasa pelukan ini beda. Ada rasa yang mengalir indah di setiap detak jantungnya. Seperti tak ingin lepas dari pelukan itu.
Nathan memutar tubuh Mira, menatap wajah yang tersipu itu. Kedua mata mereka kini beradu. Semakin dalam dan semakin menyelami.
Wajah Nathan bergerak pelan bersamaan dengan tangannya yang menarik lembut tengkuk Mira.
Nathan mendaratkan bibirnya dengan lembut di bibir Mira. Terdiam, cukup lama terdiam. Kemudian mulai bergerak pelan, mengecap lembut. Mira tak bergerak. Tidak membalas juga tidak menolak, tapi bisa merasakan betapa berdesir darahnya karena ciuman itu . Sejenak seperti terbius oleh perlakuan Nathan. Nathan menekan tengkuk Mira dengan tangan kanannya untuk memperdalam ciumannya. Sementara tangan kirinya yang berada di pinggang Mira juga menekan tubuh Mira pada tubuhnya. Tangan keduanya terlihat sedikit gemetar dengan dada yang tak berhenti berdebar.
__ADS_1
Setelah beberapa lama berada di posisi yang membuat keduanya melambung itu, tiba tiba Mira tersentak, mendorong pelan tubuh Nathan sampai terlepas ciuman mereka.
Nathan terperangah, memegangi bibirnya sendiri seperti baru saja tersadar akan kelakuannya yang salah.
"Maafkan aku! Aku..!" terbata, menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Ada tamu di bawah Tuan." ucap Mira, mengusir rasa canggung sekaligus malunya.
"Tamu? Siapa?" tanya Nathan.
"Tidak tau. Tadi Tuan Fic hendak memanggil anda. Terus saya yang kemari."
Nathan berpikir sejenak lalu meraih hpnya untuk menghubungi kepala pelayan.
"Fic, siapa yang di bawah?" ucap Nathan saat Fic sudah mengangkat panggilannya.
"Tuan Ricard dan Kekasihnya Tuan." jawab Fic, pria yang menjadi Kepala Pelayan di rumah itu.
"Oh. Baiklah. Katakan pada mereka aku turun sebentar lagi."
Nathan kemudian kembali menatap Mira.
"Mereka temanku. Tunggu sebentar, aku akan menemui mereka dulu. Tidak bisanya mereka kemari, mungkin ada hal penting." ucap Nathan yang hanya dibalas anggukan kepala oleh Mira.
"Apa kau mau ikut? Aku akan mengenalkan mu pada mereka." ucap Nathan membuat Mira cepat mendongak dan langsung menggeleng.
"Kenapa? Kau tidak mau berkenalan dengan teman teman ku? Aku juga ingin mereka tau jika aku sudah memiliki kekasih. Ayo!" Nathan menarik tangan Mira. Tapi Mira langsung menahan tangannya.
"Kekasih? Ti-tidak Tuan."
"Tidak apa apa. Kenapa memangnya? Kau sudah menjadi kekasihku bukan?"
"Hah!" Mira menganga.
Mira masih menganga.
"Kau sudah menerima ciuman ku dengan ikhlas. Jadi kita sudah resmi menjadi sepasang kekasih. Atau mau ku ulangi lagi biar lebih jelas?" Nathan langsung menarik tengkuk Mira.
"Em!" Mira segera menutup mulutnya dengan tangannya.
"Sudah Tuan. Tamu mu sedang menunggumu!" Mira mengingatkan Nathan.
"Ah, iya. Sampai lupa. Ayo!" Nathan cepat meraih tangan Mira dan membawanya melangkah.
Dari ujung tangga, Mira sudah bisa melihat dua manusia yang sedang duduk diruang tengah itu.
Mira tidak begitu jelas dengan wajah mereka, sang tamu wanita sempat menoleh. Melihat Nathan masih berdiri di sana bersama seorang wanita.
Mira menarik tangannya dari genggaman Nathan. "Tuan. Saya ke kamar saja ya?"
"Ayolah Mira. Sebentar saja."
Mira menggeleng. "Saya malu Tuan."
Nathan hanya bisa menghela nafas.
"Baiklah. Tunggu di kamarku. Aku menemui mereka sebentar."
Mira mengangguk dan segera berlalu. Lalu Nathan menuruni tangga menghampiri mereka.
__ADS_1
"Ricard, Kayla. Tumben sekali kalian ke rumahku. Ada apa ini?" tanya Nathan segera duduk dihadapan mereka.
Bukannya menjawab Kayla malah bertanya, rupanya Kayla penasaran dengan sosok wanita yang dilihatnya bersama Nathan tadi, sayangnya diapun tidak begitu jelas melihat wajahnya.
"Nath.. Tadi siapa? Tumben ada wanita di rumahmu?"
Nathan tersenyum.
"Dia pacarku." jawab Nathan.
"Pacar??" kali ini Ricard yang bertanya kemudian terbahak.
"Sejak kapan seorang Nathan mempunyai seorang pacar. Kau yakin?"
"Kenapa memangnya? Aku juga pria normal Rich, kau pikir hanya kau saja yang bisa punya pacar." jawab Nathan.
"Aku kaget saja. Wanita mana yang sudah berhasil menggaet hati seorang Nathan."
"Kalian tidak perlu tau. Yang jelas sekarang aku sudah mempunyai kekasih. Wanita yang bisa membuatku jatuh cinta." sahut Nathan.
Ricard dan Kayla saling melempar pandangan, masih seperti kurang percaya pada ucapan Nathan.
"Kenapa tidak memperkenalkan pada kami?" tanya Kayla.
"Dia sedang tidak enak badan. Anaknya juga pemalu. Kapan kapan aku pasti akan memperkenalkannya pada kalian?"
"Kau sungguh serius Nath?" Kayla kembali ingin meyakinkan.
"Tentu saja aku serius. Jika tidak, mana mungkin aku membawanya tinggal di rumah ku. Sebentar lagi aku akan menikahinya." jawab Nathan.
"Lalu bagaimana dengan Cesilia?" tanya Kayla kembali.
"Hahaha.. Apa hubungannya dengan wanita itu hah?"
"Kau ini keterlaluan Nathan. Cesil itu sejak dulu tergila gila padamu!" ucap Ricard.
"Cesilia.. ck.. kalian tau dia bukan tipe ku. Melihatnya saja aku sudah muak." jawab Nathan.
"Apa sih kurangnya. Cesilia itu cantik,montok dan anak Sultan." cetus Kayla.
"Namanya juga tidak suka, masa harus dipaksain sih. Kalian ini aneh.!" bantah Nathan.
"Lalu apa kelebihan wanita tadi hah?" Kayla masih saja penasaran.
"Dia bisa membuatku jatuh cinta pada pandangan pertama. Sudah lah! Kalian mau apa kesini. Cepat katakan. Pacarku sedang tidak enak badan. Butuh perawatan dariku!" celetuk Nathan, membuat mereka semakin heran.
'Sejak kapan Nathan jadi lembut yang perhatian dengan seorang wanita?'
"Ah ya.. begini." Ricard kemudian berbicara.
"Minggu depan kami ingin mengundangmu ke acara Ulang Tahun Kayla. Kau harus datang. Jika benar kau mempunyai kekasih, Kau harus membawa kekasihmu." ucap Ricard dengan nada masih sedikit curiga tentang pengakuan Nathan.
"Tentu saja! Aku pasti datang. Aku pasti akan membawanya. Sudah cepat pergi. Kalian menggangguku saja." oceh Nathan.
"Baiklah. Maafkan kami sudah mengganggu waktumu." sahut Ricard , segera mengajak Kayla beranjak.
Ricard masih memikirkan kekasih Nathan, 'Benarkah? Si dingin itu punya kekasih? Atau hanya alasannya untuk sekedar lepas dari gadis gadis yang selalu mengejarnya?'
Apapun itu, Ricard sudah memiliki rencana khusus untuk menjebak Nathan dengan undangan khususnya ini. Sesuatu yang sudah dipikirkan nya jauh jauh hari untuk menjatuhkan teman sekaligus saingan bisnisnya itu.
__ADS_1
"Akan ku buat kau hancur Nathan! Lihatlah, kau akan malu dan tidak bisa lagi menampakkan wajah angkuh mu itu di depan publik lagi!"
_________________